Khutbah Jumat: Memperkuat Persaudaraan dan Empati Sosial

NU Cilacap Online – Mukmin itu bersaudara. Allah menegaskan dengan inna (sesungguhnya) yang menunjukkan penekanan kuat bahwa persaudaraan adalah identitas utama umat Islam. Persaudaraan ini melampaui batas suku, bangsa, jabatan, dan status sosial.

Khutbah Jumat dalam kesempatan ini berjudul: “Memperkuat Persaudaraan dan Empati Sosial”. Naskah khutbah Jumat ini ditulis oleh Ustadz Khayaturrohman Pengurus LD PWNU Jawa Tengah Bidang IT dan Jaringan Dakwah.

Download Khutbah Jumat bahasa Jawa

Khutbah Pertama

الحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ العَالَمِينَ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ
وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَىٰ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَىٰ آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ

أَمَّا بَعْدُ: فَيَايُّهَا الإِخْوَان، أوْصُيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنْ

قَالَ ٱللَّهُ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَىٰ فِي كِتَابِهِ ٱلْكَرِيْمِ.  اِنَّمَا الْمُؤْمِنُوْنَ اِخْوَةٌ فَاَصْلِحُوْا بَيْنَ اَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللّٰهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,

Pada kesempatan yang mulia ini, khatib berwasiat kepada diri sendiri dan jamaah sekalian untuk senantiasa meningkatkan ketaqwaan kepada Allah SWT dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Ketakwaan adalah jalan keselamatan, kunci keberkahan, dan sumber ketenangan dalam menjalani kehidupan.

Islam adalah agama yang menekankan persaudaraan dan empati sosial. Dua hal ini menjadi penopang kuat bagi terciptanya masyarakat yang damai dan harmonis.

Allah SWT berfirman dalam surat Al-Hujurat ayat 10:

اِنَّمَا الْمُؤْمِنُوْنَ اِخْوَةٌ فَاَصْلِحُوْا بَيْنَ اَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللّٰهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ

Artinya: Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah kedua saudaramu (yang bertikai) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu dirahmati. (QS. Surat Al-Hujarat ayat 10)

Ayat ini menegaskan bahwa hakikat hubungan antar sesama Muslim adalah persaudaraan. Allah SWT menggunakan kata ikhwah (persaudaraan yang sangat dekat), bukan sekadar teman atau rekan. Ini menunjukkan bahwa setiap mukmin memiliki ikatan hati, akidah, dan kemanusiaan yang sangat kuat.

Jamaah shalat Jumat rahimakumullah

Ayat ini mengandung beberapa pesan penting: Pesan pertama mukmin itu bersaudara. Allah menegaskan dengan inna (sesungguhnya) yang menunjukkan penekanan kuat bahwa persaudaraan adalah identitas utama umat Islam. Persaudaraan ini melampaui batas suku, bangsa, jabatan, dan status sosial.

Pesan kedua kewajiban mendamaikan pihak yang bertikai. Jika ada dua orang atau dua kelompok mukmin yang sedang berselisih, umat Islam diperintahkan untuk aktif menjadi pendamai. Ini menunjukkan bahwa menjaga kerukunan dan menghindari perpecahan adalah kewajiban sosial dan agama.

Pesan ke-tiga adalah upaya mendamaikan perselisihan harus dilakukan dengan ketakwaan, ketulusan, dan keadilan. Tanpa taqwa, mediasi sering dipengaruhi kepentingan pribadi.

Pesan yang ke empat adalah Allah memberi syarat: la‘allakum turhamun (agar kamu dirahmati). Artinya, rahmat Allah turun kepada umat yang menjaga persaudaraan dan persatuan, bukan kepada umat yang saling memusuhi.

Jamaah shalat Jum’at rahimakumullah

Rasulullah SAW juga bersabda:

اَلْمُسْلِمُ أَخُو الْمُسْلِمِ، لَا يَظْلِمُهُ وَلَا يَخْذُلُهُ

Artinya: “Seorang muslim adalah saudara bagi muslim lainnya. Ia tidak menzaliminya dan tidak membiarkannya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Persaudaraan dalam Islam mengajarkan kita untuk saling menolong, saling menjaga, saling menghormati, dan saling mendukung di setiap keadaan.

Salah satu wujud nyata persaudaraan adalah empati sosial, yakni kemampuan merasakan dan peduli terhadap kondisi saudara kita. Empati membuat kita tidak hanya melihat, tetapi ikut merasakan.

Rasulullah SAW menggambarkan umat Islam seperti satu tubuh:

مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِي تَوَادِّهِمْ وَتَرَاحُمِهِمْ وَتَعَاطُفِهِمْ، كَمَثَلِ الْجَسَدِ؛ إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ، تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى

Artinya: “Perumpamaan orang-orang mukmin dalam hal saling mencintai, menyayangi, dan saling peduli adalah seperti satu tubuh; apabila satu anggota tubuh sakit, maka seluruh tubuh ikut merasakan sakit dengan berjaga malam dan demam.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Jika satu bagian tubuh sakit, maka seluruh tubuh akan merasakan. Begitu pula seharusnya kita terhadap saudara-saudara kita. Ketika ada yang kesusahan, kita hadir, ketika ada yang tertimpa musibah, kita membantu, ketika ada yang membutuhkan, kita bergerak dan membantu.

Empati sosial inilah yang menjadi karakter utama para ulama, para kiai, dan warga Nahdlatul Ulama sejak dahulu. Melalui tahlilalan, manaqiban, santunan, gotong royong, dan khidmah sosial, warga NU mewarisi tradisi kepedulian yang harus terus dijaga.

Jamaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah

Di tengah zaman yang penuh persaingan, sering kali manusia menjadi individualis.

Karena itu, khutbah ini mengajak. Kuatkan silaturahmi, jangan mudah berselisih. Ringankan tangan membantu sesama, meski hanya dengan senyuman. Hindari ujaran kebencian, fitnah, dan permusuhan. Bangun solidaritas dan empati, terutama kepada yang lemah dan membutuhkan.

Demikianlah khutbah jum’at kali ini. Semoga Allah melembutkan hati kita agar menjadi hamba yang penuh kasih sayang.

اَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ , بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَحِيْمِ . وَالْعَصْرِ . إِنَّ الإنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ . إِلا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ.

بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي القُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، وَتَقَبَّلَ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

Khutbah Kedua

الْحَمْدُ للهِ حَمْدًا كَمَا أَمَرَ أَشْهَدُ أَنْ لَا إلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ. اِلهُ لَمْ يَزَلْ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ وَكِيلًا وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عبْدُهُ وَرَسُولُهُ وَحَبِيبُهُ وَخَلِيلُهُ أَكْرَمِ الْأَوَّلِينَ وَالْآخِرِينَ الْمَبْعُوْثِ رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ

اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلَّمَ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَالتَّابِعِينَ صَلَاةً دَائِمَةً إِلَى يَوْمِ الدِّينَ

 أَمَّا بَعْدُ. فَيَا أَيُّهَا الحَاضِرُونَ. اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَذَرُوا الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ وَحَافِظُوا عَلَى الطَّاعَةِ وَحُضُورِ الْجُمُعَةِ وَالْجَمَاعَةِ وَجَمِيعِ الْمَأْمُورَاتِ وَالْوَاجِبَاتِ وَاعْلَمُوا أنَّ اللَّهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرِ بَدَأَ بِنَفْسِهِ وَثَنَّى بِمَلَائِكَةِ الْمُسَتِحَةِ بِقُدْسِهِ.

 إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلَّمُوا تَسْلِيماً

 اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى ال سيدنا إبْرَاهِيمَ فِي العَالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ

اَلّلهُمَّ ادْفَعْ عَنَا البَلَاءَ والغَلاَءَ والوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغْيَ وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ مِنْ بَلَدِنَا هَذَا خَاصَّةً وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِينَ عَامَّةً إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ رَبَّنَا أَبْنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي

الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

عِبَادَ اللهِ إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ فاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرُكُمْ وَاسْتَلُوهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ وَلَذِكْرِ اللَّهِ أَكْبَرُ.

Download Khutbah Jumat bahasa Indonesia

Penuliis: Khayaturrohman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button