Ketum PBNU Gus Kikin Targetkan Susunan Kepengurusan PBNU 2026–2031 Tuntas Akhir September, Dorong Penguatan Qanun Asasi

Jombang, NUCOM — Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) terpilih, KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin), menargetkan susunan kepengurusan PBNU masa khidmah 2026–2031 rampung akhir September 2026. Sekaligus Dorong Penguatan Qonun Asasi.
Menurutnya target itu berarti 30 hari setelah Muktamar NU Ke 35 di PP Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, yang digelar 27–31 Agustus 2026.
“Itu standarnya, itu hal pengetahuan umum organisasi setelah Muktamar 30 hari baru tersusun. Doakanlah cepat selesai, habis itu mulai ada program-program NU ke depan lagi,” ujar Gus Kikin, Senin (7/9/2026).
Fokus Percepatan Kerja Organisasi
Menurut Gus Kikin, percepatan penyusunan kepengurusan penting agar roda organisasi segera berjalan. Setelah struktur tuntas, PBNU bisa langsung mengeksekusi berbagai program pelayanan kepada masyarakat.
“Kita berharap penyusunan ini segera selesai agar PBNU bisa kembali menjalankan berbagai program organisasi dan memberikan pelayanan kepada umat,” tegasnya.
Sembari itu, Tim Formatur PBNU yang beranggotakan 9 orang kini masih bekerja merampungkan nama-nama pengurus untuk periode 2026–2031.
Baca juga: Gus Kikin: Visi Profetik NU Adalah “Kembali Ke Akar”
Penguatan Qanun Asasi
Selain struktur, Gus Kikin menyebut penguatan Qanun Asasi menjadi salah satu agenda prioritas kepengurusan baru.
Dia menjelaskan, Qanun Asasi adalah dokumen dasar berdirinya NU pada 1926 yang ditulis oleh Hadratussyekh KH Muhammad Hasyim Asy’ari.
Dokumen ini sempat hilang sebagian. Saat NU menjadi partai politik tahun 1952, lalu kembali ke Khittah 1984, hanya ditemukan 1 bab. Tiga tahun lalu, bab-bab lainnya baru ditemukan lengkap.
“Itu kemudian kita susun sebagai buku Qanun Asasi. Kemarin kita bagikan pada saat Muktamar itu,” imbuh Gus Kikin.
Buku tersebut, kata dia, tidak hanya untuk dibaca, tapi harus diaplikasikan. Nilai-nilainya sejalan dengan karakter NU yang inklusif dan membangun kebersamaan.
“Buku itu nanti dibaca dan diaplikasikan, karena NU itu sangat inklusif, NU itu lebih kepada kita membangun kebersamaan,” ujarnya.
Baca juga: Kiai Abdal Malik; Jangan Sampai Kader NU Tak Paham Qanun Asasi
Relevansi Ajaran
Gus Kikin meyakini ajaran dalam Qanun Asasi masih sangat relevan.
“Ini sangat relevan, Qonun Asasi berarti Aturan Dasar bagi Nahdlatul Ulama (NU), dalam Muqoddimah Qonun Asasi juga menyebutkan pokok pikiran, pendirian, dan pedoman dasar bagi perjalanan Organisasi NU,” terangnya
“Jadi apa yang dituliskan KH Hasyim Asy’ari itu kalau itu diamalkan dengan baik dan benar itu berdampak pada kemanusian dan lemaslahatan umat,” pungkasnya.
Baca juga: Muqoddimah Qonun Asasi Hadlratussyekh Hasyim Asy’ari
Gus Fahmi, Gus Kikin Sosok Humble dan Entengan
Sementara itu, Ketua PCNU Jombang KH Fahmi Amrullah Hadzik (Gus Fahmi) memuji sosok Gus Kikin sebagai pemimpin yang akrab dan mudah bergaul.
Kedekatan keduanya terjalin sejak sekitar satu dekade lalu saat sama-sama mengabdi di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang. Saat itu Gus Kikin mendampingi almarhum KH Salahuddin Wahid (Gus Sholah) sebagai Wakil Pengasuh.
“Beliau ini memang sosok yang akrab dan humble, ya. Jadi, beberapa kali saya dan beliau itu mungkin sarapan bareng, bicara-bicara tentang pondok, tentang NU, dan orang yang entengan kalau saya melihat beliau itu,” ujar Gus Fahmi, Senin (7/9) pagi.
Dengan target akhir September dan semangat kembali ke Qanun Asasi, kepengurusan baru PBNU 2026-2031 berharap mampu menjawab tantangan zaman sambil tetap berpegang pada ruh pendirian NU 1926.***(IHA)
BACA JUGA: Erupsi Krakatau Sambut Nahkoda Baru PBNU: Dari Getaran Selat Sunda ke Doa di Kramat Raya





