Badan Otonom NU

PKD GP Ansor Cimanggu, Implementasi Hakiki Kaderisasi

Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Anak Cabang Cimanggu Tahun 2021 merupakan implementasi hakiki dari hakekat kaderisasi dalam upaya membentuk kader yang militan. PKD ini dilaksanakan untuk pertama kali sejak kepemimpinan dipegang oleh Doddy Afandi Firdaus, M.Si.

PKD GP Ansor Cimanggu mengambil tema Membentuk Kader Militan, Profesional, Ideologis Dan Berkarakter Ahlu Sunnah Wal Jamaah Al Nahdliyah. Pelaksanaan Kegiatan PKD pada Sabtu-Ahad 25-26 September 2021 di MI Ma’arif NU Rejodadi Kecamatan Cimanggu.

Ketua Panitia Budi Ari Wibowo, S.Pd.I menyampaikan bahwa 99 peserta mengikuti PKD PAC GP Ansor yang terdiri dari 92 peserta utusan Kader Pimpinan Ranting GP Ansor Se Kecamatan Cimanggu tersebar di 15 Ranting dan 7 Peserta Utusan dari PAC GP Ansor Majenang

Budi Ari Wibowo menyatakan, Gerakan Pemuda Ansor sebagai organisasi kader melaksanakan kegiatan seperti PKD tentu dengan banyak harapan. Melalui PKD GP Ansor Cimanggu, Panitia mengharapkan para peserta mampu memberi kontribusi baik masyarakat, baik itu kemampuan teknis maupun teoritis.

“Memang PKD ini memberi kemampuan teoritis bagi anggota. PKD adalah sesuatu yang niscaya dan tidak boleh tidak setiap kader Ansor harus mengikutinya pada tingkat apapun tidak terkecuali Ansor Cimanggu,” tegas Budi.

Peserta PKD GP Ansor Cimanggu

Hakikat Kaderisasi GP Ansor

Acara PKD GP Ansor dibuka secara resmi oleh Aliman, Ketua PC GP Ansor Kabupaten Cilacap. Dalam sambutannya, Aliman menyatakan bahwa hakikat kaderisasi adalah usaha sadar untuk menanamkan nilai dan ideologi. Menguatkan karakter dan militansi, meningkatkan pengetahuan. Mengembangkan potensi dan kecakapan, serta membangun kapasitas gerakan pada diri kader.

“Selain itu, hakikat kaderisasi adalah untuk mempertinggi harakat martabat diri dan meneruskan cita-cita perjuangan organisasi berupa dakwah amar ma’ruf  nahi munkar sebagaimana yang termaktub dalam doktrin Ahlussunnah Wal Jamaah ala Nahdlatul Ulama,” katanya.

Dalam hal ini, Pimpinan Pusat GP Ansor telah menerapkan akreditasi organisasi. Di antaranya, untuk proses Konferensi ataupun Kongres, tidak serta merta Pengurus Ansor di setiap level kepengurusan mempunyai hak suara.

“Hanya hanya kepengurusan yang memenuhi syarat dan standar administrasi yang telah ditetapkan saja yang memiliki hak suara. Bagi kepengurusan yang aktif, mendapatkan reward dengan hak suara lebih. Apalagi sistem akreditasi ini sangat baik untuk mendorong keaktifan organisasi di semua tingkatan,” tandas Aliman.

Kemudian Ketua PAC GP Ansor Cimanggu Doddy Afandi Firdaus,M.Si mengatakan, rangkaian Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) PAC GP Ansor Cimanggu ini bisa menjadi media seluruh anggota dan kader Ansor Banser di Cimanggu dalam memperkuat  komitmen secara jam’iyyah untuk bersama-sama mewujudkan apa yang menjadi cita-cita luhur Agama dan Negara, dan cita-cita NU, Ansor dan Banser hususnya.

Tindak Lanjut PKD

Selanjutnya, sebagai penyelenggara kegiatan, PAC GP Ansor Cimanggu menyiapkan rencana tindak lanjut PKD. Termasuk,  untuk kelengkapan struktur di Pimpinan Ranting GP Ansor.

“Hakikat PKD adalah kaderisasi, outputnya ya lahirnya Kader GP Ansor Cimanggu. Para peserta PKD secara otomatis memiliki kewajiban moral untuk siap menampati struktur kepengurusan Pimpinan GP Ansor. Misalnya, di Ranting agar semakin kokoh keberadaannya,” ungkap Doddy.

Pembukaan PKD GP Ansor Cimanggu dihadiri antara lain oleh KH Syaiful Majid D, Tanfidziyah MWCNU Cimanggu, KH Ali Mushobar Rais Syuriyah MWCNU Cimanggu, Bastari Selaku Kasi Trantibum Kecamatan Cimanggu Kiai Mawahib Ketua Tanfidziyah Ranting NU Rejodadi, AA Muhktarzain Wakil Sekretaris PW GP Ansor Jawa Tengah, Aliman Ketua PC GP Ansor Cilacap, dan seluruh Pimpinan Banom NU MWCNU Cimanggu.

Penulis: Budi Ari Wibowo

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

five + two =

Baca Artiikel Rekomendasi Lainnya
Close
Back to top button