Siaga Ekstra Ketat, Muktamar NU Ke-35 di Tambakberas: Pasang 450 CCTV, Ribuan Personil Diturunkan

NUCOM, Jombang, Surabaya – Hitung mundur dimulai! Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama yang akan digelar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, 27–31 Agustus 2026 dipastikan akan dijaga ekstra ketat, 450 CCTV dan Ribuan personil diturunkan.

Panitia lokal bergerak penuh ekstra, memastikan keamanan maksimal untuk forum tertinggi organisasi Islam terbesar di dunia itu.

“Kita harus berpikir lebih dari biasanya. Jumlah yang datang nantinya di luar normal,” tegas Ketua Panitia Lokal, KH Abdurrazaq Sholeh (Gus Rozaq), usai Apel Siaga di GSG KH Hasbullah Said, Rabu (22/7/2026).

Baca juga: Bursa Caketum Menghangat. PBNU: Ini Cermin Demokrasi, Lokasi Tambakberas, Jombang 100 Persen Siap

Kerahkan Ribuan Keamanan, Pasang 450 CCTV

Untuk menjaga kondusivitas selama Muktamar, 5 hari penuh, panitia mengerahkan ribuan personel gabungan dari berbagai unsur:
– Keamanan Internal Pondok
– Ansor-Banser, Gasmi (Gerakan Aksi Silat Muslimin Indonesia), Pagar Nusa
– TNI & Polri

Pengawasan diperkuat teknologi mutakhir yakni sejumlah 450 unit CCTV 24 jam dipasang di titik-titik vital. Dengan perincian sebagai berikut;
– 50 CCTV memantau seluruh akses jalan menuju Tambakberas
– 400 CCTV fokus mengunci 6 titik krusial di dalam gedung sidang, komisi, dan area utama

“Semuanya bisa dipantau setiap pergerakan orang keluar-masuk. Ini demi memastikan Muktamar berjalan khidmat, tertib, dan aman,” ujar Ketua Umum Yayasan Bahrul Ulum tersebut.

Baca juga: Dari Muktamar Kebudayaan Ke Muktamar Politik PBNU

MEKANISME PILIH KETUM PBNU

Di tengah persiapan fisik, PBNU juga melempar wacana besar. Muktamar ke-35 berpeluang mengubah total cara memilih Ketua Umum PBNU.

Sekretaris Steering Committee Muktamar, Prof. Mohammad Nuh, menyebut ini adalah jawaban NU atas tantangan zaman yang semakin kompleks.

Dalam konferensi pers di Kantor PWNU Jatim, Rabu (22/7/2026), Prof. Nuh menjelaskan skema baru: PWNU dan PCNU tidak lagi hanya mengusulkan 1 nama. Jumlahnya bisa 3, 5, 7, hingga 9 nama.

Baca juga: Lamaran Agung Tegalrejo: 23 PCNU Jateng Pinang Gus Yusuf Jadi Ketum PBNU

Nama-nama dengan dukungan terbanyak kemudian ditabulasi dan diserahkan kepada Rais Aam terpilih bersama Ahlul Halli wal Aqdi (Ahwa) untuk menetapkan 1 orang Ketum.

“Konsepnya bergeser dari _individual leadership_ menjadi _collectivity leadership_. Kepemimpinan kolektif, bukan bertumpu pada satu figur,” jelas Mantan Mendikbud era SBY itu.

Sementara itu, mekanisme pemilihan Rais Aam tetap. Sembilan anggota Ahwa dari usulan PWNU-PCNU yang akan menetapkan siapa Rais Aam.

Kendati demikian, Prof. Nuh menegaskan seluruh usulan tersebut belum menjadi keputusan final. Mekanisme pemilihan Rais Aam maupun Ketua Umum PBNU baru akan ditetapkan dalam musyawarah sidang Muktamar ke-35 NU yang berlangsung di Jombang pada 27–31 Agustus 2026.

Sekjen PBNU Gus Ipul mengimbau seluruh warga NU untuk hanya merujuk pada informasi resmi. “Jangan mudah percaya hoaks atau informasi yang menyesatkan,” pungkasnya.

Muktamar ke-35 bukan sekadar musyawarah 5 tahunan. Ini adalah *penegasan khidmah NU untuk bangsa* dengan pengamanan terjamin dan format kepemimpinan yang lebih kuat, kolektif, dan siap menjawab tantangan masa depan. (IHA)

Baca juga: 26 Ribu Nahdliyin Ikut Poling: Gus Rozin Teratas, Siapa Calon Kuat Ketum PBNU Masa Depan?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button