Feature & Figur

Kurnia, Mahasiswa Pengusaha Jamur Tiram Di Usia Muda

Pojok Inspirasi

Kurnia Rohmatiningsih, Mahasiswa Pengusaha Jamur Tiram, menjalani peran sebagai pengusaha sekaligus seorang mahasiswa, sehingga mencapai sukses di usia muda. Kok bisa?

Adalah Kurnia Rohmatiningsih. Di usianya yang masih muda Kurnia Rohmatiningsih menjadi pengusaha jamur tiram di desanya, tepatnya di Dusun Tegalsari RT 02 RW 05 Kawunganten Lor, Cilacap.

Menjalani dua peran sekaligus pasti bukanlah hal yang mudah. Begitu juga dengan dara cantik yang saat ini berstatus sebagai mahasiswa jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI) Universitas Nahdlatul Ulama Al-Ghozali (UNUGHA) Cilacap.

Namun, berkat ada dukungan dan motivasi dari orang tua sehingga usaha ini bisa berjalan sampai saat ini.

“Alhamdulilah berkat dukungan dari orang tua yang selalu memotivasi dan mendukung usaha yang saya lakukan bisa sampai saat ini”, ucapnya.

Produksi jamur tiram ada di belakang rumahnya dengan membuat tempat khusus. Usahanya dimulai sekitar tahun 2019. Awalnya hanya membuat sekitar 100 – 500 beglog (polybeg jamur.) Dari jumlah itu dulunya hanya dapat menerima penjualan sekitar Rp 20.000 per hari.

“Dan alhamdulilah kini usaha jamur tiram yang diproduksi bisa mampu membuat sekitar 3000 beglog, pendapatan yang sekarang di dapatkan bisa mencapai 170-200 ribu per harinya,” tambahnya.

Kurnia Rohmatiningsih, Mahasiswa Pengusaha Jamur yang sukses membudidaya jamur tiram ini juga karena ia ingin menciptakan peluang usaha bagi masyarakat desa sekitar.

Sudah ada sekitar tujuh orang di bagian produksi dan lima orang di bagian pendistribusian. Banyak juga yang dititipkan di berbagai warung di pasar dan juga banyak para penjual keliling yang mengambil jamur tiramnya langsung ke rumah.

“Saya juga berharap budidaya jamur tiram ini dapat mengurangi pengangguran di desa saya, sehingga warga dapat mengambil jamur tiram di tempat saya dengan harga yang bisa di jual lagi dan mendapatkan untung tentunya”, kata Rohmatiningsih.

Proses Budidaya Jamur Tiram

Bahan budidaya jamur terdiri dari serbuk kayu, kapur bangunan, dan bekatul. Ketiga bahan tersebut dicampur secara merata, kemudian diberi air dan didiamkan minimal satu malam.

Setelah satu malam kemudian dimasukan kedalam plastik jamur atau polybag jamur dan setelah semua selesai dilakukan kemudian masuk ke tahap pengepresan. Tujuan pengepresan ini agar media menjadi padat sehingga hasilnya pun akan baik.

Setelah tahap pengepresan, kemudian penyincinan atau bisa juga langsung kedalam pengovenan. Pengovenan ini bertujuan untuk mensterilkan polybag tadi dari kuman-kuman. Setelah melakukan pengovenan kemudian tahap selanjutnya yaitu pembibitan.

Tahap berikutnya adalah masuk kedalam pertumbuhan. Pertumbuhan ini kurang lebih sekitar 40 hari sampai milselium memenuhi polybag. Setelah polybag dipenuhi miselium untuk dapat menghasilkan jamur disini perlu penyiraman secara rutin setiap hari pagi dan sore hari.

Limbah jamur ini juga bisa dimanfaatkan sebagai pupuk organik. Untuk membuat pupuk organik kita bisa menyiapkan bahan-bahan seperti limbah jamur tiram/bisa juga di ganti dengan tanah, kemudian kotoran hewan dan M4.

Penyunting: Shevilla Dewi Pramudita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

seventeen − 1 =

Back to top button