Nyai Tri Winartiah Rojikin Terpilih Jadi Ketua Muslimat NU Dayeuhluhur Masa Khidmah 2026-2031

DAYEUHLUHUR, NUCOM — Konferensi Pimpinan Anak Cabang (Konferancab) Muslimat NU Dayeuhluhur berlangsung khidmat dan penuh kekeluargaan. Dari forum musyawarah yang dihadiri 14 Ranting Muslimat se-Kecamatan Dayeuhluhur itu, Nyai Tri Winartiah Rojikin terpilih secara aklamasi sebagai Ketua PAC Muslimat NU Dayeuhluhur Masa Khidmah 2026-2031.
Calon Tunggal
Pemilihan yang berlangsung di Pendopo Kecamatan Dayeuhluhur pada Ahad (27/9/2026), hanya ada satu calon tunggal. Dengan penuh amanah, Nyai Tri Winartiah menerima kepercayaan tersebut.
“Terima kasih atas kepercayaannya kepada saya. Semoga saya bisa memimpin dengan amanah dan semoga Muslimat NU Dayeuhluhur yang telah baik menjadi lebih baik lagi,” ujarnya.
Sebelumnya, PAC Muslimat NU Dayeuhluhur dipimpin oleh PLT Dra. Enung Nurhayati. Konferancab kali ini dihadiri lengkap oleh utusan ranting — masing-masing 3 orang yakni Ketua, Sekretaris, Bendahara, serta 30 pengurus PAC, MWCNU, dan Fatayat.

Rangkaian acara dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan shalawat, dilanjutkan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Subbanul Wathon, dan Mars Muslimat. Kemudian dilanjutkan sambutan panitia, sambutan MWCNU, sambutan Camat, sambutan PC Muslimat NU Cilacap, dan ditutup tawasul serta doa oleh KH. Rasan, Syuriyah MWCNU Dayeuhluhur.
Camat: Muslimat Adalah Penjaga Keluarga dan Gizi Masyarakat
Camat Dayeuhluhur, Eman Suherman, dalam sambutannya menyampaikan terima kasih yang mendalam atas kontribusi Muslimat.
Dia melihat, yang hadir dari tiap ranting kebanyakan adalah perangkat desa dan ibu-ibu PKK yang aktif. Artinya, Muslimat adalah motor penggerak desa.
“Terima kasih telah menjaga Dayeuhluhur menjadi lebih baik. Saya mengajak Muslimat untuk terus bekerja sama dengan kecamatan, terutama dalam program meningkatkan kualitas keagamaan. Alhamdulillah ibu-ibu Muslimat paling aktif di majelis taklim, pesertanya paling banyak,” tutur Camat Eman.
Dia juga mengingatkan peran sentral Muslimat dalam keluarga,
“Yang menjaga anak cucu rata-rata Muslimat, bukan bapak-bapak yang ada di rumah. Muslimat juga yang menentukan gizi keluarga, yang menentukan masakan, juga Muslimat.” Terangnya.
Menjelang beberapa desa yang akan melaksanakan Pilkades, Camat juga berpesan agar Muslimat ikut menjaga kondusivitas. Karena Muslimatlah yang setiap hari berkumpul, riung bersama ibu-ibu di majelis-majelis.
PC Muslimat: Muslimat Itu Power di Balik Layar
Sambutan PC Muslimat NU Cilacap, Nyai Hj. Nasirotudiniyah, menegaskan apa yang disampaikan Camat.
Menurutnya, Muslimat adalah pendorong, pengatur, sekaligus mobilisator kehidupan berorganisasi dalam keluarga juga dalam masyarakat.
“Terutama dalam setiap acara keagamaan, yang bikin makanan, snack, dan sebagainya tetap Muslimat. Pengajian di Masyarakat seperti Muludan dominan Muslimat, Mujahadah, Istighosah, kontribusi Muslimat paling banyak,” jelasnya.
Muslimat adalah manusia yang sangat power punya kekuatan besar, tapi jarang terlihat karena khidmahnya ada di balik layar — di urusan logistik, snack, makan-minum. Di sanalah letak keikhlasan.
“Jangan dilihat kecil, itulah jalan khidmah organisasi,” tegasnya.
Dia juga mengingatkan, Muslimat tidak hanya soal pengajian. Di bawah naungannya ada banyak lembaga pendidikan, PAUD/TK Muslimat NU Mashitoh, Madrasah Diniyah, dan Majlis Taklim lainnya. Muslimat merawat umat dari piring makan hingga pendidikan anak.
Muslimat Tak Pernah Padam
Dengan terpilihnya Nyai Tri Winartiah Rojikin, harapan baru tumbuh di Dayeuhluhur. Bahwa Muslimat akan terus menjadi penjaga keluarga, penjaga gizi, penjaga agama, dan penjaga kondusivitas desa — dengan kelembutan ibu, namun dengan kekuatan yang tak pernah padam.***(IHA)
Baca juga: Ulama Umara Dayeuhluhur Bangun Sinergi, Kekuatan Moral-Keagamaan dan Kebijakan Publik





