Amaliyah & Ubudiyah

Shalawat Nahdliyah: Pencipta, Bacaan, Teks dan Amalan

Shalawat Nahdliyah diciptakan oleh KH Hasan Abdul Wafi; bacaan dan teks Shalawat Nahdliyah sangat populer dan sarat arti sekaligus makna di kalangan Nahdliyyin, Warga Nahdlatul Ulama (NU); baik sebagai bacaan amalan maupun teks doa di berbagai kesempatan.

Pencipta Shalawat Nahdliyah

KH Hasan Abdul Wafi, pencipta Shalawat Nahdliyah adalah merupakan salah satu Ulama pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid Probolinggo Jawa Timur. Beliau terkenal aktif dalam organisasi Nahdlatul Ulama (NU). Ilmu juga pengetahuannya sangat mumpuni, berkah belajar di beberapa Pondok Pesantren; termasuk pernah belajar di Makkah.

Sebagai Ulama pengajar dan pendidik, KH Hasan Abdul Wafi banyak mengabdikan ilmunya di pondok pesantren Nurul Jadid. Kedisiplinan yang diterapkannya mampu melahirkan banyak generasi pesantren di kemudian hari. KH Hasan Abdul Wafi juga adalah pengajar di Ma’had Aly Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo Situbondo Jawa Timur.

Sebagai organisatoris NU, KH Hasan Abdul Wafi aktif dan mendedikasikan ilmu dan semangat perjuangannya di organisasi NU. Tercatat, KH Hasan Abdul Wafi pernah menjabat sebagai Rais Syuriyah PCNU Kraksaan selama dua periode. [Lihat: Biografi KH Hasan Abdul Wafi]

Di organisasi NU, Ulama yang pada masa kecilnya akrab disapa Lora Wafi ini, mampu membangkitkan semangat soliditas antara Syuriyah dan Tanfidziyah. Di kemudian hari, KH Hasan Abdul Wafi sangat berjasa kepada organisasi NU dengan menciptakan karya monumental berupa Shalawat Nahdliyah.

Amalan dan Doa Shalawat Nahdliyah

Bagi warga NU, Shalawat Nahdliyah adalah amalan sekaligus doa. Apa maksudnya? Sebagai umat Islam, Warga NU kental dengan nuansa amalan atau amaliyah yang bernuansa Ibadah. Salah satunya adalah bacaan Shalawat. Juga karena kesunnahan membaca shalawat menjadi alasan mengapa tradisi membaca shalawat sangat terjaga di kalangan nahdliyin (warga NU).

Bagi warga NU, banyak jenis bacaan dan teks shalawat yang diamalkan pada berbagai waktu dan kesempatan. Menjadikan bacaan shalawat sebagai kegiatan rutinan, adalah salah satu ciri khas amaliyah warga NU. MIsalnya, rutinan Shalawat Nariyah, Shalawat Thariqiyyah, Shalawat Munjiyat dan lain sebagainya.

Demikian juga dengan amalan Shalawat Nahdliyah; ia hampir pasti terlantunkan di momen-momen tertentu pelaksanaan kegiatan organisasi NU maupun Badan Otonomnya. Di saat menjelang pelaksanaan Shalat Fardhu, amalan Shalawat Nahdliyah juga sering terdengar sebagai puji pujian.

Shalawat adalah bentuk dan ekspresi doa yang dipanjatkan oleh warga NU hubungannya dengan organisasi NU. Demikianlah, bahwa Shaalwat Nahdliyah juga bagian dari bentuk doa yang terpanjatkan secara istiqomah.

Teks dan Arti Shalawat Nahdliyah

Doa doa dalam Shalawat Nahdliyah sebagaimana teks dan artinya berikut ini.

Teks dan Bacaan Shalawat Nahdliyah dalam bahasa Arab:

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَي سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ
صَلَاةً تُرَغِّبُ وَ تُنَشِّطُ
وَ تُحَمِّسُ بِهَا الجِهَاد لِإِحْيَاءِ
وَ اِعْلَاءِ دِيْنِ الإِسْلَام
وَاِظْهَارِشَعَائِرِهِ عَلَي طَرِيْقَةِ
جَمْعِيَّةِ نَهْضَةِ العُلَمَاءِ
وَعَلَي اَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ
اللهُ اللهُ اللهُ اللهُ
ثَبِّتْ وَانْصُرْ اَهْلَ جَمْعِيَّة
جَمْعِيَّة نَهْضَةِ العُلَمَاءِ
لِإِعْلَاءِ كَلِمَةِ اللهِ

Arti Makana Shalawat Nahdliyah dalam bahasa Indonesia

“Ya Allah bershalawatlah dan bersalamlah kepada Sayyidina Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.
Dengan bacaan shalawat yang membuat kami menjadi senang, rajin dan bersemangat dalam berjuang menghidupkan dan meninggikan syiar agama Islam; Serta menampakkan syiar-syiar Islam menurut cara Jamiyyah Nahdlatul Ulama (NU); Dan bershalawat dan bersalam pulalah kepada para keluarga nabi dan para sahabatnya.
Allah, Allah, Allah, Allah… Teguhkanlah dan tolonglah seluruh warga Jam’iyyah Nahdlatul Ulama; Untuk meninggikan kalimat Allah

Bacaan dan Teks latin dari Shalawat Nahdliyah: Allahumma shalli ‘alaa sayyidina Muhammad, Shalaatan turaghghibu wa tunasyithu, Wa tuhammisu biha al jihaad li ihyaa-i, Wa i’laa-i diinil islaam, Wa idzhaari sya’aairihi ‘laaa thariqati, Jam’iyyah nahdlatil ‘ulamaa’, Wa ‘alaa aalihi wa shahbihi wa sallim, Allah Allah Allah Allah, Tsabbit wanshur ahla jam’iyyah, Jam’iyyah Nahdlatil Ulama, Li i’laa-i kalimatillah.

Makna Shalawat Nahdliyah

Setiap jenis Shalawat memiliki makna, tidak sekadar arti. Dan memberi makna atas Shalawat Nahdliyah tentu harus menghubungkan dengan jamiyyah atau organisasi NU. Mengapa, karena pemaknaannya akan lebih sinkron dengan beberapa hal yang berhubungan dengan NU.

Arti dan makna harfiyah identik dengan arti dari shalawat itu sendiri; dalam pengertian sesuai dengan terjemahan yang ada; dari situlah makna lebih mendalam bisa tergali. Bagi sang pencipta, Shalawat ini dipersembahkan kepada para pejuang di organisasi NU di manapun berada. Secara pesan yang bisa tertangkap; di dalamnya tertuang semangat, ghirah dan spirit dalam berorganisasi di NU.

Organisasi NU memang identik dengan amalan atau amaliyah Shalawat. Oleh sebab itu, pengurus dan warga NU sangat familier; hafal hingga maknanya, Shalawat Nahdliyah ini menjadi pemacu dan pemicu semangat dalam berorganisasi. Dengan membaca Shalawat NU ini, nuansa kedekatan seseorang dengan organisasi NU begitu melekat; bahkan dengan baginda Nabi Muhammad SAW.

Membingkai semangat berorganisasi dalam shalawat menjadi spirit tersendiri; Shalawat ini melampaui sebuah syair pujian karena di dalamnya termaktub doa agar pengurus NU, Badan Otonom, Lembaga dan keluarga besar organisasi NU senantiasa termotivasi untuk berkhidmat dan berjuang; mensyiarkan panji-panji ke-NU-an sekaligus meninggikan derajat agama Islam berhaluan Ahlussunnah Wal Jamaah.

Demikian, uraian singkat tentang pencipta Shalawat Nahdliyah beserta arti, makna, teks dan bacaannya; semoga bermanfaat.

Baca Juga >> Mengapa Anak Muda Bershalawat?

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button