Singgah di Masjid Perahu; Catatan Triwulan Garfa Cilacap

NU CILACAP ONLINE – Pagi ini suasana agak berbeda dari biasanya, hawa sejuk dan dingin menjadi satu menembus tulang dibadan. Terpancar rona bahagia dari setiap wajah sang istimewa. Garda Fatayat NU menapaki setiap langkah dengan cita mulia, memadu irama menghasilkan harmoni yang indah.
Tampak bangunan megah bak perahu yang mengapung di samudera. Memamerkan kegagahan yang tak terhingga. Pagi ini tamu istimewa memasuki perahu yang megah itu.
Acara triwulan Garda Fatayat NU yang kesepuluh digelar di masjid As Shodiqin atau lebih dikenal dengan masjid perahu yang berada di kecamatan Wanareja, Ahad (4/10/2026)
Tampak semangat sekali para pemudi Fatayat mendendangkan shalawat Al barzanji mengawali kegiatan rutinan yang kesepuluh Garda Fatayat NU Kabupaten Cilacap.
Hadir dalam acara tersebut ketua PC Fatayat NU kabupaten Cilacap, ketua MWCNU Wanareja, ketua PAC Badan Otonom (Banom) NU Se- MWCNU Wanareja, kepala desa Madura, ketua PAC Fatayat NU di wilayah barat Cilacap , pimpinan ranting Fatayat NU Se-Anak Cabang Wanareja, serta anggota Bagana kabupaten Cilacap.
Ketua MWCNU Wanareja Kiai Mukhtar dalam sambutannya menyampaikan bahwa untuk mewujudkan cita-cita bersama harus ada tiga hal yang pertama adalah soliditas dalam teamwork yang mengacu pada kekuatan karakter dan integritas pribadi. Dalam teamwork bahwa setiap anggota memiliki kejujuran dan tanggungjawab dalam menjalankan tugas.
“Selanjutnya soliditas adalah rasa kesatuan dan kebersamaan dalam sebuah tim. Yang mencakup saling peduli, membantu dan mendukung satu dengan lainnya dalam kebaikan. Yang terakhir adalah spiritualitas yaitu kesadaran akan kehadiran Allah dalam setiap tindakan dan keputusan yang diambil,” jelas Kiai Mukhtar. Baca juga Perahu Dakwah LAZISNU-LDNU untuk Pesantren Miftahulkhoerot
Beliau juga menambahkan tentang semangat resolusi jihad yang diserukan oleh Rais Akbar jam’iyah NU Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari pada tanggal 22 Oktober 1945 agar terus berkumandang mengisi relung hati dan pikiran kita, sehingga semua aktifitas keseharian kita selalu dilandasi dengan semangat jihad fisabilillah untuk membela tanah air menegakkan amar na’ruf nahi munkar berusaha mewujudkan segenap tenaga dan pikiran untuk kemaslahatan umat. Baca GARFA, Garda Fatayat NU : Alasan, Makna dan Tujuan
Sementara itu Kasatkorcab Garda Fatayat NU Cilacap Fathin Amamah menyampaikan ucapan terima kasih kepada pengurus masjid As Shodiqin dan Fatayat NU Wanareja yang sudah berjibaku menyiapkan tempat dan ube rampe lainnya sehingga kegiatan triwulan bisa terlaksana dengan baik.
Fathin juga menyampaikan tentang kepengurusan Satkorcab Garfa Cilacap yang baru. Bahwa menjadi pengurus bukanlah memperoleh kedudukan untuk dilayani, melainkan menerima amanah untuk melayani, mengurus dan menyelesaikan urusan umat.
“Pengurus itu mengurus bukan menjadi urusan, ini mengandung makna yang sangat dalam. Kepengurusan adalah amanah, bukan kehormatan pribadi karena itu seorang pengurus jangan sampai menjadi beban organisasi, banyak menuntut tapi sedikit berbuat banyak meminta dilayani tapi enggane melayani,” terang Fathin.
“Ini sejalan dengan prinsip Sayyidulqoumi khodimuhu yang artinya pemimpin suatu kaum adalah orang yang melayani mereka,” imbuhnya.
“Maka menjadi pengurus berarti siap mengurus umat, menguatkan jam’iyah, menjaga tradisi dan meneruskan perjuangan para ulama. Jabatan boleh berganti tetapi Khidmah harus tetap berjalan dilandasi rasa ikhlas berjuang,” pungkasnya.
Lain halnya dengan ketua PC Fatayat NU Cilacap Puji Irianti menyampaikan pentingnya bersinergi dengan Banom atau lembaga yang lainnya maupun pemerintah agar setiap kegiatan bisa berjalan dengan baik dan terarah.
“Kerjasama itu sangatlah penting, di mana pada akhirnya dapat menciptakan karya-karya yang luar biasa yang dibutuhkan dalam menjalani kehidupan berorganisasi,” ucapnya.
Puji menambahkan bahwa dalam menjalin kerjasama hal yang saganta penting adalah menjalin komunikasi yang baik. Dengan komunikasi yang baik, maka kita akan mampu menjalin kerjasama yang baik pula. Bekerja dengan bentuk tim akan lebih efektif daripada bekerja sendiri-sendiri.
“Tim tidak hanya penting dan bermanfaat pada organisasi, tetapi juga memberikan manfaat bagi anggotanya,” imbuh Puji.
Dalam akhir sambutanya Puji memberikan pertanyaan kepada anggota Garfa yang hadir dengan memberikan doorprize bagi yang bisa menjawab pertanyaannya.
Dalam tausiyahnya Kiai Murtaqo Yusuf menyampaikan pentingnya memiliki ilmu. Beribadah harus dengan ilmu, berorganisasi juga harus didasari dengan ilmu.
“Yang berilmu pun masih rusak kecuali yang beramal, yang beramal pun masih rusak kecuali yang ikhlas hanya karena Allah, yang ikhlas pun masih rusak kecuali yang Istiqomah, karena Istiqomah lebih baik dari seribu karomah. Seperti dalam untaian mutiara para ulama yang berbunyi ; ‘Al Istiqomati khoirummin alfi karomati tsubutul karomati bidawamil istiqomati yang artinya Istiqomah‘ lebih utama dari seribu karomah dan tumbuhnya karomah dengan menjaga Istiqomah,” jelas Kiai Murtaqo.
Kiai Murtaqo juga menambahkan hendaknya setiap kegiatan Muslimat maupun Fatayat disisipi dengan materi-materi tentang organisasi tersebut jadi setiap anggota paham apa yang namanya muslimat apa yang namanya Fatayat.
Dalam kegiatan selanjutnya diisi materi dan praktek oleh Banser Tanggap Bencana (BAGANA) tentang pertolongan pertama pada korban bencana alam.
Dalam sesi ini terlihat para anggota Garfa sangat antusias mendengarkan dan ikut juga mempraktekan bagaimana cara berlindung dari Gempa dan mengangkat korban bencana.





