Seni Budaya

Gusdurian Majenang Bershalawat Doakan Keutuhan NKRI

Gusdurian Majenang menggelar doa dan shalawat untuk doakan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Acara digelar secara offline bahkan melalui virtual dari alun-alun Majenang.  Bertajuk Majenang Damai Bershalawat, acara ini dihadiri oleh Gus Azmi, Habib Abduh, Habib Novel BSA, Romo Boniefasius Abbas, KH Mazin Alhajar, KH Agus Salim, dan Camat Majenang Iskandar Zulkarnain, Senin (04/7/2022) malam.

Gusdurian Majenang

H. Muhammad Murtadlo selaku ketua panitia sekaligus Koordinator Gusdurian Majenang mengatakan bahwa tujuan digelarnya kegiatan ini adalah untuk memanjatkan doa, berharap syafaat Nabi Muhammad dan mendoakan perdamaian khususnya di Majenang Cilacap terlebih bagi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia bahkan perdamaian dunia.

“Kita shalawatan untuk Nabi Besar Muhammad SAW yang semasa hidupnya tak pernah lelah untuk menyemai damai. Demikian pun kegiatan ini sebagai hajat wujud bersama dalam kebersamaan, dalam perdamaian,” tegas putra pejuang 45, almagfurlah KH Abdul Aziz Samudra.

Kegiatan berlangsung di alun-alun Majenang, Cilacap Jawa Tengah. Kegiatan ini juga berlangsung live virtual melalui channel youtube dan diikuti seluruh Jaringan Gusdurian di seluruh nusantara bahkan manca negara. Pasalnya mereka juga turut berpartisipasi dalam kegiatan doa dan shalawat bersama kali ini.

Dia berharap bisa terus melakukan format format tawassul seperti ini dan mudah-mudahan juga pada saat-saat yang akan datang tetap bisa dirawuhi (hadiri) oleh para masyayikh pesantren, para muhibbin Gusdurian, dengan tetap menjaga protokol kesehatan dengan format yang kata orang, ini adalah bagian dari era baru paska pandemi Covid-19 masih diantisipasi penyebarannya.

“Mudah-mudahan Allah segera mengangkat Covid-19 dari bumi Indonesia dan senantiasa memberikan kepada kita kesehatan, panjang umur dan penuh barokah, Amin.”

Gusdurian Majenang Bershalawat

Meski dilangsungkan di alun-alun kota kecamatan, kegiatan shalawatan bersama ini berlangsung khidmat. Secara bergantian, doa dipanjatkan oleh sejumlah kiai, dan habaib. Tak hanya doa untuk umat Islam, doa juga dipanjatkan untuk keberkahan bagi semua warga Indonesia serta negara yang menjunjung tinggi kemanusiaan.

Sementara itu, Camat Majenang, Iskandar Zurkarnain, menyampaikan pidato disertai luapan kegembiaraannya bahwa kegiatan Majenang Damai Bershalawat yang digelar Gusdurian Majenang, di alun-alun Kota Kecamatan Majenang tersebut, membuatnya luar biasa kagum.

“Mengapa, sejak saya diamanati jadi camat Majenang, kegiatan malam ini dihadiri oleh ribuan orang, barangkali yang paling ramai, meriah dan hal ini mengagumkan. Mestinya jika semua kegiatan dibuat macam ini akan mendorong perekonomian yang signifikan. Masyarakat menjadi aman dan damai, masyarakat tersejahterakan”. akunya.

Secara khusus, Camat Majenang itu mengapresiasi Gusdurian Majenang yang berhasil menginisiasi, kegiatan doa dan shalawat tersebut menginspirasi.

Perdamaian Dunia

Romo Bonie Fasius Abbas, Pembina Gusdurian Majenang, mengatakan, kegiatan yang dilangsungkan ini tujuannya membangun bersama menciptakan rasa kepedulian, untuk ikut membangun perdamaian dunia.

“Mari melalui Majenang Damai Bershalawat ini Kita doakan semua saudara kita yang kesusahan, semoga mendapatkan kemudahan-kemudahan dari gusti Allah,” tegasnya.

“Yakinlah bahwa pertolongan Allah itu akan datang kalau kita mau bersatu. Marilah kita ciptakan ketenangan, ketentraman dan stabilitas di Majenang, di Cilacap, di Jawa Tengah dan di Indonesia ini. Kita hindari kegaduhan, pertentangan, fitnah dan lain sebagainya karena itu akan mendatangkan musibah yang tidak baik,” terangnya.

KH Agus Salim, pengasuh Pesantren Assa’idiyah Babakan, Cibeunying, Majenang, Cilacap. menyambung sambutan Romo Bonie, walaupun bentuk kepedulian kita hanya berupa doa, namun doa itu kata Rasulullah, doa adalah senjata pamungkas orang-orang beriman.

“Bentuk kepedulian yang lain juga bisa dengan menyumbang pemikiran, materi atau jasa lainnya. Ini merupakan bagian dari ajaran semua agama, mudah-mudahan Allah memberikan pahala yang besar kepada kita sekalian, dan shalawat kita, munajat doa-doa kita akan diijabahi Allah SWT, ” harapnya.

Doa dan shalawat ini diikuti ribuan santri, yang merupakan pengikut jamaah shalawat dari berbagai jamaah shalawat di Majenang Raya, syekhermania dari berbagai kota. Kegiatan ini juga direlay melalui banyak channel youtube.

Shalawat Bareng Gus Azmi

Puncak acara malam itu adalah lantunan shalawat dikendalikan langsung oleh Muhammad Ulul Azmi Azkandar al-Abshor atau orang mengenalnya Gus Azmi. Malam itu Gusdurian Majenang larut dalam alunan shalawat yang merdu bersama ribuan warga lainnya.

Dialah seorang remaja yang berdakwah melalui shalawat dan menulis syair-syair sekaligus melantukan dengan suara merdunya. Karena bakat talentanya Gus Azmi banyak diidolakan, semua kalangan, khususnya oleh kalangan remaja karena suaranya yang merdu dan wajahnya yang rupawan.

Pendakwah muda yang lahir pada tanggal 23 April 2004 juga  vokalis grup shalawat Syubbanul Muslimin, juga adalah santri Pondok Pesantren Nurul Qodim Kalikajar Paiton Probolinggo, asuhan KH. Hadzul Hakim Noer.

Selanjutnya disela-sela acara shalawat, ceramah agama disampaikan Habib Abduh Cirebon atau biasa akrab disapa Kang Asep. Dia menyampaikan bahwa makna dan hikmah penting dari kegiatan Majenang Damai Bershalawat ini adalah mengetahui bahwa persatuan dan kesatuan bangsa, terutama bagi umat Islam itu sangat penting dalam menghadapi berbagai persoalan yang dihadapi bangsa maupun dunia.

“Kepedulian terhadap sesama ini merupakan ajaran Nabi Muhammad bahwa orang yang tidak punya peduli kepada sesama itu bukanlah orang yang pantas sebagai umat Nabi Muhammad,” jelas pengasuh jamaah shalawat Nabi.

Bahkan Hadratus Syeikh KH Hasyim Asy’ari juga telah memberikan doa qunut nazilah yang diamal setiap sholat shubuh untuk kepedulian kepada umat muslim dunia.

“Dalam pembukaan UUD 1945 juga sudah diamanatkan bahwa salah satu tujuan kemerdekaan bangsa Indonesia adalah untuk menciptakan perdamaian abadi dan keadilan sosial,” tegasnya.

Tari Sufi

Perlu diketahui sebelum acara Majenang Damai Bershalawat dimulai, para penari sufi meliuk menari di atas panggung dengan membawa bendera merah putih. Lantunan lagu syahdu dan shalawat Nabi mengalun seirama putaran tarian.

Menakjubkan.  Ini menyedot perhatian pengunjung, berbondong-bondong datang secara tertib mengitari panggung shalawat di alun-alun Majenang, dan hal ini jadi penting guna daya tarik pengunjung dan sebagai bagian metode ketertiban duduk pengunjung.

Para Penari sufi itu ialah mereka para santri Sekolah Seni Majenang, sevuah institusi pendisikan seni yang diinisiasi sejak tahun 2018 oleh Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) MWCNU Majenang Cilacap. (Imam Hamidi Antassalam)

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button