LAZISNU Cilacap Sembelih 693 Dam Haji; Sasar Fakir Miskin

NU CILACAP ONLINE – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Cilacap melalui Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Cilacap menggelar penyembelihan hewan dam haji tamattu secara serentak pada Kamis (28/05/2026). Prosesi penyembelihan yang bertepatan dengan hari tasyrik kedua (11 Zulhijah 1447 H) ini dipusatkan di halaman Masjid Nur Tjokrosiwoyo, serta tersebar puluhan titik lainnya di wilayah Kabupaten Cilacap.

Ketua PCNU Cilacap, KH Paiman Sahlan, menyampaikan bahwa penyembelihan dam ini diperuntukkan bagi jemaah haji yang tergabung dalam Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah Nahdlatul Ulama (KBIHU NU) Cilacap yang saat ini sedang menunaikan ibadah di tanah suci.

“Dari total sekitar 890-an jemaah KBIHU NU, sebanyak 693 jemaah memercayakan pengelolaan dam tamattu mereka melalui LAZISNU. Selebihnya disalurkan via Baznas dan lembaga lainnya,” ujar K.H. Paiman Sahlan saat ditemui di lokasi utama penyembelihan.

Ketua PCNU Cilacap KH Paiman Sahlan saat membuka penyembelihan dam haji (28/05/2026)

Beliau juga menegaskan bahwa peruntukan daging dam ini memiliki regulasi yang spesifik. Berbeda dengan daging kurban biasa yang bisa didistribusikan lebih luas, daging dam haji tamattu secara khusus wajib disalurkan kepada kaum fakir miskin. Baca juga Daging Dam Tepat Sasaran, Inilah Penjelasan Syar’i dan Formulasinya 

Distribusi Berbasis Kontribusi Kecamatan

Secara teknis, LAZISNU Cilacap membagi proses penyembelihan ke dalam 24 titik yang tersebar di seluruh kabupaten. Kepala Cabang LAZISNU Cilacap, Farah Dibba, menjelaskan bahwa setiap kecamatan akan mendistribusikan antara 25 hingga 50 ekor kambing. Baca juga PCNU Cilacap Putuskan Penyembelihan Dam Haji di Luar Tanah Haram Diperbolehkan…

“Penentuan jumlah distribusi kambing di tiap wilayah dipengaruhi oleh dua hal utama, yaitu jumlah jemaah haji asal kecamatan tersebut dan seberapa besar perolehan infak yang dikumpulkan oleh wilayah yang bersangkutan,” urai Farah.

Dari total 693 hewan dam yang disembelih, satu ekor kambing diestimasi dapat menghasilkan 10 hingga 15 kantong daging siap salur. Dengan kalkulasi tersebut, LAZISNU Cilacap menargetkan akumulasi penerima manfaat mencapai 10.000 jiwa di seluruh wilayah Kabupaten Cilacap.

Dalam menentukan sasaran penerima, LAZISNU menerapkan skala prioritas yang ketat agar bantuan tepat sasaran dan memberikan dampak sosial yang optimal. Selain fakir miskin secara umum, prioritas utama diberikan kepada para munfik (pemberi infak) Koin NU yang secara ekonomi masuk dalam kategori fakir miskin.

Langkah ini diambil untuk memastikan tidak ada warga kurang mampu yang merasa terabaikan di tengah momentum Iduladha dan hari tasyrik. Farah menekankan pentingnya kehadiran lembaga di saat masyarakat sangat membutuhkan.

“Kami ingin menjaga kepercayaan (trust) umat. Melalui program ini, LAZISNU membuktikan diri hadir langsung di tengah-tengah masyarakat, merangkul mereka yang selama ini ikut membesarkan Koin NU, sekaligus memastikan kebahagiaan hari raya ini merata,” pungkas Farah. (Naeli Rokhmah)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button