Ploso Uji Kedirian NU: Munas-Konbes Jalan Musyawarah atau Panggung Manuver Muktamar?

NUCOM – Nama forumnya Musyawarah Nasional (Munas) dan Konferensi Besar (Konbes) NU. Tujuannya jelas: merumuskan gagasan, membahas persoalan umat, menyiapkan arah jam’iyah yang bermartabat. Nah di sini Ploso lagi menguji Kedirian NU: Munas-Konbes Jalan Musyawarah atau Panggung Manuver Muktamar?

Manuver Muktamar

Begitu masuk banyak ragam pembahasan. Namun begitu juga langkah ini masuk, dari forum ke forum, baik formal maupun tidak, pertanyaan lain justru muncul: forum intelektual-keulamaan, atau panggung manuver Muktamar yang sedang menyamar?

Di atas kertas semua begitu indah. Di lorong-lorong kekuasaan, bisik soal suksesi lebih keras dari suara diskusi kemaslahatan. Padahal para muassis dulu membangun NU lewat istikharah dan musyawarah. Tantangan hari ini: jangan biarkan Munas-Konbes NU berubah jadi arena adu pengaruh yang mengikis substansi.

Karena ketika musyawarah kalah oleh manuver, yang menang bukan keputusan terbaik. Yang menang kelompok paling kuat. Ploso, karena itu, sedang menguji kedewasaan NU.

Munas-Konbes: Laboratorium Pemikiran, Bukan Ruang Tunggu

Munas-Konbes NU seharusnya jadi laboratorium pemikiran. Tempat AHWA, Syuriyah, Tanfidziyah, PWNU, PCNU, banom, duduk sama-sama membaca zaman dengan kacamata kitab dan maslahat. Jangan sampai turun kasta menjadi “ruang tunggu Muktamar” yakni tempat manuver politik, bukan musyawarah keilmuan.

Seruan Masyayikh

Di sela Ramah Tamah di Pesantren Al-Falah Ploso para Masyayikh NU, para kiai sepuh bersatu menyampaikan seruan resmi.

Seruan itu keluar setelah mencermati dinamika menjelang Munas-Konbes NU, selain para Masyayikh memohon pertolongan Allah agar khittah, marwah, persatuan NU tetap terjaga.

Seruan Masyayikh resmi keluar Tanggal 4 Muharam 1448 H / 20 Juni 2026 M, berisi Tiga Titik Kritis, apa saja intinya:

1. Batalkan Usulan yang Menggeser Karakter AHWA.

Munas-Konbes harus bijaksana dan hati-hati. Jangan bahas materi yang menjauhkan hubungan historis-kultural-spiritual NU dengan masyayikh dan pesantren.

Soal AHWA: kembalikan sebagai forum keulamaan murni – bertumpu pada kedalaman ilmu, akhlak, pengabdian, pengakuan ulama di lingkungan NU.

Karena itu, usulan calon AHWA harus pengurus Syuriyah, dan representasi kewilayahan dibatalkan. Usulan mengubah larangan rangkap jabatan politik juga dibatalkan.

2. Muktamar 2026 Harus Pulang ke Pesantren.

Pesantren adalah rumah besar NU. Pusat transmisi ilmu, adab, tradisi, kepemimpinan ulama. Fondasi jam’iyah.

Maka masyayikh berharap *Muktamar NU 2026 digelar di lingkungan pondok pesantren*. Sebagai penghormatan pada sejarah, mata rantai keilmuan, dan sumber kekuatan NU mengabdi untuk agama-bangsa-negara.

3. Jaga Adab, Utamakan Persatuan.

Seruan untuk semua: peserta, panitia, pimpinan, pengurus. Jaga ketertiban, akhlak, adab musyawarah. Kedepankan persatuan jam’iyah.

Keyakinan Masyayikh bahwa selama ulama dihormati, pesantren dikuatkan, persatuan dijaga – NU akan terus mampu berkhidmah.

Doa penutup seruan: “Semoga Allah menjaga NU, menyatukan hati warganya, membimbing pemimpinnya, memberkahi ulama, masyayikh, santri, dan seluruh pengabdi jam’iyah.”

Penandatangan: KH Nurul Huda Jazuli, KH Anwar Manshur, KH A. Kafabihi Mahrus, Prof KH Ma’ruf Amin, Prof KH Said Aqil Siroj, KH Muhammad Khalil As’ad, KH Abdullah Ubab Maimoen, KH Ali Akbar Marbun, KH Ubaidillah Shodaqoh, KH Ali Kholil, Prof KH Asep Saifuddin Chalim, KH Ah Syatibi Hambali, KH Mas’ud Masduqi.

Catatan Redaksi NUCOM

Ploso hari ini bukan sekadar lokasi. Ploso adalah pertanyaan. Apakah NU masih sanggup menundukkan ambisi politik demi adab keulamaan? Apakah keputusan besar masih lahir dari istikharah, bukan dari lobi?

Jika jawabannya “ya”, maka Munas-Konbes 2026 akan dikenang sebagai forum yang mengembalikan ruh NU ke akar yakni pangkuan pesantren. Jika “tidak”, maka sejarah akan mencatat: di Ploso, musyawarah pernah kalah oleh manuver.

Pilihan ada di tangan para peserta. NU sedang menatap dirinya sendiri di cermin Ploso. (IHA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button