Muktamar Kebudayaan Indonesia 2026 Resmi Dibuka dengan Pembacaan Teks ‘Pembukaan UUD 1945’

NUCOM, JOMBANG – Halaman Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (Unwaha) Tambakberas Jombang, hening, syahdu dan khidmat, para muktamirin, peserta dan tamu undangan berdiri serentak melafalkan teks Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945”. Dengan alinea agung itulah Muktamar Kebudayaan Indonesia 2026 Lesbumi PBNU resmi dibuka. Jumat (12/6/2026) malam.
Tema “Kembali ke Akar” langsung hidup sejak detik pertama. Tanpa gunting pita, tanpa sambutan bertele-tele. Pembukaan ini mengajak pulang: pulang ke cita-cita luhur bangsa, pulang ke amanat kemerdekaan, pulang ke ruh pendiri NU di tanah kelahiran Mbah KH Wahab Hasbullah.
Hadir dalam kesempatan itu, Gubernur Jawa Timur yang diwakili Asisten 3 Jazuli, hadir bersama jajaran Forkopimda Provinsi Jatim dan Kabupaten Jombang. Turut hadir Rais Syuriyah PCNU Jombang KH Achmad Hasan beserta jajaran, TNI-Polri, ahli bait dzuriyah KH Ahmad Wahab Hasbullah, civitas akademika Unwaha, akademisi, mahasiswa, seluruh pengurus Lesbumi, serta seniman dan budayawan dari berbagai daerah bertemu.
Kebudayaan itu Kata Kerja: Pesan Ketua Lesbumi PBNU
Ketua Lesbumi PBNU, KH M. Jadul Maula, menegaskan makna Muktamar di hadapan peserta.
“Muktamar kebudayaan adalah momentum menegaskan kembali ke akar. Kuncinya: menjaga 3 pilar yang saling menguatkan, yakni agama, ilmu pengetahuan, dan seni,” ujarnya.
Dengan tema ‘Kembali ke Akar’ dengan pembacaan teks Pembukaan UUD 1945, kita diingatkan menjalankan amanat yang terkandung di dalamnya.
“Kebudayaan itu kata kerja. Kerja keras kita sebagai khalifah di muka bumi. Kerja keras mengatasi tantangan kehidupan, terutama dalam berbangsa dan bernegara.,” tegasnya.
Dia merumuskan Trilogi Kebudayaan: Agama = spiritualitas, Ilmu = rasionalitas, Seni = rasa. Ketiganya, katanya, adalah kunci, sebagai nafas kerja insan kebudayaan muslim Indonesia.
“Kebudayaan yang berakar pada nilai keislaman dan kebangsaan adalah instrumen penting untuk memperkuat identitas bangsa sekaligus membangun harmoni sosial di tengah keberagaman,” pungkasnya
Sebelumnya, dalam sambutan, atas nama Gubernur Jatim, Asisten 3 Jazuli mengapresiasi gelaran ini. Pesan singkatnya mengena: “Dengan ilmu hidup jadi cerah, dengan agama hidup jadi terarah, dengan seni hidup jadi indah.” ujarnya singkat.
Sementara itu, Ketua Yayasan Perguruan Tinggi Unwaha Nyai Hj. Hizbiyah Rochim Wahab, M.A. selaku tuan rumah menyambut hangat para muktamirin. “Ini peristiwa istimewa. Pertama kali Muktamar Kebudayaan digelar di Unwaha,” ucapnya.
Nyai Hizbiyah pun menekankan pentingnya sinergi. “Pendidikan, pesantren, dan komunitas budaya harus bersinergi menjaga serta mengembangkan khazanah kebudayaan Indonesia,” tegasnya.
Amanah Dzuriyah: Lanjutkan Perjuangan Lewat Seni yang Santun
Putri sang pendiri, penggerak NU tersebut juga mengingatkan sejarah berdirinya Lesbumi. Mbah Yai Wahab Hasbullah merestui pendiriaan Lesbumi sebagai ruang ekspresi kaum muslimin melawan penjajahan,
“Maka kita harus meneruskan amanah pendiri: menjaga agama, mengamalkan dan mengembangkan ilmu, beramar makruf nahi munkar dengan cara baik dan santun. Pokoknya tiada kata uzur dalam berjuang,” pungkasnya.
Puncak Pembukaan: Pembacaan UUD 1945, Istighotsah, dan Potong Tumpeng
Puncak acara ditandai prosesi pembacaan bersama teks Pembukaan UUD 1945 oleh seluruh peserta dan tamu undangan. Itu peneguhan komitmen Lesbumi NU bahwa kebangsaan, kebudayaan tidak bisa dilepaskan dari NKRI.
Acara ditutup dengan Istighotsah yang dipimpin Rais Syuriyah PCNU Jombang KH Achmad Hasan. Doa dipanjatkan agar muktamar kedepan berjalan lancar, dan melaluo pleno semoga lahir gagasan yang bermanfaat bagi kemajuan seni, budaya, serta peradaban Indonesia.
Selanjutnya prosesi Potong Tumpeng sebagai pamungkas acara resmi pembukaan Muktamar Kebudayaan 2026 berlangsung.
Melalui Muktamar ini, Lesbumi PBNU menegaskan perannya: memperkuat kebudayaan sebagai pilar pembangunan bangsa, sekaligus memperteguh khidmah NU dalam merawat tradisi, memperkaya kreativitas, dan membangun peradaban Islam Nusantara yang rahmatan lil alamin.
Unwaha Tambakberas, Jombang mengukir sejarah sebagai tuan rumah pertama pelaksanaan Muktamar Kebudayaan Indonesia Lesbumi PBNU.
Ketua panitia setempat Suwasis sebelumnya melaporkan, sebanyak 380 peserta sudah hadir, mereka merupakan perwakilan Lesbumi se-Nusantara. (IHA)





