Jelang Muktamar NU Ke-35, Bursa Caketum Menghangat. PBNU: Ini Cermin Demokrasi, Lokasi Tambakberas, Jombang 100 Persen Siap

NUCOM, Jakarta,Jombang – Dinamika menjelang Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, semakin terasa, menghangat. Sejumlah nama mulai bermunculan di bursa calon Ketua Umum (Caketum) PBNU, sementara panitia pusat dan lokal terus mematangkan persiapan teknis.
Hal itu disampaikan langsung oleh Ketua Bidang Hukum dan Media PBNU Profesor KH. Muhammad Mukri (67) dan Ketua Steering Committee (SC) Muktamar Ke-35 NU KH. Ahmad Said Asrori saat meninjau lokasi pada Sabtu (18/7/2026) kemarin.
Baca juga: Muktamar Beruntun: Lesbumi Membuka Jalan, PBNU Melanjutkan Perjalanan
“Banyak yang Ingin Maju Itu Wajar, Cermin Demokrasi NU”
Profesor KH. Muhammad Mukri menyebut suasana yang mulai menghangat menjelang muktamar adalah hal yang lumrah untuk organisasi sebesar NU.
“Kalau kemudian agak-agak hangat, ada banyak yang ingin maju menjadi Ketua Umum, ya biasalah. Itu justru menjelaskan bahwa warga Nahdliyin pro-demokrasi, ada penyampaian aspirasi,” kata Guru Besar ilmu ushul Fiqh, Profesor Mukri kepada wartawan.
Baca juga: Radar Nahkoda Masa Depan PBNU
Caketum PBNU Siapa Saja?
Dia merinci sejumlah nama yang kini masuk radar bursa Caketum PBNU, antara lain: KH. Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya selaku Ketum PBNU petahana, KH. Zulfa Mustofa Wakil Ketum PBNU, KH. Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin Ketua PWNU Jatim, KH. Abdul Ghaffar Rozin atau Gus Rozin Ketua PWNU Jateng, Menteri Agama Nasaruddin Umar, Gudfan Arif Bendahara Umum PBNU, KH. Muhammad Yusuf Chudlori atau Gus Yusuf Pengasuh Ponpes API Tegalrejo, hingga KH. Abdussalam Shohib atau Gus Salam.
Baca juga: Dari Muktamar Kebudayaan Ke Muktamar Politik PBNU
Penuhi Syarat Rukun
Meski banyak nama bermunculan, Frofesor yang lahir di Lampung pada 16 April 1959 itu menegaskan belum ada satupun yang benar-benar mendominasi.
“Ya sekarang sih kalau ngomong mengerucut, belum ya, masih jauh. Tapi nanti ending-nya seperti apa, mengerucutnya nanti ketika muktamar, dan memenuhi syarat rukunnya gak?,” ujarnya.
Dia menjelaskan, peta dukungan masih sangat dinamis karena proses pencalonan baru akan dimulai saat forum muktamar.
Berdasarkan aturan Perkum, seorang bakal calon harus mengantongi minimal 99 suara dari PCNU dan PWNU untuk bisa maju.
“Kalau ternyata kurang dari situ kan enggak memenuhi untuk jadi calon. Nanti bisa saja semacam koalisi,” jelas suami dari Hj. Anisah Hafidh ini.
Baca juga: Gowes Ontel Dari Kaltim Ke Jatim Demi Muktamar NU KE-35 di Tambakberas Jombang. Siapa Dia?
PBNU Ziarah Mbah Wahab dan Tinjau Lokasi
Adapun Ketua SC Muktamar Ke-35 NU KH. Ahmad Said Asrori bersama rombongan melakukan peninjauan langsung ke Ponpes Bahrul Ulum Tambakberas sebagai lokasi Muktamar 27-31 Agustus 2026.
Mengawali kunjungan dengan ziarah ke makam almagfurlah KH. Abdul Wahab Chasbullah, salah satu pendiri NU, di kompleks pesantren.
“Kami mengawali kunjungan ini dengan ziarah ke makam Almaghfurlah KH Wahab Chasbullah. Karena muktamar ini tidak hanya soal agenda organisasi, tapi juga melanjutkan perjuangan para muassis,” tutur Kiai Said.
Setelah itu, rombongan mengecek titik-titik vital: area pembukaan, lokasi sidang, lahan parkir, hingga area bazar.
Baca juga: Tuan Rumah Muktamar NU ke-35 Siap Akomodasi Muktamirin 100 Persen
Infrastruktur Muktamar Rampung
Ketua Yayasan Bahrul Ulum sekaligus Ketua Panitia Lokal KH. Abdurrozaq Sholeh atau Gus Rozaq memastikan infrastruktur utama sudah rampung.
“Kalau secara umum sudah selesai. Tinggal finishing untuk area parkir dan bazar yang berada di kawasan sawah timur,” jelasnya.
Untuk fasilitas dasar, Gus Rozaq memastikan MCK sudah 100% siap.
“Untuk kesiapan fasilitas kami bisa katakan sudah 100%. MCK sudah siap, lokasi pembukaan sudah disurvei, area-area kegiatan juga sudah dicek langsung oleh tim PBNU. Sekarang tinggal menyelesaikan beberapa pekerjaan teknis terakhir,” katanya.
Pernyataan ini sejalan dengan hasil survei lapangan tim PBNU. Kiai Said pun menyampaikan apresiasi.
“Alhamdulillah Pondok Bahrul Ulum benar-benar telah menyatakan kesiapan dan kesediaannya menjadi tuan rumah perhelatan besar ini. Kita berharap muktamar nanti berjalan dengan baik, penuh kebahagiaan, sukses, berkah dan membawa manfaat bagi warga NU, pesantren, bangsa, dan negara,” ungkapnya.
PBNU Menyiapkan Materi Muktamar
Sementara itu, Profesor KH. Muhammad Mukri juga memastikan persiapan non-teknis berjalan lancar.
“Kalau masalah lokasi sudah fix, enggak ada masalah. Tinggal sekarang mempersiapkan materi-materi muktamar,“ tuturnya.
Dengan kesiapan lokasi yang hampir rampung dan dinamika politik organisasi yang menghangat, Muktamar NU Ke-35 di Tambakberas, Jombang, banyak tokoh memprediksi menjadi salah satu muktamar paling dinamis sepanjang sejarah NU. (IHA)
Baca juga: Susunan Lengkap PBNU Masa Khidmat 2022-2027





