Khutbah Jumat

Mempersiapkan Shalat Lahir dan Batin | Khutbah Jumat

Khutbah Jumat NU Cilacap Online tentang Shalat kali ini mengambil topik Mempersiapkan Shalat Lahir dan Batin; khutbah ini dipublikasikan untuk menyambut bulan Rajab dan peringatan Isra Miraj 1443 H di dalamnya.

Pada penerbitan sebelumnya, Khutbah Jumat di Situs Islam Aswaja ini juga pernah mengunggah dan menerbitkan topik tentang Shalat. Silakan baca Memperingati Isra’ Mi’raj Untuk Menjaga Kualitas Shalat; juga Shalat Kunci Kebahagiaan Dunia Akhirat.

“Mendirikan shalat maknanya adalah melaksanakan secara sempurna rukun-rukun dan syarat-syarat yang lahir dan batin,” (Lihat Al-Harits Al-Muhasibi, Risâlatul Mustarsyidin, [Darul Salam], halaman 132).

Jika seseorang telah mendirikan shalat dengan makna seperti yang disebutkan di atas, maka shalatnya akan membuahkan hasil. Untuk mendapatkan hasil tersebut, seorang yang mendirikan shalat mesti melengkapi rukun dan syarat yang lahir dan yang batin.

Khutbah Jumat Mempersiapkan Shalat Lahir dan Batin selengkapnya, sebagai berikut:

Khutbah I

اَلْحَمْدُ للهِ، اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِىْ جَعَلَ الْاِسْلَامَ طَرِيْقًا سَوِيًّا، وَوَعَدَ لِلْمُتَمَسِّكِيْنَ بِهِ وَيَنْهَوْنَ الْفَسَادَ مَكَانًا عَلِيًّا

أَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ، شَهَادَةَ مَنْ هُوَ خَيْرٌ مَّقَامًا وَأَحْسَنُ نَدِيًّا

 وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا حَمْدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الْمُتَّصِفُ بِالْمَكَارِمِ كِبَارًا وَصَبِيًّا. اَللَّهُمَّ فَصَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَانَ صَادِقَ الْوَعْدِ وَكَانَ رَسُوْلاً نَبِيًّا، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ الَّذِيْنَ يُحْسِنُوْنَ إِسْلاَمَهُمْ وَلَمْ يَفْعَلُوْا شَيْئًا فَرِيًّا، أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ رَحِمَكُمُ اللهُ، اُوْصِيْنِيْ نَفْسِىْ وَإِيَّاكُمْ بِتَقْوَى اللهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى : بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ، يَا اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا اتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَاَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ

Ma’âsyiral muslimîn rahimakumullâh

Shalat merupakan sarana yang diberikan Allah SWT kepada kita. Dengan melaksanakan Shalat, kita dapat berkomunikasi dengan Allah SWT. Melalui Shalat, kita memohon ampun, meminta rejeki, meminta diberi kemudahan, meminta hajat kita dikabulkan dan berbagai hal lainnya.

Disamping sebagai sarana kita berkomunikasi pada-Nya dan meminta segala keperluan, dengan mengerjakan shalat pula berarti kita menjalankan instruksi yang diberikan oleh Allah SWT; juga untuk menunjukkan kehambaan kita.

Tata Cara Shalat yang Baik

Mengerjakan shalat hendaknya dilaksanakan dengan tata cara yang sebaik-baiknya; baik dalam menetapi waktunya, baik dalam memperhatikan syarat rukunnya, juga baik dalam perbuatan batin kita saat melaksanakannya.

Ma’âsyiral muslimîn rahimakumullâh

Hendaknya kita menanamkan tekad yang kuat dalam diri kita untuk bersegera melaksanakan shalat ketika telah masuk waktunya. Dengan begitu, maka keberkahan waktu akan kita peroleh.

Dalam menetapi waktu shalat, Allah SWT telah menentukan pembagian waktunya,  sebagaimana ditegaskan dengan firman-Nya;

إِنَّ ٱلصَّلَوٰةَ كَانَتْ عَلَى ٱلْمُؤْمِنِينَ كِتَٰبًا مَّوْقُوتًا

Artinya:

“Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.” (Qs. An-Nisa: 103)

Ma’âsyiral muslimîn rahimakumullâh

Dalam melaksanakan ibadah shalat, hendaknya kita menggunakan pakaian yang bersih dan terbaik milik kita. Bersih dan terbaik milik kita tidak harus mahal, namun pakaian yang menutup aurat dan menunjang terlaksananya shalat dengan nyaman dan hidmat.

Apabila kita memiliki pekerjaan yang membuat kita melakukan mobilitas dan perjalanan, alangkah baiknya kita membawa pakaian untuk ganti, minimal sekali adalah sarung, karena tidak dapat dipungkiri bahwa aktifitas kita Ketika buang air kecil dapat menyisakan sedikit najis jika kencing kita tidak memperhatikan tata caranya sebagaimana dijelaskan pada materi fikih.

Ma’âsyiral muslimîn rahimakumullâh

Selain perbuatan-perbuatan lahir yang perlu kita persiapkan, adapula perbuatan-perbuatan batin yang perlu kita perhatikan. Memperhatikan perbuatan batin merupakan hal yang penting, karena shalat adalah komunikasi kita dengan Allah SWT, sebagaimana sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan dalam Musnad Ahmad No. 13443:

;حَدَّثَنَا بَهْزٌ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ حَدَّثَنَا قَتَادَةُ عَنْ أَنَسٍ

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا كَانَ أَحَدُكُمْ فِي صَلَاةٍ فَإِنَّهُ يُنَاجِي رَبَّهُ عَزَّ وَجَلَّ

Artinya: Telah bercerita kepada kami Bahz telah bercerita kepada kami Syu’bah telah bercerita kepada kami Qatadah dari Anas, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Jika salah satu kalian shalat, maka dia sedang memanggil Rabbnya AzzaWaJalla,”

Ma’âsyiral muslimîn rahimakumullâh

Perkara batin yang harus disempurnakan diantaranya yaitu memahami setiap makna do’a yang kita baca, agar kita bisa memahami. Maka diperlukan kesediaan dan kesadaran untuk selalu belajar memahami makna-makna dari do’a dalam shalat.

Baca Juga Hukum, Syarat, Rukun, Sunah Khutbah Jumat dan Adab Khatib

Buah Kebaikan dari Shalat

Selain memahami makna do’a shalat, kita juga perlu menghadirkan rasa takut kepada Allah SWT, dan menghadirkan sifat ihsan ketika shalat. Arti Ihsan disini adalah kita beribadah seakan-akan melihat Allah SWT, jika tak bisa juga, maka sesungguhnya Allah melihat kita. Tatkala kita dapat menghadirkan rasa ini, kesibukan apapun takkan terlintas di benak kita, sebab keagungan Allah telah menyelimuti kita.

Ma’âsyiral muslimîn rahimakumullâh

Shalat yang baik akan membuahkan hasil. Di antara hasil shalat yang baik adalah tercegahnya seseorang dari kelakuan maksiat dan buruk.

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur`an:

 وَأَقِمِ الصَّلاةَ إِنَّ الصَّلاةَ تَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ

Artinya, “Dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan munkar. Sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya daripada ibadah-ibadah yang lain). Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan,” (Surat Al-Ankabut ayat 45).

Begitu pula, kita akan tahan dari cobaan yang menerpanya, serta menghalau segala masalah dengan hati yang tenang. Allah SWT berfirman dalam Surat Al-Baqarah ayat 153:

 يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ

Artinya, “Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar,” (Qs. Al-Baqarah:153).

Dan masih banyak nilai berharga yang didapatkan dari shalat yang sempurna. Maka jangan heran jika banyak orang bertanya, “mengapa orang Islam shalat lima waktu namun tidak semua dari kita baik perangai dan perbuatannya?” Jawabannya karena banyak dari kita melaksanakan shalat masih berupa amalan lahirnya, belum mendirikan shalat yang sesungguhnya.

Semoga kita termasuk dalam golongan orang-orang yang dapat mengerjakan shalat dengan baik, menetapi syarat rukunnya serta memperhatikan perbuatan lahir dan batin kita ketika sedang shalat. Sehingga pada akhirnya shalat kita akan berpengaruh pada diri kita, Amiin Yaa Robbal’alamiin

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ فِى اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، اِنَّهُ هُوَ الْبَرُّ الرَّؤُوْفُ الرَّحِيْمُ.  اَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ، بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ، وَالْعَصْرِ اِنَّ الْاِنْسَانَ لَفِىْ خُسْرٍ اِلاَّ الَّذِيْنَ آمَنُوْا وَعَمِلُوْ الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّوَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ. وَقُلْ رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَاَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِيْنَ

Khutbah II

 اَلْحَمْدُ للهِ وَكَفَى، وَأُصَلِّيْ وَأُسَلِّمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْمُصْطَفَى، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَهْلِ الْوَفَا. أَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، أَمَّا بَعْدُ   فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ. وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ عَظِيْمٍ، أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَى نَبِيِّهِ الْكَرِيْمِ فَقَالَ: إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ، وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ، فِي الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ والْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ. اَللهم ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغْيَ وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، مِنْ بَلَدِنَا هَذَا خَاصَّةً وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ   عِبَادَ اللهِ، إنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى ويَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ

Naskah Teks Khutbah Jumat NU Cilacap Online (Khutbah bulan Rajab dan Isra Miraj 1443 H) dengan judul Mempersiapkan Shalat Lahir dan Batin Ditulis oleh Saeful Nur Hidayat (Pengurus Cabang Lembaga Dakwah NU Cilacap. (Tim Redaksi Khutbah Jumat NU Cilacap Online).

Download Khutbah Jumat Mempersiapkan Shalat Lahir dan Batin DI SINI

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button