Badan Otonom NU

GP Ansor Karangrena: Visi, Misi, Program dan Struktur Organisasi

Pimpinan Ranting GP Ansor Desa Karangrena, Kecamatan Maos, Kabupaten Cilacap melalui visi, misi, program dan struktur organisasi; telah menunjukan berbagai kontribusi langsung baik untuk internal organisasi yang berafiliasi terhadap induk organisasinya yaitu Nahdlatul Ulama (NU); juga sumbangsih pada pembangunan desa.

Berdiri Tahun 2018

Sebagai organisasi yang masih terbilang muda, berdiri pada tahun 2018 yang lalu, GP Ansor Karangrena masih terkendala dalam upaya membangun kaderisasi. Pun demikian, sejak tahun 2018 yang lalu belum menunjukan peningkatan yang signifikan.

Terhitung sampai dengan tahun 2022 tercatat anggota GP Ansor Karangrena aktif sebanyak sepuluh anggota; yang mana dalam waktu enam tahun sejak berdiri seharusnya jika organisasi itu efektif; mampu menjaring kader-kader baru dengan jumlah yang sepadan dengan usia organisasi. Baca juga :

Namun dalam keadaan apapun, tentu banyak fakor pendukung bagaimana organisasi itu dapat besar dengan adanya banyak kesamaan seperti; ideologi dan praktik-praktik social-keagamaan yang sama sebagai dukungan sistem organisasi kepemudaan berbasis keagamaan menjadi besar seperti GP Ansor.

Masih minimnya warga Nahdlatul Ulama (NU) di Desa Karangrena dan dapat dikatakan masih minoritas NU menjadi alasan kuat mengapa terjadi “macet” dalam kaderisasi GP Ansor. Tetapi besar atau kecilnya suatu organisasi jika itu dijalankan. Dengan segenap totalitas dan militansi bagaimana berkhidmat dalam organisasi; jumlah yang minim tentu bukan alasan yang mempengaruhi kualitas organisasi dapat berjalan termasuk minimnya anggota GP Ansor Karangrena.

Visi dan Misi 

Minimnya jumlah anggota organisasi yang kecil pada dasarnya merupakan tantangan berorganisasi. Besar atau kecil tantangan itu jika organisasi kecil dan minim dapat terus eksis itu sudah prestasi yang patut dibanggakan oleh anggota dan organisasi.

Namun kembali pada cita-cita berorganisasi itu sendiri, GP Ansor Karangrena meski minim keangotaannya tidak mau berhenti sebatas hanya eksis sebagai organisasi saja melainkan harus mampu berkontribusi sebagai pemuda yang islamis dan mampu menjadi penggerak perubahan social-ekonomi, kemausiaan, dan kemasyarakatan yang lebih baik.

Untuk itu organisasi yang kecil dan minim, harus benar-benar jelas dalam visi dan misi berorganisasi supaya terbangun efektivitas berorganisasi itu merupakan tantangan organisasi yang kecil seperti GP Ansor Karangrena. Baca juga : GP Ansor Karangrena, Bicara Kualitas Bukan Kuantitas

Struktur Organisasi

Membangun struktur organisasi yang kuat, sumber daya manusia yang revolusioner, dan mempunyai wawasan akan kemanusiaan dan kebangsaan serta keagamaan yang kuat; menjadi pondasi dasar GP Ansor di tingkatan yang paling kecil sampai besar akan efektif keberadaaanya termasuk GP Ansor Karangrena dengan berbagai dinamika organisasinya. Maka struktur organisasi yang kuat serta program-progam organisasi yang dijalankan menjadi kunci utama keberhasilan organisasi tidak peduli bersekala kecil maupun besar keberadaannya.

Kejelasan pos sumber daya manusia untuk program kerja menjadi catatan penting bahwa organisasi harus jelas bagaimana sumber daya itu diletakan, di pekerjakan, di evalusai hasilnya, dan dinikmati progress titik-titik akhir pencapaiannya.

Berikut structure organisasi beserta divisi program GP Ansor Pimpinan Ranting Desa Karangrena masa Khidmat tahun 2022-2024 yang ditetapkan pada rapat anggota pada hari ini Sabtu tanggal 05 bulan MARET tahun 2022 pukul 20.00 sampai dengan pukul 22.00 Waktu Indonesia Barat, bertempat di MASJID NURUL HUDA;

Pembina: Sumartono S.pd, Basit Wahib S.Kep MM  (Pembina)
Ketua : Dawami Na’im
Wakil Ketua (Korkel Banser) : Sutiman
Sekertaris : Toto Priyono
Bendahara : Wahidi

Divisi Kemanusiaan dan Kemasyarkatan : M. Wahyudi, Divisi Ekonomi dan Pembangunan : Wahidi, Divisi Dakwah (Rijalul Ansor) dan Keagamaan : Saring, Divisi Kaderisasi : Rosidi, Satiman, Muhasyim dan Mangsudiono

Baca juga :

Progam Kerja GP Ansor

Pimpinan Ranting GP Ansor Desa Karangrena, Kecamatan Maos, Kabupaten Cilacap sebagai Badan Otonom NU memiliki sejumlah program kerja, di antaranya:

  1. Kemanusiaan dan kemasyarakatan

Divisi ini merupakan embrio dari lahirnya JPZIS atau Jaringan Pengelola Zakat Infak dan Shadaqah Masjid Nurul Huda Karangrena pada Oktober 2021; yang dijalankan bersinergi dengan Banom NU seperti Muslimat, Fatayat, dan IPNU-IPPNU; yang langsung di ketuai dan di komandoni oleh Kader GP Ansor Karangrena, yaitu Wahyudi.

Beberapa pencapaian progam GP Ansor yang sudah terlaksana; yakni optimalisasi penerimaan zakat panenan, indentifikasi zakat fitrah serta infak dan shadaqah; yang mana terus di optimalisasi sebagai sarana mensejahterakan umat yang lebih baik khusunya di Desa Karangrena.

Sejauh tahun 2022 ini, infak dan shadaqah JPZIS Masjid Nurul Huda sudah mentaysarufkan senilai delapan juta rupiah untuk yatim dan duafa serta guru ngaji.

Rencana kedepan sebelum musim panen tiba dan harga beras dipasaran mulai melonjak, JPZIS akan mentasarufkan beras zakat panenan untuk masyarakat kurang mampu dan tidak punya lahan pertanian sebagai pertanggung jawaban pada public terkait progam kemanusiaan dan kemasyarakatan.

  1. Ekonomi dan Pembangunan Desa

Program pemberdayaan ekonomi masyarakat dan pembangunan desa oleh GP Ansor yakni melalui adanya Bank Sampah Sahabat Hijau sebagai instrumentasinya yang berkolaborasi dengan Fathayat NU. Baca juga : Bank Sampah Sahabat Hijau

Sejak di dirikan dan dijalankan pada Desember 2020 yang lalu; tercatat sudah sebanyak 150-an nasabah dan keuntungan bersih Bank Sampah Sahabat Hijau satu tahun mencapai 3 jutaan rupiah.

Pada September 2022, Bank sampah sahabat hijau bekerja sama dengan Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa) Renajaya Karangrena, yang mana saat ini Bank Sampah Sahabat Hijau sudah memiliki penampungan dan kendaraan oprasionalnya sendiri.

  1. Dakwah (Keagamaan)

Dalam jalannya dakwah berbasis keagaamaan, GP Ansor telah sukses memulai dengan ngaji kitab untuk anggota GP Ansor selama Ramadhan 2022. Selain itu Rutinan ngaji membaca al-quraan, tahlil dan yasin sejak ansor di dirikan pada tahun 2018 juga masih terus berjalan sebagai agenda rutin.

Maka untuk memaksimalkan peran dakwah sendiri, kedepan Dakwah GP Ansor Karangrena juga akan menyasar IPNU-IPPNU dan Badan Otonom NU lainnya; untuk berkolaborasi memaksimalkan peran dakwah keagamaan GP Ansor Karangrena. Sperti ngaji kitab bersama, belajar seni hadroh dan amaliyah-amaliyah lain khas Nahdlatul Ulama.

  1. Kaderisasi

Sejalan dengan program dakwah, pengenalan GP Ansor dalam bidang tersebut diharapakan dapat mengenalkan GP Ansor Karangrena lebih jauh pada generasi penerus. Dan berharap dalam program dakwah tersebut dapat menarik calon-calon kader potensial dari adik-adik IPNU.

Ditambah eksistensi Ranting NU Karangrena dengan berbagai program kegiatan serta sudah adanya TPQ dan Madin Nurul Huda; sehingga dapat menjadi sarana besar bagaimana masa depan NU Karangrena dapat cerah di masa depan.

Untuk itu dengan sarana yang sudah terintegrasi menjadi satu bagian, diharapkan kaderisasi juga dapat terus estafet keberadaannya. Supaya keberadaan NU di Karangrena dapat menjadi bermanfaat untuk semua umat.

Militansi GP Ansor

Sumber daya yang terbatas, serta cita-cita GP Ansor Karangrena dengan berbagai program yang sudah dilaksanakan dan menjadi acuan kerja organisasi ke depan. Semua program dari empat divisi yang ada yakni kemanusiaan, ekonomi, dakwah, dan kaderisasi butuh semangat dan konsistensi bersama dalam progress dan efektivitasnya.

Komitmen beorganisasi dan militansi untuk tetap menjalankan program setiap divisi menjadi pekerjaan rumah bersama GP Ansor Karangrena; sebagai organisasi pemuda yang berbasis agama terus memberi dampak pada kemajuan masyarakat desa dan bangsa.

Dengan cita-cita luhur sebelumnya menjalnakan organisasi, semua itu tidak terpaku dalam jumlah anggota dalam organisasi; tetapi bertumpu pada kualitas program kerja yang akan dilaksanakan, serta kapasitas “mampu” dalam menjalankan progam tersebut.

GP Ansor Karangrena dengan jumlah yang sedikit, sudah memperlihatkan progress dari tujuan berorganisasinya; dengan sudah terwujudnya program-program yang ada di dalam setiap divisinya.

Maka berorganisasi yang paling menantang orang-orang di dalamya adalah tetap dan mau konsisten menjalankan program; untuk mempertahankan kebaikan dan kebermanfaatan hidup dalam organisasi termasuk menjadi bagian dari GP Ansor Karangrena.

Baca juga : GP Ansor NU, Gerakan Pemuda Ansor Nahdlatul Ulama (NU)

Penulis: Toto Priyono
Editor: Munawar AM

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button