Menara Masjid Pesantren Tambakberas; Sejarah, Makna, dan Pesan Spritualitas

NUCOM, Jombang — Misteri 4 Huruf Arab yang menghiasi dinding menara Masjid kuna Pesantren Tambakberas menyimpan jejak sejarah perjuangan kemerdekaan bangsa dan simbol spritualitas luhur. Inilah Menara Masjid Pesantren Tambakberas, Sejarah, Makna dan Pesan Spritualitas.
Makna 4 Huruf Hijaiyah: ح ر ت م
Di balik megahnya Masjid Jami’ Bahrul Ulum Pondok Pesantren Tambakberas, Jombang, ternyata menyimpan nilai budaya masa lalu yang penting diketahui.
Menara masjid yang dibangun sekitar tahun 1910 ini menyimpan “misteri” berupa empat huruf Arab yang diyakini sebagai simbol perjuangan kemerdekaan bangsa.
Keempat huruf hijaiyah itu adalah ح ر ت م atau dibaca Hurrun Tammun yang artinya “Kemerdekaan yang Sempurna”.
Baca juga: Kiai Wahab, Sepanjang Hayat Semangatnya Tak Pernah Luntur
Pesan Rahasia dari Mbah Hasbullah
Misteri tulisan itu bermula dari KH Hasbullah Sa’id, tokoh besar NU dan ayahanda KH Abdul Wahab Hasbullah. Setelah melakukan tirakat dan riyadlah panjang, Mbah Hasbullah menuliskan kalimat singkat di menara masjid dan menutupnya dengan kain satir.
Menjelang wafat, beliau berpesan kepada salah satu santrinya:
“Lek misale aku mati, omongno nang Wahab kongkon buka tulisan nak menara tahun 1948”
Artinya: “Kalau aku sudah meninggal, katakan pada Wahab untuk membuka tulisan di menara tahun 1948”.
Beberapa bulan setelah pesan itu disampaikan, Mbah Hasbullah wafat. Sesuai wasiat, pada tahun 1948, KH Abdul Wahab Hasbullah membuka isi tulisan tersebut. Proses pembukaan diiringi pembacaan Shalawat Burdah oleh para santri.
Ternyata isinya sangat singkat: حر تم Hurrun Tammun – Kemerdekaan yang Sempurna. Tahun 1948 bertepatan dengan saat kemerdekaan Indonesia mulai diakui dunia dan Agresi Militer Belanda berhasil dipukul mundur.
Baca juga: KH Abdul Wahab Hasbullah: Seniman dan Budayawan Muslim Indonesia Sejati
Lebih dari Sekadar Menara
Selain menyimpan kode rahasia, Menara yang kemudiqn berjuluk Bahrul Ulum sejak 1965 itu, punya jejak sejarah penting:
- Simbol Kode Rahasia: Empat huruf itu melambangkan tekad kemerdekaan jauh sebelum Proklamasi 1945.
- Pusat Komando Ulama: Menara dan area masjid menjadi titik kumpul Laskar Hizbullah serta tempat penyusunan strategi melawan penjajah. KH. Hasyim Asy’ari dan para ulama NU juga menjadikan tempat ini sebagai markas perjuangan.
- Bentuk Arsitektur: Desain melingkar pada menara kuno itu memiliki makna filosofis sebagai simbol persatuan umat.
- Cagar Budaya: Kini menara tersebut menjadi salah satu ikon bersejarah tertua di Kabupaten Jombang. Bangunan ini terus dirawat dan dipercantik sebagai saksi lahirnya Nahdlatul Ulama.
Dulu, usaha riyadlah mendukung kemerdekaan juga dilakukan Mbah Chasbullah dengan menyuruh santrinya i’tikaf dan membaca Shalawat Burdah sehari penuh. Sementara beliau sendiri berdoa dengan khusyuk di rumahnya.
Kini, menara setinggi puluhan meter itu berdiri kokoh. Tak hanya sebagai penanda waktu salat, tapi juga sebagai pengingat bahwa kemerdekaan bangsa ini juga diperjuangkan lewat doa, tirakat, dan strategi para ulama. (IHA)
Baca juga: Siaga Ekstra Ketat, Muktamar NU Ke-35 di Tambakberas: Pasang 450 CCTV, Ribuan Personil Diturunkan





