Islam Aswaja

Ahlussunnah Wal Jamaah (Aswaja) merupakan satu dari beberapa aliran dalam teologi Islam, ISLAM ASWAJA sendiri menunjukkan corak kepenganutan, penghayatan dan pengamalan Islam menurut Aliran / Manhaj Aswaja, termasuk yang dianut mayoritas umat Islam di Nusantara / se Indonesia.

Manhaj Aswaja tumbuh dan berkembang dan tidak lepas dari sejarah munculnya aliran-aliran pemikiran dalam Islam yang dikenal juga dengan tradisi Kalam / Ilmu Kalam. Pelembagaan Aswaja tercermin dalam definisi Ahlussunnah Wal Jamaah menurut Hadratusy Syaikh KH. Muhammad Hasyim Asy’ari, dalam kitabnya  Ziyadah at-Ta’liqat, Ahlussunnah wal Jama’ah, yang artinya:

“Adapun Ahlussunnah wal Jama’ah adalah kelompok ahli tafsir, ahli hadis, dan ahli fikih. Merekalah yang mengikuti dan berpegang teguh dengan sunnah Nabi dan sunnah khulafaurrasyidin setelahnya. Mereka adalah kelompok yang selamat. Ulama mengatakan : Sungguh kelompok tersaebut sekarang ini terhimpun dalam madzhab yang empat yaitu madzhab Hanafi, Syafi’i, Maliki, dan Hanbali.”

Dalam kajian akidah/ilmu kalam istilah Ahlussunnah wal Jama’ah dinisbatkan pada paham yang diusung oleh Abu Hasan al-Asy’ari dan Abu Mansur al-Maturidi, yang menentang paham Khawarij dan Jabariyah (yang cenderung tekstual) dan paham Qadariyah dan Mu’tazilah (yang cenderung liberal). Dengan demikian, Aswaja secara kelembagaan (baik pemahaman, kepenganutan dan pengamalannya) menjadi jelas berbeda dengan paham Khawarij, Jabariyah, Qodariyah dan Mu’tazilah, hingga Syi’ah.

Mayoritas Umat Islam di Indonesia menganut paham Ahlussunnah Wal Jamaah. Dan dari yang mayoritas tersebut, sebagian besarnya berada di Organisasi Nahdlatul Ulama (NU).

Tidak berlebihan kiranya jika dinyatakan bahwa warga NU di bumi Nusantara ini adalah mayoritas Muslim yang menganut dan mengamalkan Islam Aswaja. NU sendiri mengidentifikasi sebagai oranisasi keagamaan dan kemasyarakatan Islam yang menganut paham Ahlussunnah Wal Jamaah beserta Lembaga dan Badan Otonomnya.

Back to top button