Buntet Pesantren Berduka, KH Hasanuddin Kriyani Wafat

NUCOM, Cirebon —- Innalillahi, kabar duka menyelimuti dunia pesantren. Sesepuh Pondok Buntet Pesantren, Cirebon, KH Hasanuddin Kriyani (Abah Hasan) wafat, di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Jakarta. Rabu (12/8/2026). Innalilahi Wainnailaihi rajiun.
Rencana Pemakaman
Jenazah almarhum diberangkatkan dari RSPAD Gatot Soebroto Jakarta menuju Kompleks Pondok Buntet Pesantren, Cirebon untuk disemayamkan dan dimakamkan.
Almarhum akan dimakamkan di Kompleks Makam Masyayikh Pondok Buntet Pesantren, tempat para guru dan sesepuh Buntet beristirahat.
Teladan Pengabdian Sejak Muda
KH Hasanuddin Kriyani lahir di Buntet Pesantren pada 28 Agustus 1965. Putra dari KH Izzuddin AZ (ayah) dan Nyai Hj. Nihayati (ibu).
Sosok yang akrab dengan sapaan Abah Hasan dikenal sebagai sosok yang tawadhu, lembut, dan istiqomah dalam mengabdi. Sejak muda beliau aktif di dunia pendidikan.
Amanah terakhir yang diemban beliau adalah sebagai Sesepuh Pondok Buntet Pesantren, meneruskan kepemimpinan KH Adib Rofiuddin Izza (1965-2026).
Baca juga: Innalillahi, KH Adib Rofiuddin Izza, Pengasuh Buntet Pesantren Cirebon Wafat
Sebagai sesepuh, Abah Hasan juga Ketua Dewan Pembina Yayasan Lembaga Pendidikan Islam (YLPI) Pondok Buntet Pesantren Cirebon.
Selain di pesantren, almarhum juga pernah menjabat Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Cirebon. Di bawah bimbingan beliau, ribuan santri dan alumni Buntet ditempa akhlak dan ilmunya.
“Kehilangan beliau adalah kehilangan yang sangat besar bagi kami. Beliau adalah guru, orang tua, sekaligus penyejuk hati,” ujar salah satu pengurus Buntet.
Ungkapan belasungkawa juga mengalir dari berbagai pihak. Semua turut berduka cita atas wafatnya sesepuh yang dicintai itu.
Meninggalkan Jejak Khidmah
Abah Hasan meninggalkan jejak panjang dalam merawat Buntet Pesantren. Dari ruang kelas hingga majelis dzikir, dari urusan pesantren hingga organisasi NU, beliau hadir dengan keteladanan.
Kepergiannya meninggalkan duka mendalam. Namun nama, ilmu, dan akhlak beliau akan terus hidup dalam sanad keilmuan para santri Buntet.
Semoga Allah SWT melapangkan kubur beliau, menerima segala amal ibadahnya, dan menempatkan almarhum di tempat terbaik di sisi-Nya. Lahu Al-Fatihah. (IHA)
Baca juga: Kiai Abbas Buntet, Ulama NU, Calon Pahlawan Nasional





