Daerah

Bencana Tanah Longsor Melanda Pesahangan dan Kutabima

NU Cilacap Peduli Salurkan Bantuan Logistik

Bencana tanah longsor melanda sebagian wilayah desa Kutabima dan desa Pesahangan di kecamatan Cimanggu Kabupaten Cilacap Jawa Tengah.

NU Cilacap Peduli melalui unsur Banser Tanggap Bencana (Bagana) Cilacap bahu membahu dengan warga membersihkan material longsor di Dusun Citulang Desa Kutabima Kecamatan Cimanggu pada Sabtu-Ahad (02-03/04). Aksi ini sebagai bentuk kepedulian NU Cilacap Peduli terhadap bencana banjir dan longsor yang melanda Desa Kutabima dan Pesahangan pada hari Kamis (31/03) lalu.

Melalui kanal YouTube Banser X 26 Cilacap yang dibagikan, tampak puluhan orang dengan atribut Banser, Bagana, dan Ansor tengah melakukan pembersihan material longsor di badan jalan. Mereka juga membuat akses jalan untuk warga. Dengan peralatan ala kadarnya tak membuat semangat mereka surut.

Hingga video ini turun, jumlah penonton telah mencapai ribuan dan mendapat banyak komentar positif, NU Cilacap Online telah merangkum beberapa di antaranya.

Terus Berjuang BAGANA ku ..,.Tebarkan kebaikan. Membantu menolong yg terkena musibah…bencana …smoga Allah menguatkan … sahabat (Aid M)

Bagana selalu hadir dimedan bencana…luar biasa terus berjuang dan saatnya bersama2 melangitkan bendera NU dalam misi kemanusiaan. (Santri Ngapak).

Barokalloh..Salam Tangguh Salam Kemanusiaan. (Fathin Amamah)

Longsor Dipicu Hujan Deras

Bencana banjir dan longsor telah memporak-porandakan puluhan rumah warga dan berbagai fasilitas umum di Desa Kutabima dan Pesahangan Kecamatan Cimanggu Kabupaten Cilacap. Sebagai bentuk kepedulian, NU Peduli Cilacap telah menurunkan ratusan relawannya untuk stanbay di lokasi bencana guna membantu para warga yang terdampak bencana.

Kepada NU Cilacap Online, bendahara Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Cimanggu Abdul Wahid menjelaskan kronologi kejadian.

“Peristiwa terjadi pada Kamis sore (31/03) sekitar jam 5 sampai 7 malam. Waktu itu hujan deras hingga terjadi banjir dan tanah longsor di Desa Kutabima,” tutur Abdul Wahid.

Hujan deras pada hari kamis, 31 Maret 2022 dari pukul 16.00 s.d 23.00 WIB, menyebabkan beberapa perbukitan di Dusun Citulang Desa Kutabima longsor dan menimbun beberapa rumah warga serta memutus akses jalan desa.

“Ada ada sekitar 5 rumah tertimbun tanah longsor dan yang lainya masuk zona bahaya karena di dalam area yang terputus akses jalannya,” lanjut Abdul Wahid.

Banjir dan longsor juga menyebabkan beberapa hewan ternak mati. Kondisi tanah yang masih bergerak juga rawan longsor senhingga warga terpaksa mengungsi ke tempat aman di SDN kutabima.

Berdasarkan hasil assesment lapangan Tim NU Cilacap Peduli total warga yang mengungsi berjumlah 98 KK 285 orang dengan rincian 30 orang lansia, 179 orang dewasa, 31 remaja, 30 anak dan 15 balita. Mereka adalah warga dusun CItulang Desa Kutabima.

Akibat peristiwa tersebut, jembatan pengubung antara Desa Pesahangan dan Kutabima ambruk. Ambruknya jembatan membuat warga terisolir. Hal ini tentu saja menyulitkan evakuasi warga apalagi medan lapangan yang ekstrem di perbukitan yang tinggi serta curam.

NU Cilacap Peduli Salurkan Bantuan Logistik

Responsif terhadap benca banjir dan longsor di Desa Pesahangan dan Kutabima Kecamatan Cimanggu, NU Cilacap Peduli menyalurkan bantuan logistic berupa makanan dan obat-obatan untuk warga terdampak.

NU Cilacap peduli telah melakukan pendirian tenda untuk posko relawan NU Cilacap Peduli. Posko ini menjadi pusat pendistribusian bantuan logistik untuk dapur umum dan juga bantuan obat obatan. Di sini para relawan standby untuk membantu para warga yang terdampak.

Kepada NU Cilacap Online, Direktur NU Care LAZISNU Cilacap Ahmad Fauzi mengatakan bahwa kondisi mutakhir akses jalan menuju titik longsor sudah mulai dibuka dan bisa dilalui dengan berjalan kaki. Namun kendaraan bermotor belum bisa masuk.

“Akses menuju titik longsor cukup jauh dan berlumpur sehingga harus dilalui hanya dengan jalan kaki. Padahal banyak kebutuhan mendesak yang harus disalurkan kepada warga yang terdampak,” katanya.

Untuk mengatasi kesulitan akses jalan yang tertutup material longsor, NU Cilacap Peduli telah menurunkan unsur Banser Tanggap Bencana untuk melakukan pembersihan material. Mareka juga membuat akses jalan menuju rumah-rumah warga dengan alat seadanya.

Kebutuhan mendesak meliputi karpet, bantal, selimut dan makanan. Dalam hal ini NU Cilacap Peduli telah melibatkan beberapa unsur yaitu GP Ansor Cilacap (BAGANA ), Fatayat NU Cilaca, Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) Cilacap, Unit Pengumpul Zakat Infaq dan Sodaqoh (UPZIS) MWCNU Cimanggu, dan Tim Reaksi Cepat (TRC) LAZISNU Cilacap.

“Selain menyalurkan bantuan logistic, NU Cilacap peduli juga melakukan trauma healing terhadap para warga. Meskipun tidak ada korban jiwa tapi secara psikis tentu mereka trauma sehingga perlu dilakukan Tindakan ini,” kata Fauzi.

Bencana yang datang secara tiba-tiba ini menjadi cobaan yang berat bagi saudara-saudara kita di Cimanggu. Kebanyakan dari mereka tidak sempat mengamankan harta benda mereka.

“NU Care LAZISNU Cilacap masih membuka kesempatan bagi para donatur yang ingin memberikan donasi terbaiknya untuk warga terdampak bencana banjir dan longsor di wilayah Kecamatan Cimanggu, donasi dapat tersalurkan melalui Rekening BSI 7390 6834 60 a.n NU Peduli Kemanusiaan, Informasi dan Konfirmasi hubungi 081228221010,” pungkas Fauzi. (Naeli Rokhmah)

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button