10.395 Keluarga Fakir Miskin Cilacap Terima Daging DAM Haji 2026: Catatan Sejarah Pertama NU

NUCOM, CILACAP — Sebanyak 10.395 keluarga fakir miskin di Kabupaten Cilacap bersyukur menerima distribusi daging DAM Haji 2026. Momen bersejarah ini disampaikan dalam kegiatan Turun ke Bawah (Turba) PCNU Cilacap yang berlangsung di Gedung Dakwah Islamiyah MWCNU Dayeuhluhur, Sabtu (30/05/2026) pukul 08.30 WIB.

Ketua PCNU Cilacap, H Paiman Sahlan menyebut peristiwa ini tercatat sebagai kali pertama dalam sejarah NU. Untuk pertama kalinya, penyembelihan DAM Haji jamaah Indonesia bisa dilakukan di tanah air melalui lembaga amil zakat dan sosial keagamaan terpercaya, salah satunya LAZISNU.

10 Ribu Lebih Keluarga Mustahik Terima Manfaat

Dari total sekitar 890 jamaah KBIHU NU Cilacap, sebanyak 693 jamaah mempercayakan pengelolaan DAM-nya melalui NU Care-LAZISNU Cilacap. Hasilnya, 10.395 keluarga mustahik di 24 kecamatan menerima manfaat daging DAM Haji.

“10 ribu 395 penerima manfaat daging DAM Haji itu dari 693 jemaah Haji yang memercayakan DAM-nya kepada KBIHU NU melalui LAZISNU Cilacap. Selebihnya disalurkan via Baznas dan lembaga lainnya,” ujar Ketua PCNU Cilacap.

LAZISNU Sembelih 693 Ekor, Baznas Cilacap Ikut Salurkan

NU Care-LAZISNU Cilacap menyembelih 693 ekor hewan DAM dari jamaah KBIHU NU pada Kamis (28/05/2026) bertepatan 11 Zulhijah 1447 H. Dengan estimasi 10–15 kantong daging per ekor, dengan target distribusi mencapai 10.395 jiwa/keluarga mustahik.

Tujuannya membantu warga kurang mampu dan mencegah stunting. Daging didistribusikan ke berbagai titik di seluruh Cilacap.

Selain ke LAZISNU Cilacap, juga BAZNAS Cilacap, Forum kerjasama Kemenhaj dan KBIHU ini telah membuka program penyaluran DAM/Hadyu. Adapun ketersediaan hewan (kambing/domba) yang disembelih melibatkan penyedia dari kelompok-kelompok ternak binaan NU Cilacap maupun BAZNAS Cilacap, sehingga program ini turut memberdayakan ekonomi peternak lokal.

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Haji dan Umroh kini telah memfasilitasi tata kelola DAM yang lebih transparan. Jamaah Haji diberi pilihan untuk membayar DAM-nya dengan menyembelih hewan kurban di Tanah Suci atau di tanah air Indonesia.

MWCNU Dayeuhluhur Terima 30 Ekor DAM

Dalam kesempatan Turba, H. Paiman Sahlan juga menyampaikan bahwa MWCNU Dayeuhluhur melalui Manager Area UPZIS Dayeuhluhur telah menerima 30 ekor kambing/domba DAM Haji. Hewan tersebut kemudian ditasyarufkan kepada yang berhak dengan estimasi 450 orang penerima manfaat.

Ketua Tanfidziyah MWCNU Dayeuhluhur Ajengan Kiai Kholik Abdul Jalil mengapresiasi tata kelola DAM Haji yang tertib, transparan, dan maslahat bagi umat.

Menurutnya, kerja keras panitia sejalan dengan apresiasi Kementerian Haji dan Umrah terhadap pengelolaan DAM jamaah yang disebut sebagai catatan sejarah terbaik.

“Kemaslahatannya ini dirasakan langsung oleh penerima manfaat yakni masyarakat kecil. Harapan kami semoga program ini berkelanjutan dalam rangka kemaslahatan umat,” terangnya.

Turba Jadi Forum Dialog Kekeluargaan

Turba PCNU Cilacap ke MWCNU Dayeuhluhur menjadi agenda penutup rangkaian Turba tahun ini. Agenda yang biasanya formal dan administratif dikemas kreatif menjadi forum dialog, konsolidasi, dan evaluasi organisasi hingga tingkat ranting.

“Turba PCNU kali terakhir ini di Dayeuhluhur untuk melihat perkembangan yang ada di MWCNU dan Ranting NU. Kita jadikan forum diskusi bareng,” lanjut Kiai Kholik Abdul Jalil.

Hadir dalam kesempatan Turba tersebut para ketua dan pengurus Lembaga MWCNU Dayeuhluhur, Badan Otonom (Banom) NU yakni Muslimat, Fatayat, Ansor, IPNU dan IPPNU, juga Pengurus Ranting NU sejumlah 14 Desa di Kecamatan Dayeuhluhur. Turba pun berlangsung khidmat dan gayeng. (IHA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button