Himbauan NU Cilacap; Jaga Kiai Jaga Negeri Fardu Kifayah
Himbauan Kewaspadaan terhadap Framing Ulama dan Pesantren

NU CILACAP ONLINE – Semangat ‘jaga kiai jaga negeri’ lebih dari sekadar slogan. Ini adalah bagian dari tanggung jawab kolektif umat Islam, khususnya warga NU. Yang berarti adalah bentuk fardu kifayah. Sebuah kewajiban yang jika tidak dijalankan oleh sebagian, akan membebani semuanya. Demikian disampaikan oleh Wakil Ketua Bidang Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (OKK) PCNU Cilacap, H Munawar.
Dalam suasana Apel Siaga Banser yang digelar menjelang peringatan Hari Santri Nasional, Wakil Ketua Bidang Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (OKK) PCNU Cilacap, H Munawar, menyampaikan himbauan tegas namun bijak menanggapi munculnya framing negatif terhadap ulama dan pesantren, khususnya oleh salah satu media nasional, Trans7.
Dengan mengusung jargon ‘Jaga Kiai, Jaga Negeri’, H Munawar mengingatkan bahwa upaya mendiskreditkan pesantren dan ulama bukan hal yang berdiri sendiri, melainkan bagian dari skenario besar yang mengarah pada pelemahan NU dan bahkan NKRI.
Menurut H. Munawar, framing negatif terhadap pesantren dan kiai bukanlah kebetulan. Dia menekankan bahwa pihak-pihak tertentu memang menargetkan NU dan pesantren karena keduanya merupakan fondasi historis pendirian Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Kenapa meruntuhkan NKRI harus melalui NU, melalui pesantren? Karena NKRI didirikan oleh NU,” tegasnya.
Dalam pesannya, H Munawar mengajak seluruh kader, khususnya Banser dan Ansor, untuk tetap siaga namun tidak bertindak gegabah. Ia menegaskan bahwa setiap orang harus bertindak sesuai dengan posisi dan proporsinya.
“Kalau kita semua mengambil peran secara membabi buta, tidak sesuai dengan proporsinya, justru ini yang menjadi target mereka. Banser dengan Ansor pecah, pesantren dengan NU pecah,” jelasnya.
Ia menambahkan, bahwa koordinasi adalah kunci. Tanpa koordinasi, kekuatan NU akan mudah diprovokasi dan dilemahkan. Baca juga Mbah Liem, NU, dan NKRI (Pencetus NKRI Harga Mati)
‘Jaga Kiai, Jaga Negeri’ adalah Fardu Kifayah
Lebih dari sekadar slogan, H. Munawar menyebut bahwa semangat “Jaga Kiai, Jaga Negeri” adalah bagian dari tanggung jawab kolektif umat Islam, khususnya warga NU. Ia menyebut ini sebagai bentuk fardu kifayah. Sebuah kewajiban yang jika tidak dijalankan oleh sebagian, akan membebani semuanya. Baca juga Kemenag luncurkan Tema dan Logo Hari Santri 2025
“Banser sebagai garda terdepan tidak bisa jaga kiai, tidak bisa jaga negeri kalau mereka keleleran. Maka kita butuh waspada. Ini fardu kifayah,” serunya.
Himbauan ini disampaikan juga dalam konteks menjelang 22 Oktober, Hari Santri Nasional. H Munawar menyebut bahwa framing oleh media menjelang tanggal penting ini sangat mungkin bertujuan mengganggu fokus, menurunkan semangat, dan memecah barisan.
“Ingat, 22 Oktober tinggal beberapa hari lagi. Untuk apa mereka melakukan ini kalau bukan punya tujuan?” ujarnya penuh keprihatinan.
Meskipun himbauan ini bernada waspada, H. Munawar tidak menyampaikan instruksi tindakan tertentu. Ia menekankan bahwa ini adalah himbauan moral, bukan ajakan konfrontatif.
“Saya tidak ada instruksi khusus. Saya hanya menghimbau. Yang dekat dengan masjid, mushala, pesantren mari tingkatkan kewaspadaan,” tutupnya.
Himbauan H Munawar menjadi pengingat bahwa NU dan pesantren bukan hanya lembaga keagamaan, tetapi juga penjaga peradaban, kedaulatan, dan persatuan bangsa. Serangan terhadapnya bukan sekadar isu sektoral, tetapi ancaman terhadap keutuhan bangsa.
Dalam menghadapi situasi seperti ini, soliditas, koordinasi, dan kesadaran sejarah menjadi kunci utama. Maka, menjaga kiai dan negeri adalah tanggung jawab bersama, bukan tugas segelintir orang.
Apel Siaga Banser berlangsung Jumat siang (17/10/2025) di halaman Gedung Pusdiklat Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Cilacap. Apel dihadiri ratusan Banser dan jajaran Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Cilacap serta Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor se Kabupaten Cilacap.
Berlaku sebagai pembina Upacara Ketua PC GP Ansor Cilacap Ahmad Fajri Nida. Dalam pidatonya Fajri mengatakan bahwa apel siaga ini adalah intruksi struktural oleh Ketum PP Ansor H Addin Jauhari menyikapi framing terhadap ulama dan pesantren yang tengah blunder saat ini. (Naeli Rokhmah)