Susunan Pengurus Baru PBNU 2026-2031 Tunggu Ketok Palu Tim Formatur, Draf yang Viral Ditepis Hoax. Ini Dia Sosok 9 Dewan Tim Formatur

JAKARTA, NUCOM — Muktamar NU Ke-35 yang berlangsung 27-31 Agustus 2026 di Tambakberas, Jombang telah selesai. Kini bola panas berpindah ke Tim Formatur. Merekalah yang bertugas menyusun kepengurusan baru Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2026-2031. Warga Nahdliyin Diminta Tunggu Ketok Palu Tim Formatur, Draf yang Viral Ditepis Hoax. Ini Dia Sosok 9 Dewan Tim Formatur.
Draf Viral di WhatsApp, Formatur: Belum Rapat, Kemungkinan Besar Hoax
Di tengah penantian, beredar luas di grup WhatsApp draf “SUSUNAN PENGURUS BESAR NAHDLATUL ULAMA MASA KHIDMAH 2026-2031” yang mencantumkan nama Mustasyar, Syuriyah, A’wan, hingga Tanfidziyah lengkap dengan nama Sekjen Drs. H. Saifullah Yusuf dan Bendahara Umum Gudfan Arif.
Salah satu anggota tim formatur, KH Abdul Ghaffar Rozin (Gus Rozin), ketika dikonfirmasi redaksi NUCOM. Menepis hoax dan langsung meluruskan.
“Tim formatur belum memulai rapat-rapat. Jadi kemungkinan besar hoax,” jawabnya singkat, 06.48 WIB. Jum’at, (4/9)
Sementara itu, Saifullah Yusuf (Gus Ipul) pun meminta warga NU bersabar. “Segala informasi mengenai nama-nama pengurus baru, komposisi para habib, maupun posisi Sekjen yang beredar saat ini merupakan bagian dari dinamika usulan draf tim formatur yang masih digodok. Mari kita tunggu pengumuman resminya dari PBNU.” Terangnya.
Ketua Panitia Muktamar NU ke-35 tersebut juga menegaskan pihaknya tidak ikut campur dalam penyusunan struktur baru.
“Ya, diserahkan sepenuhnya kepada Rais Aam dan Ketua Umum terpilih beserta pendamping formatur yang telah ditetapkan pada muktamar,” ujar Gus Ipul dalam jumpa pers di Kantor PBNU, Jakarta, Kamis (3/9/2026).
BACA JUGA: Dari Bilik Suara ke Musyawarah Kiai Sepuh, Muktamar NU Ke-35 Teguhkan Tradisi Khidmah
9 Dewan Tim Formatur: Punya Waktu 1 Bulan
Berdasarkan keputusan muktamar, tim formatur berjumlah 9 orang. Mereka dipimpin langsung oleh dua pucuk pimpinan baru NU:
Ketua Formatur: KH Miftachul Akhyar — Rais Aam terpilih. Sementara Sekretaris Formatur adalah Ketua Umum terpilih yakni KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin).
Adapun 7 Dewan Anggota lainnya mewakili wilayah, antara lain:
- H Abdul Qahar Yelipele – Perwakilan Wilayah Timur (Papua Pegunungan);
- H Amar Manaf – Perwakilan Wilayah Timur (Maluku);
- Prof Mansur Ma’shum – Perwakilan Wilayah Tengah (NTB);
- KH Muhammad Wildan Salman – Perwakilan Wilayah Tengah (Kalimantan Selatan);
- KH Abdul Ghaffar Rozin – Perwakilan Wilayah Barat (Jawa Tengah);
- Prof Ganefri – Perwakilan Wilayah Barat (Sumatra);
- KH Abdul Matin Djawahir – Unsur Tuan Rumah (Jawa Timur)
Tim ini diberi waktu maksimal 1 bulan setelah muktamar untuk merampungkan struktur lengkap PBNU.
BACA JUGA: Dewan AHWA Muktamar NU Ke-35 Terpilih Tentukan Rais Amm, Pimpinan Tertinggi PBNU 2026-2031
Komposisi Perempuan, Anak Muda, dan Sekjen, Tunggu Saja
Gus Ipul mengaku belum tahu posisi apa yang akan ia tempati nanti. Termasuk soal isu keterwakilan perempuan, anak muda, hingga nama Sekretaris Jenderal yang ramai beredar.
“Kami ikut ajalah. Sebagai santri, kita ikut. Kita tunggu dan kita percayakan sepenuhnya,” tegas Menteri Sosial RI itu.
Dia juga membantah tudingan miring terkait hasil muktamar. “Terpilihnya KH Miftachul Akhyar dan KH Kikin Abdul Hakim Mahfudz adalah legitimate, sah, terbuka dan tidak ada satu proses yang dilewati,” ujarnya.
Gus Ipul menjelaskan mekanisme baru pemilihan Ketum. Tidak lagi one man one vote. Wilayah dan cabang mengusulkan 1-5 nama. 5 nama dengan suara terbanyak diserahkan ke Rais Aam untuk dimusyawarahkan bersama AHWA. “Ini memperkuat posisi Syuriah,” katanya.
Muktamar Perkuat Syuriah
Muktamar NU ke-35 di Tambakberas, Jombang juga menegaskan kembali supremasi Syuriah sebagai pimpinan tertinggi. Dengan mekanisme AHWA, Rais Aam memiliki peran sentral dalam menentukan arah kepemimpinan Tanfidziyah bersama Ketua Umum.
Kini publik tinggal menunggu. Dalam 30 hari ke depan, nama-nama resmi pengurus PBNU 2026-2031 akan diumumkan langsung oleh KH Miftachul Akhyar dan Gus Kikin bersama 7 anggota formatur lainnya.
Sampai pengumuman resmi keluar, semua draf mengenai susunan kepengurusan PBNU masa Khidmah 2026-2031 yang beredar tetap berstatus belum final.***(IHA)
BACA JUGA: Muktamar NU Ke 35: Sidang Debat, Demo Adu Jotos, dan Air Mata: Gus Kikin Naik Pimpin NU Lewat AHWA





