Dari Tambakberas, Berkah Muktamar NU Ke-35 Itu Dititipkan 50 Mahasantri Ma’had Aly Terima Beasiswa, Selengkapnya di Sini!

JAKARTA, NUCOM — Ada berkah yang tidak berhenti dari arena muktamar NU Ke 35, dia melanjutkan perjalanan, mengetuk pintu-pintu pesantren, mencari mereka yang tekun menjaga kitab. Dari Tambakberas, Berkah Muktamar NU Ke-35 Itu Dititipkan Kepada 50 Mahasantri Ma’had Aly Terima Beasiswa, Selengkapnya di Sini.
Baru-baru ini NU Online Institute menetapkan 50 mahasantri Ma’had Aly dari berbagai penjuru Indonesia sebagai penerima Beasiswa Berkah Muktamar Ke-35 NU. Penetapan ini lahir setelah rangkaian seleksi yang panjang yakni pemberkasan, penilaian artikel gagasan, hingga wawancara — menakar bukan hanya nilai, tapi juga kesungguhan.
Beasiswa prestasi ini bukan dari anggaran besar negara. Ia berasal dari donasi pembaca NU Online melalui platform digitalnya. Dari jamaah, kembali untuk santri. Setiap penerima berhak atas dana pendidikan sebesar Rp2.000.000 untuk dua semester, yang disalurkan sekaligus.
“Beasiswa ini diberikan sebagai penghargaan atas prestasi yang telah dicapai mahasantri, yang dinilai dari rekam jejak akademik dan keterlibatan keilmuan selama menempuh pendidikan di Ma’had Aly,” kata Direktur NU Online Institute, Ahmad Mundzir, pada Senin (21/9/2026).
Nama “Berkah Muktamar Ke-35” sengaja disematkan. Untuk menandai bahwa program ini lahir dari rahim permusyawaratan tertinggi Nahdlatul Ulama di Tambakberas, Jombang. Bahwa Muktamar bukan hanya soal keputusan organisasi, tapi juga soal keberpihakan pada ilmu.
Dan inilah 50 nama yang menjaga berkah itu tetap hidup — diurutkan berdasarkan abjad, dari seluruh Nusantara:
- Abd. Hayyi Abu Rakhis (Ma’had Aly KH. Maimoen Zubair, Sarang, Rembang)
- Abdullah Misbah Maulana (Ma’had Aly As-Syamsuriyah, Rengel, Tuban)
- Abdur Ropik (Ma’had Aly Al-Munawwarah, Pekanbaru, Riau)
- Abu Raihan Efendi (Ma’had Aly An-Nur II Al-Murtadlo, Bululawang, Malang)
- Achmad Farhan Wafi (Ma’had Aly Salafiyah Syafi’iyah, Sukorejo, Situbondo)
- Adelin Nauli Fitriana (Ma’had Aly Krapyak, Bantul, Yogyakarta)
- Adriansyah (Ma’had Aly Al-Munawwarah, Pekanbaru, Riau)
- Agus Alfajri (Ma’had Aly Darul Munawwarah, Kuta Krueng, Pidie Jaya, Aceh)
- Ahmad Faizul Albab (Ma’had Aly Maslakul Huda, Kajen, Pati)
- Ahmad Royhan (Ma’had Aly Lirboyo, Kota Kediri)
- Akis Mubarok (Ma’had Aly Mu’allimin Mu’allimat, Babakan, Cirebon)
- Alfi Krulhadi (Ma’had Aly Hasyim Asy’ari, Tebuireng, Jombang)
- Chilyatun Nafisah (Ma’had Aly Al-Iman, Bulus, Purworejo)
- Fadla Rohmiana Safira (Ma’had Aly Al-Iman, Bulus, Purworejo)
- Falihud Da’i (Ma’had Aly Salafiyah, Kota Pasuruan)
- Fikri Achmad Ramadani (Ma’had Aly An-Nur II Al-Murtadlo, Bululawang, Malang)
- Ghufronullah (Ma’had Aly Salafiyah Syafi’iyah, Sukorejo, Situbondo)
- Ibnu Ziyad (Ma’had Aly MUDI Mesra, Samalanga, Bireuen, Aceh)
- Ibnus Sholah (Ma’had Aly Salafiyah Syafi’iyah, Sukorejo, Situbondo)
- Irham Muktafi (Ma’had Aly Faidhu Dzil Jalal, Ngaringan, Grobogan)
- Khoirunnisa’ (Ma’had Aly Salafiyah, Kota Pasuruan)
- M Maimun (Ma’had Aly Salafiyah Syafi’iyah, Sukorejo, Situbondo)
- M Zulfahmi Aljayyid AR (Ma’had Aly As’adiyah, Sengkang, Wajo, Sulawesi Selatan)
- M. Syukron Ni’am (Ma’had Aly An-Nur II Al-Murtadlo, Bululawang, Malang)
- M. Wildan Saputra (Ma’had Aly Sa’iidusshiddiqiyah, Kebon Jeruk, Jakarta Barat)
- Moch. Ali Fahmi (Ma’had Aly Hasyim Asy’ari, Tebuireng, Jombang)
- Moh. Zainul Hasan Ghozali (Ma’had Aly Nurul Qadim, Paiton, Probolinggo)
- Muhammad Arfan Ahwadzy (Ma’had Aly Lirboyo, Kota Kediri)
- Muhammad Arsyad (Ma’had Aly Darul Ulum, Peterongan, Jombang)
- Muhammad As Ad (Ma’had Aly Darul Ulum, Peterongan, Jombang)
- Muhammad Athoillah (Ma’had Aly Lirboyo, Kota Kediri)
- Muhammad Azmi Al Ichsan (Ma’had Aly Tarbiyatunnasyiin, Paculgowang, Jombang)
- Muhammad Faiz Ardani (Ma’had Aly Darussalam, Blokagung, Banyuwangi)
- Muhammad Fiqri (Ma’had Aly MUDI Mesra, Samalanga, Bireuen, Aceh)
- Muhammad Haqiqi Fadhilah (Ma’had Aly An-Nur II Al-Murtadlo, Bululawang, Malang)
- Muhammad Iklilul Minan (Ma’had Aly Salafiyah Syafi’iyah, Sukorejo, Situbondo)
- Muhammad Qolbun Salim (Ma’had Aly Al-Iman, Bulus, Purworejo)
- Muhammad Rasyid Ridho (Ma’had Aly Al-Munawwarah, Pekanbaru, Riau)
- Muhammad Yahya (Ma’had Aly Yusuf Masyhar, Tebuireng, Jombang)
- Mukhtar Luthfi (Ma’had Aly At-Tarmasi, Tremas, Pacitan)
- Nina Zulfiani (Ma’had Aly Faidhu Dzil Jalal, Ngaringan, Grobogan)
- Nurul Fatihah Saadilah (Ma’had Aly Lathifiyah, Parappe, Polewali Mandar, Sulawesi Barat)
- Saifudin MQ (Ma’had Aly Salafiyah Syafi’iyah, Sukorejo, Situbondo)
- Siti Hajar Alfatih (Ma’had Aly DDI, Mangkoso, Barru, Sulawesi Selatan)
- Siti Khoiriyah (Ma’had Aly Faidhu Dzil Jalal, Ngaringan, Grobogan)
- Siti Padilah (Ma’had Aly Thohir Yasin, Lendang Nangka, Lombok Timur, NTB)
- Taufiq Fahmi (Ma’had Aly At-Tarmasi, Tremas, Pacitan)
- Tian Apriliana (Ma’had Aly Serambi Mekkah, Padang Panjang, Sumatera Barat)
- Titik Nur Hidayah (Ma’had Aly Al-Iman, Bulus, Purworejo)
- Zainal Abidin (Ma’had Aly Salafiyah Syafi’iyah, Sukorejo, Situbondo) .
Informasi selengkapnya dapat dilihat melalui dashboard NU Online Institute Di Sini institute.nu.or.id.
Pada akhirnya, beasiswa ini bukan sekadar angka. Dia adalah pesan yang dititipkan dari Tambakberas: bahwa ilmu yang dijaga di bilik-bilik Ma’had Aly tidak pernah sendirian.
“Semoga beasiswa ini menjadi penyemangat untuk terus mendalami ilmu, menulis, dan berkhidmat kepada umat,” pungkas Mundzir.***(IHA)