PCNU Cilacap Melaksanakan Proker Turba Ke MWCNU Nusawungu

NU Cilacap Online – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Cilacap melaksanakan program Kerja salah satunya adalah Turba (Turun ke bawah) ke MWCNU Nusawungu Cilacap. Pada Ahad, (15/6/2025) bertempat di Pendopo Balai Desa Danasri Lor Kecamatan Nusawungu Cilacap.

Kegiatan turba PCNU Cilacap pada kesempatan kali ini adalah ke MWCNU Nusawungu, Ada beberapa kegiatan Workshop dan pelantikan pengurus Perwakilan Lembaga NU Cilacap di MWCNU Nusawungu.

Hadir dalam turba Pengurus PCNU Cilacap dari jajaran Syuriyah dan Tanfidziyah diikuti MWCNU Nusawungu beserta Banom MWCNU, beserta  Pengurus Ranting NU se-Kecamatan Nusawungu.

Ketua MWCNU Nusawungu Kiai Tasno, S.Ag menyampaikan selamat datang kepada jajaran PCNU Cilacap. Baik Syuriyah maupun Tanfidziyah, banom MWCNU, dan seluruh Pengurs Ranting NU se-Kecamatan Nusawungu.

Seluruh peserta diharapkan bisa mengikuti rangkaian acara turba sampai selesai. Nanti setelahnya masih ada acara rapat kerja (Raker) MWCNU Nusawungu sampai dengan sore hari.

“Turba PCNU Cilacap ke MWCNU Nusawungu mudah-mudahan berjalan lancar dan penuh keberkahan. Harapannya seluruhnya bisa mengikuti acara mulai dari pelantikan perwakilan pengurus Lembaga dan 4 kelas worshop, yang akan di sampaikan oleh tim Turba PCNU cilacap”  tutur Kiai Tasno.

Ada 6 badan otonom MWCNU Nusawungu yang sudah terbentuk, 17 Pengurus Ranting NU dan 15 Perwakilan Lembaga PCNU tingkat MWCNU akan dilantik.

Sebelum pelantikan pengurus perwakilan Lembaga PCNU di MWCNU Nusawungu. Sekretaris PCNU Cilacap ‘Aliman S.Pd membacakan Surat Keputusan (SK). Sedangkan yang melantik dan membaiat secara langsung oleh Rais Syuriyah PCNU Cilacap KH Su’ada Adzkiya.

NU Tidak Hanya Ngurusi Agama Saja

Ketua PCNU Cilacap KH Paiman Syahlan, M.Pd.I dalam sambutannya sekaligus sebagai narasumber Workshop Rencana Strategis (Renstra) PCNU Cilacap.

Mindsite orang dulu dalam keluarga anak-anak kita kebanyakan  sekolah atau kuliah mengambil jurusan keagamaan. Karena itu kita orang NU harus pinter agama padahal di Nahdlatul Ulama itu sendiri  bukan hanya ngurusi  agama saja.

Bahwa Nahdlatul Ulama merupakan organisasi kemasyarakatan Islam. Sehingga Kiai Paiman Syahlan mengutip apa yang sudah disampaikan oleh Ketua PBNU  Gus Yahya.

NU tidak hanya mengurus persoalan agama, tetapi juga sosial kemasyarakatan.

“NU adalah organisasi keagamaan dan kemasyarakatan, bukan hanya mengurusi keagamaan saja tetapi juga aktif dalam berbagai bidang sosial, ekonomi, kesehatan dan pendidikan. ,” kata Kiai Paiman Syahlan.

Pengurus harus memahami jati diri NU, Strategi bagaimana hadirnya NU menjadi lebih bermakna.

Menurut data kader NU Cilacap itu 7 ribu lebih giliran kita mempunyai klinik kesehatan bingung mencari dokter-dokter NU, perawat NU itu susah karena kebanyakan orang NU dari sarjana S.Ag, S.Pd.I dan lainnya.

“Mari anak-anak kita selain di pesantren untuk mengarahkan kuliah ambil jurusan kedokteran, perawat, teknologi, arsitek, ekonomi dan jurusan lainnya. Sehingga ke depan NU Cilacap punya stok generasi SDM yang agamis serta mempunyai keahlian contohnya dokter, perawat untuk ambil bagian di klinik maupun rumah sakit” ujarnya.

Peserta Turba dari MWCNU Nusawungu

Agenda Strategis PBNU dan 3 Konsolidasi NU

Agenda strategis PBNU Mengembalikan  repisisioning. Meliputi penguatan nilai-nilai Islam Nusantara, peningkatan peran dalam pendidikan dan ekonomi, serta penguatan ukhuwah, toleransi, dan kerukunan sosial.

Ini termasuk penguatan pemahaman dan penerapan Aswaja (Ahlussunnah wal Jama’ah), serta pengembangan sistem manajemen kelembagaan dan peningkatan fasilitas di bidang pendidikan, kesehatan, dan ekonomi kerakyatan.

Ada 3 fokus utama konsolidasi NU

  1. Tatakelola harus berlandaskan mekanisme yang valid.

2.Konsolidasi sumber daya dan pembiayaan

  1. Agenda organisasi dimana program dari pusat hingga ranting harus selaras dalam 1 agenda nasional (Renstra). Jadi organisasi NU bukan hanya berdaya tapi digdaya.

Sedangkan materi Workshop BUMNU narasumber oleh H Wasbah Samudra Fawaid, SE. Workshop Turba oleh H Yusro, S.Ag, dan materi workshop peningkatan kapasitas pengurus Syuriyah oleh Kiai Abdal Malik.

Penulis: Khayaturrohman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button