Muktamar Beruntun: Lesbumi Membuka Jalan, PBNU Melanjutkan Perjalanan

NUCOM, Jombang – Pesantren Tambakberas, Jombang kembali menjadi pusat perhatian. Setelah jadi tuan rumah Muktamar Kebudayaan dan Rakornas VII Lesbumi PBNU, pesantren bersejarah ini bersiap jadi lokasi Muktamar NU ke-35. Muktamar Beruntun di Tambakberas: Lesbumi Membuka Jalan PBNU Melanjutkan Perjalanan
Rangkaian agenda besar NU ini menegaskan posisi Tambakberas sebagai episentrum; merawat jagad, membangun peradaban.
Lesbumi Buka Jalan: “Kembali ke Akar”
Perjalanan dimulai pada 12–14 Juni 2026 lalu di Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (UNWAHA) Tambakberas, Jombang.
Di tempat inilah agenda merawat jagad pemikiran, dan membangun peradaban serta pemajuan kebudayaan NU dibahas melalui Muktamar Kebudayaan Lesbumi NU dan Rakornas VII Lesbumi PBNU yang diselenggarakan secara beruntun.
Muktamar Kebudayaan mengusung tema “Kembali ke Akar: Menguatkan Fondasi Kebudayaan NU dalam Krisis Peradaban Global”.
Tema yang menegaskan pentingnya penguatan nilai-nilai budaya Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) sebagai fondasi menghadapi tantangan peradaban dunia.
Adapun Rakornas VII Lesbumi PBNU mengangkat tema “Orientasi dan Strategi Kebudayaan Lesbumi ke Depan”.
Forum yang menjadi ruang konsolidasi kelembagaan dan kordinasi seniman budayawan nasional guna merumuskan arah gerak kebudayaan Lesbumi dalam menjawab dinamika sosial, budaya, dan teknologi.
Puncak dari rangkaian kegiatan tersebut adalah lahirnya Maklumat Tambakberas 2026 sebagai Visi, misi, arah kebudayaan NU ke depan.
Baca juga: Maklumat Tambakberas 2026, Seruan NU “Kembali ke Akar”
Estafet Muktamar Kebudayaan Ke Muktamar NU
Setelah Lesbumi membuka lembaran, estafet perhelatan besar NU dilanjutkan oleh PBNU.
Muktamar NU Ke 35 digelar pada 27-31 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang. Pemilihan lokasi ini dinilai memiliki makna historis sekaligus strategis.
Tambakberas bukan hanya dikenal sebagai pusat pendidikan Islam tertua dan berpengaruh di Indonesia. Kawasan ini juga menjadi ruang lahirnya berbagai gagasan keislaman, kebangsaan, dan kebudayaan yang mewarnai perjalanan NU sejak awal berdiri.
Sinergi Agama, Pendidikan, dan Kebudayaan
Dengan beruntunnya agenda nasional di satu kawasan ini, NU meneguhkan, memperkuat sinergi antara gerakan keagamaan, pendidikan, dan kebudayaan.
Tujuannya jelas yakni membangun peradaban yang berakar pada nilai-nilai Aswaja, Islam Nusantara.
Selain sebagai forum pengambilan keputusan organisasi tertinggi, Muktamar NU juga diharapkan melahirkan berbagai rekomendasi strategis.
Rekomendasi merupakan simpulan Visi, misi, jalan arah yang menunjukkan betapa target nantinya menjadi pedoman dan pegangan yang diharapkan mampu menjawab tantangan zaman tanpa meninggalkan jati diri dan tradisi yang menjadi kekuatan NU.
Tambakberas: Dari “Kembali ke Akar” Menuju Arah Masa Depan
Berlanjutnya rangkaian agenda nasional NU di Tambakberas semakin menegaskan peran Jombang sebagai pusat penting perkembangan pemikiran NU.
Dari semangat “kembali ke akar” yang digaungkan Lesbumi, kini dilanjutkan dengan perumusan arah organisasi di tingkat PBNU.
Tambakberas ini kembali menjadi saksi perjalanan sejarah NU dalam merawat tradisi sekaligus menjawab tantangan peradaban global.
Dengan demikian, Tambakberas tidak hanya menjadi tempat berkumpul, tetapi juga menjadi ruang lahirnya arah baru Nahdlatul Ulama ke depan. (IHA)
Baca juga: Bagi Lesbumi, Seni dan Agama Tidak dapat Dipisahkan, Inilah Peranan LESBUMI Dalam REVOLUSI NASIONAL





