Munas-Konbes NU 2026 Skema Terintegrasi: Registrasi di Surabaya, Pembukaan di Bangkalan, Pleno di Ploso Kediri

NUCOM, Jakarta – Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama (NU) 2026 kali ini tampil beda. PBNU menetapkan skema terintegrasi lintas daerah: registrasi di Surabaya, pembukaan di Bangkalan Madura, dan seluruh sidang pleno dipusatkan di Pondok Pesantren Al Falah Ploso, Mojo, Kediri. 19-22 Juni 2026.
Rute Baru: Surabaya – Bangkalan – Ploso
Sekjen PBNU H Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menjelaskan alur rangkaian. Peserta registrasi di Surabaya, prosesi pembukaan digelar 20 Juni 2026 di Bangkalan, Madura, lalu seluruh kegiatan inti Munas-Konbes dipusatkan di Ploso Kediri pada 21-22 Juni 2026.
“Sesuai rencana, 19 Juni Registrasi Peserta di Surabaya, pembukaan 20 Juni di Bangkalan, 21-22 Juni Pleno di Ploso Kediri. Secara teknis dalam pematangan,” ujar Gus Ipul, Rabu (10/6/2026).

Ploso Kediri Jadi Titik Pusat Pleno
Meski pembukaan di Bangkalan, Ploso tetap jadi jantung acara. Lebih dari 500 peserta dan peninjau dari PCNU/PWNU se-Indonesia akan berkumpul di sana. Ploso dipilih karena kesiapan sarana dan semangat khidmah keluarga besar Al Falah Ploso di bawah KH Nurul Huda Jazuli.
“Kami sampaikan terima kasih setinggi-tingginya ke keluarga besar Ploso lewat Kiai Huda Jazuli yang bersedia jadi tuan rumah Munas-Konbes 2026,” tegas Gus Ipul.
Jembatan Menuju Muktamar Agustus 2026
Jajaran PBNU Rais Aam KH Miftachul Akhyar, Wakil Rais Aam KH Anwar Iskandar, dan Prof M Nuh bersama Gus Ipul sebelumnya diberitakan sowan ke Ploso minta doa restu sekaligus ntuk finalisasi teknis. Pertemuan berlangsung santai bersama KH Huda Jazuli dan Gus Kautsar.
Adapun Munas membahas keputusan keagamaan strategis. Konbes merumuskan kebijakan organisasi. Hasilnya jadi bahan utama Muktamar NU ke-35 Agustus 2026.
“Kami mohon doa seluruh jamaah NU dan masyarakat Indonesia agar rangkaian menuju Muktamar berjalan lancar, sukses, dan penuh berkah,” tutup Gus Ipul.
Catatan Redaksi, adapun Skema 3 wilayah ini menunjukkan PBNU ingin mengikat silaturahmi ilmu dan hikmah, Surabaya-Bangkalan, Madura-Kediri sekaligus menegaskan Pesantren Ploso sebagai episentrum keputusan jam’iyah. (IHA)





