Tradisi Nyuguh dan Nyalar di Sungai Cijolang Dayeuhluhur Rekatkan Warga Perbatasan Jabar-Jateng

NUCOM, Ciamis —- Sungai Cijolang Dayeuhluhur yang membelah dua provinsi akan kembali menjadi saksi pertemuan budaya. Tradisi adat Budaya Nyuguh dari Jawa Barat dan Nyalar dari Jawa Tengah akan digelar bersamaan pada Minggu, 9 Agustus 2026 Masehi / 24 Sapar 1960 Saka.

Acara ini mempertemukan Kampung Kuta, Desa Karangpaningal, Ciamis, Jawa Barat dengan Kampung Kamuning, Desa Matenggeng, Cilacap, Jawa Tengah dalam semangat “Batas Dua Provinsi, Satu Sungai, Satu Budaya, Satu Persaudaraan”.

Prosesi Sakral: Kupat Ditukar Ikan Asin dan Garam

Inti dari tradisi ini adalah pertukaran hasil bumi sebagai simbol persaudaraan, kelimpahan, dan keberkahan lintas batas.

Rombongan adat dari Jawa Tengah akan menyeberangi Sungai Cijolang menggunakan rakit bambu sambil membawa ikan asin dan garam. Sesampainya di seberang, mereka akan disambut prosesi Nyuguh oleh warga Kampung Kuta, Ciamis, Jawa Barat.

Puncaknya adalah acara serah terima: warga Jawa Barat menyerahkan Kupat yang sudah masak berwarna coklat alami sebagai tanda syukur, dan ditukar dengan ikan asin dan garam dari Jawa Tengah.

“Lestarikan Tradisi, Pererat Silaturahmi, Jaga Warisan Leluhur” menjadi pesan utama dari kegiatan yang sudah turun-temurun ini.

Rundown Acara

Rangkaian acara berlangsung pada hari Minggu, 9 Agustus 2026 Masehi / 24 Sapar 1960 Saka. Mulai pukul 13.00 WIB di tepi Sungai Cijolang, dengan estimasi sebagai berikut:

  • – 13.00 – 15.00: Acara adat dan festival di Kampung Kamuning, Desa Matenggeng, Cilacap
  • – 15.00 – 15.15: Masyarakat Adat Kampung Kuta turun ke tepi barat Sungai Cijolang
  • – 15.15 – 15.30: Persiapan dan rangkaian NYALAR oleh pihak Jawa Tengah
  • – 15.30 – 16.00: Rombongan Jawa Tengah menyeberang Sungai Cijolang menuju Kampung Kuta
  • – 16.00 – 17.00: Prosesi adat NYUGUH oleh pihak Kampung Kuta
  • – 17.00 – 17.15: Serah terima Kupat dengan Ikan Asin dan Garam
  • – 17.15 – 17.30: Rombongan Jawa Tengah kembali menyeberang dan mengakhiri kegiatan dengan doa penutupan.

Selain prosesi inti, acara juga dimeriahkan dengan Festival dan Kirab Budaya serta Pikulan Gotongan yang menampilkan kekayaan budaya kedua kampung.

Ketentuan untuk Peserta dan Pengunjung

Aktivis LESBUMI NU Dayeuhluhur Ceceng Rusmana mewakili atas nama panitia setempat mengimbau para peserta dan pengunjung untuk mematuhi ketentuan:

  1. Pakaian Adat: Pihak Kampung Kuta mengenakan serba putih. Pihak Jawa Tengah mengenakan atasan putih dan bawahan hitam atau jarik batik.
  2. Membawa payung dan bekal air minum karena cuaca di tepi sungai cukup terik.
  3. Titik parkir: Motor sekitar 100 meter dan mobil sekitar 200 meter sebelum lokasi acara.
  4. Mengikuti petunjuk keamanan dari juru kunci dan pemandu di lokasi.

Tradisi Nyuguh-Nyalar ini menjadi bukti bahwa meski berbeda provinsi, warga di bantaran Sungai Cijolang tetap menjaga satu akar budaya dan persaudaraan yang kuat. (IHA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button