Khutbah Jumat: Mencintai Al-Qur’an , Meraih Petunjuk dan Keberkahan Hidup

NU Cilacap Online – Jika kita benar-benar mencintai Allah, salah satu tanda cinta kita adalah mencintai firman-Nya. Kalau seseorang mencintai seseorang, tentu ia akan senang mendengar perkataannya. Ia akan senang membaca pesannya. Ia akan berusaha memahami apa yang disampaikan kepadanya.

Lalu bagaimana dengan kita yang mengaku mencintai Allah? Sudahkah kita merasa rindu untuk membaca Al-Qur’an. Khutbah Jumat pekan ini mengangkat tema: “Mencintai Al-Qur’an , Meraih Petunjuk dan Keberkahan Hidup”. Naskah khutbah ini ditulis oleh KH. Nurmisbah, SH.I, CHt. Ketua LD PCNU Kabupaten Karanganyar.

Download Khutbah Jumat bahasa Jawa

Khutbah Pertama

الحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَنْزَلَ الْقُرْآنَ هُدًى وَرَحْمَةً لِلْمُؤْمِنِينَ، وَجَعَلَهُ نُورًا لِلْقُلُوبِ وَشِفَاءً لِمَا فِي الصُّدُورِ

نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا.

مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ

اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللهِ، أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُونَ

Hadirin jamaah shalat Jumat rahimakumullah,

 Marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.

 Pada kesempatan yang mulia ini, marilah kita merenungkan satu perkara yang sangat penting dalam kehidupan seorang Muslim, yaitu cinta kepada Al-Qur’an.

Jamaah yang dimuliakan Allah,

Al-Qur’an bukan sekadar kitab yang kita simpan di dalam rumah. Al-Qur’an bukan hanya bacaan yang kita lantunkan ketika ada acara tertentu. Al-Qur’an adalah kalamullah, firman Allah SWT, petunjuk bagi manusia, cahaya bagi kehidupan, dan jalan menuju keselamatan.

Allah SWT berfirman:

إِنَّ هَٰذَا الْقُرْآنَ يَهْدِي لِلَّتِي هِيَ أَقْوَمُ

Artinya: “Sesungguhnya Al-Qur’an ini memberikan petunjuk kepada jalan yang paling lurus.” (QS. Al-Isra’: 9)

Maka, jika kita benar-benar mencintai Allah, salah satu tanda cinta kita adalah mencintai firman-Nya.

Kalau seseorang mencintai seseorang, tentu ia akan senang mendengar perkataannya. Ia akan senang membaca pesannya. Ia akan berusaha memahami apa yang disampaikan kepadanya.

Lalu bagaimana dengan kita yang mengaku mencintai Allah? Sudahkah kita merasa rindu untuk membaca Al-Qur’an? Sudahkah kita menyediakan waktu setiap hari untuk membuka mushaf?

Sudahkah kita berusaha memahami pesan-pesan Allah?

Dan yang lebih penting lagi, sudahkah Al-Qur’an memengaruhi akhlak dan kehidupan kita?

Jamaah Jumat rahimakumullah,

Mencintai Al-Qur’an tidak cukup hanya dengan mengatakan, “Saya cinta Al-Qur’an.” Cinta kepada Al-Qur’an memiliki tanda-tanda. Pertama, senang membaca Al-Qur’an.

Walaupun hanya beberapa ayat setiap hari, jangan sampai hari kita berlalu tanpa membaca Al-Qur’an.

Rasulullah ﷺ bersabda:

اقْرَؤُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لِأَصْحَابِهِ

 Artinya: “Bacalah Al-Qur’an, karena sesungguhnya ia akan datang pada hari kiamat memberikan syafaat kepada orang-orang yang selalu membacanya.” (HR. Muslim)

Jangan menunggu menjadi orang yang sempurna untuk membaca Al-Qur’an.

Jangan menunggu memiliki banyak waktu. Jangan menunggu hati menjadi tenang.

Justru Al-Qur’an dapat menjadi sebab hati kita menjadi tenang.

Allah berfirman:

أَلَا بِذِكْرِ اللهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

Artinya:“Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar-Ra’d: 28)

Kedua, berusaha memahami Al-Qur’an. Membaca adalah awal. Setelah membaca, kita berusaha memahami maknanya.

Kita belajar tafsirnya, bertanya kepada para ulama, dan berusaha mengetahui apa yang Allah kehendaki dari ayat-ayat tersebut.

Sebab Al-Qur’an diturunkan bukan hanya untuk dibaca dengan lisan, tetapi juga untuk direnungkan dengan hati dan diamalkan dalam kehidupan.

Allah SWT berfirman:

كِتَابٌ أَنْزَلْنَاهُ إِلَيْكَ مُبَارَكٌ لِّيَدَّبَّرُوا آيَاتِهِ

 Artinya:“Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan keberkahan agar mereka mentadabburi ayat-ayatnya.” (QS. Shad: 29)

Ketiga, mengamalkan Al-Qur’an. Inilah bukti cinta yang paling nyata.

Kalau Al-Qur’an memerintahkan kita untuk jujur, maka kita belajar menjadi orang yang jujur.

Kalau Al-Qur’an memerintahkan kita menghormati orang tua, maka kita berusaha berbakti kepada keduanya. Kalau Al-Qur’an mengajarkan kita untuk menjaga lisan, maka kita berhenti menyakiti orang lain dengan perkataan. Kalau Al-Qur’an mengajarkan kita untuk memaafkan, maka kita belajar melepaskan dendam.

Jamaah shalat Jumat rahimakumullah,

Jangan sampai Al-Qur’an berada di rumah kita, tetapi akhlak kita jauh dari ajarannya.

Jangan sampai suara Al-Qur’an terdengar dari lisan kita, tetapi perilaku kita bertentangan dengan petunjuknya.

Rasulullah ﷺ adalah teladan terbaik dalam hal ini. Kehidupan beliau merupakan gambaran nyata dari ajaran Al-Qur’an.

Karena itu, marilah kita menjadikan Al-Qur’an sebagai sahabat dalam kehidupan. Ketika kita bingung, kembali kepada Al-Qur’an. Ketika hati kita gelisah, dekatilah Al-Qur’an. Ketika kita menghadapi ujian, bacalah Al-Qur’an. Ketika mendapatkan kebahagiaan, bersyukurlah dengan tuntunan Al-Qur’an.

Dan ketika kita tidak tahu harus melangkah ke mana, mintalah petunjuk kepada Allah dan kembali kepada Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah ﷺ.

Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,

Mari kita mulai dari hal sederhana. Luangkan waktu setiap hari untuk membaca Al-Qur’an.

Ajarkan anak-anak kita mencintai Al-Qur’an.

Biasakan keluarga kita memiliki waktu bersama Al-Qur’an. Jangan hanya mewariskan rumah kepada anak-anak kita.

Jangan hanya mewariskan harta kepada mereka. Tetapi wariskan pula cinta kepada Al-Qur’an. Sebab harta bisa habis, rumah bisa rusak, tetapi petunjuk Al-Qur’an akan menjadi bekal yang sangat berharga bagi kehidupan dunia dan akhirat.

Semoga Allah menjadikan Al-Qur’an sebagai cahaya dalam hati kita, penerang dalam kehidupan kita, dan pembela bagi kita di akhirat kelak.

Jamaah Jumat rahimakumullah,

Marilah kita terus menjaga hubungan kita dengan Al-Qur’an.

Jangan biarkan kesibukan dunia membuat kita jauh dari firman Allah.

Semoga setiap rumah kita dipenuhi bacaan Al-Qur’an. Semoga hati kita hidup dengan Al-Qur’an.

Semoga anak-anak kita tumbuh sebagai generasi yang mencintai Al-Qur’an.

Dan semoga ketika kita menghadap Allah SWT kelak, Al-Qur’an menjadi hujjah yang membela kita, bukan menjadi hujjah yang memberatkan kita.

أعوذ بالله من الشيطان الرجيم. بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ. وَالْعَصْرِۙاِنَّ الْاِنْسَانَ لَفِيْ خُسْرٍۙ اِلَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ ەۙ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِࣖ

بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ

أَقُولُ قَوْلِي هَذَا، وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

 Khutbah Kedua

الحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، حَمْدًا كَثِيرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيهِ كَمَا يُحِبُّ رَبُّنَا وَيَرْضَى

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ

ان الله وملائكته يصلون على الني ياأيهاالذين امنوا صلوا عليه وسلموا تسليما

اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى أَصْحَابِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ أَجْمَعِينَ

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللهِ، اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ، وَاعْلَمُوا أَنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى

اللَّهُمَّ اجْعَلِ الْقُرْآنَ رَبِيعَ قُلُوبِنَا، وَنُورَ صُدُورِنَا، وَجَلَاءَ أَحْزَانِنَا، وَذَهَابَ هُمُومِنَا

اللَّهُمَّ عَلِّمْنَا مِنْهُ مَا جَهِلْنَا، وَذَكِّرْنَا مِنْهُ مَا نُسِّيْنَا، وَارْزُقْنَا تِلَاوَتَهُ آنَاءَ اللَّيْلِ وَأَطْرَافَ النَّهَارِ، وَاجْعَلْهُ حُجَّةً لَنَا يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ

اللَّهُمَّ أَصْلِحْ قُلُوبَنَا، وَأَصْلِحْ أَعْمَالَنَا، وَاغْفِرْ ذُنُوبَنَا، وَاسْتُرْ عُيُوبَنَا، وَارْحَمْ وَالِدَيْنَا، وَارْحَمْ أَهْلَنَا وَذُرِّيَّاتِنَا

اللَّهُمَّ اجْعَلْ أَوْلَادَنَا مِنْ أَهْلِ الْقُرْآنِ، وَمِنْ أَهْلِ الْعِلْمِ وَالْإِيمَانِ، وَاحْفَظْهُمْ مِنْ فِتَنِ الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

عِبَادَ اللهِ

إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُ

فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ، وَاللهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ

Download Khutbah Jumat bahasa Indonesia

Editor bahasa: Khayaturrohman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button