Rapat Konsultasi Syuriyah dan Mustasyar PBNU, Gus Yahya Hadir

NU Cilacap Online – Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Miftachul Akhyar bersama jajaran Syuriyah bertemu dengan Mustasyar PBNU dan Kiai Sepuh NU dalam agenda rapat konsultasi Syuriyah, hari ini di Pondok Pesantren Lirboyo, Kota Kediri, Kamis, (25/12), KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya juga terlihat hadir.
Sebelumnya media sosial telah menyiarkan pertemuan tersebut dari kemarin. Juru bicara Ponpes Lirboyo KH Abdul Mu’id Shohib atau Gus Muid membenarkan informasi tersebut ketika dikonfirmasi NUCOM.
Baca juga: Konflik Petinggi PBNU, Islah atau MLB?
Dia juga mengirimkan dokumen surat undangan pertemuan berbentuk PDF dengan kop resmi PBNU. Surat bernomor 4826/PB.02/A.1.01.02/99/12/2025 itu dibuat pada tanggal 24 Desember 2025 dan ditandatangani Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar dan Katib KH Ahmad Tajul Mafakhir selaku pihak pengundang. Perihal: Undangan Rapat Konsultasi Syuriyah dengan Mustasyar PBNU.
Pihak yang diundang ialah Mustasyar PBNU dan para Kiai dan Nyai Sepuh NU. Namun tak disebutkan dalam surat undangan, Gus Yahya selaku Ketum PBNU yang diberhentikan Syuriah dan berkonflik masuk dalam undangan.
“Namun barangkali, bisa jadi dalam surat undangan yang lain,” akunya
Kendati Gus Muid menyampaikan bahwa Gus Yahya juga hadir.
“Ya, [Gus Yahya] hadir,” ujarnya.
Berdasarkan isi surat disebutkan bahwa, Mustasyar PBNU dan para Kiai Sepuh NU diundang dengan agenda penjelasan mengenai latar belakang, tahapan, prosedur, dan substansi keputusan Rapat Pleno PBNU.
Rencana agenda rapat ini sudah tersiratkan dalam Surat Tabayun mengenai latar belakang, tahapan, prosedur, dan substansi keputusan Rapat Pleno PBNU yang ditandatangani dan diterbitkan Miftachul Akhyar di Surabaya, pada Senin (22/12/2025) lalu.
Melalui surat tabayun itu, KH Miftachul Akhyar sebenarnya ingin hadir dalam Musyawarah Kubro. Akan tetapi, dengan mempertimbangkan berbagai masukan terkait aspek legalitas dan konstitusionalitas forum, keinginan tersebut akhirnya ditinjau ulang.
KH Miftakhul Akhyar juga mengaku telah menerima dua utusan panitia Musyawarah Kubro Lirboyo, yakni KH Muhibbul Aman Aly dan KH Athoillah Sholahuddin Anwar.
Sesuai hasil Musyawarah Kubro mereka menunjuk tiga orang untuk menjembatani komunikasi antara Rais Aam dan Ketum PBNU agar terjadi kesepakatan Islah. Kedatangan dua utusan ini ditindaklanjuti dengan pertemuan hari ini.
Adapun terkait dari kesepakatan forum pertemuan tersebut, walau tersirat, hingga kini mau Islah atau MLB belum ada penjelasan, tersurat secara resmi. (IHA)





