Khutbah Jumat, Pesantren Salaf, Benteng Ilmu Agama dan Penjaga Akhlak Umat

NU Cilacap Online – Di dalam pesantren salaf, ilmu agama tidak dipelajari secara otodidak melalui layar gawai atau sekadar membaca terjemahan. Para santri mengaji langsung di hadapan para kiai dan guru (metode sorogan dan bandongan). Tradisi ini menjaga kemurnian pemahaman agama agar tidak melenceng. Rantai keilmuan ini bersambung dari sang kiai, kepada guru-gurunya terdahulu, para penyusun kitab, para tabiin, sahabat, hingga bermuara langsung.
Khutbah Jumat pada kesempatan ini mengangkat tema: “Pesantren Salaf, Benteng Ilmu Agama dan Penjaga Akhlak umat”. Khutbah Jumat ini ditulis Oleh KH. Ahmad Rosyidi Wakil Ketua LD PCNU Kabupaten Wonogiri
Download Khutbah Jumat bahasa Indonesia
Khutbah Pertama
الْحَمْدُ للهِ. الْحَمْدُ للهِ الَّذِي جَعَلَ الْعِلْمَ نُوْرًا لِلْبَشَرِ، وَرَفَعَ مَقَامَ الْعُلَمَاءِ وَأَهْلِ الْأَثَرِ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، الْمَلِكُ الدَّيَّانُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، الْمَبْعُوثُ بِرَحْمَةٍ إِحْسَانٍٍ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ الَّذِينَ كَانُوا لِدِينِ اللهِ خَيْرَ أَنْصَارٍ.
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُونَ الرَّاحِمُونَ، أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْقَدِيرِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُونَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي الْقُرْآنِ الْكَرِيمِ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ.
Sidang Jumat yang Dirahmati Allah SWT,
Marilah kita bersama-sama meningkatkan kualitas iman dan takwa kita kepada Allah SWT. Takwa dalam arti menjalankan seluruh perintah-Nya dengan penuh keikhlasan, serta menjauhi segala bentuk larangan-Nya demi keselamatan kita di dunia dan di akhirat.
Pada kesempatan mulia ini, khatib ingin mengajak kita semua untuk merenungi satu institusi pendidikan Islam yang telah menjadi pilar kokoh tegaknya syiar dan kemurnian agama di bumi Nusantara, yaitu Pondok Pesantren Salaf.
Jamaah Shalat Jumat yang rahimakumullah,
Kata “Salaf” sering kali diartikan sebagai yang terdahulu atau klasik. Dalam konteks pendidikan, Pondok Pesantren Salaf adalah lembaga pondok pesantren yang mempertahankan sistem pengajaran kitab-kitab kuning (kitab turats/klasik) sebagai inti kurikulumnya. Sejak zaman Walisongo hingga era modern saat ini, pesantren salaf terbukti konsisten menjadi benteng pertahanan ilmu agama, penjaga akidah umat, serta pusat pembentukan akhlak mulia.
Setidaknya, ada tiga nilai fundamental yang membuat Pondok Pesantren Salaf begitu istimewa dan terus dibutuhkan oleh umat hingga akhir zaman:
Pertama: Sanad Ilmu yang Bersambung (Muttashil)
Di dalam pesantren salaf, ilmu agama tidak dipelajari secara otodidak melalui layar gawai atau sekadar membaca terjemahan. Para santri mengaji langsung di hadapan para kiai dan guru (metode sorogan dan bandongan). Tradisi ini menjaga kemurnian pemahaman agama agar tidak melenceng. Rantai keilmuan ini bersambung dari sang kiai, kepada guru-gurunya terdahulu, para penyusun kitab, para tabiin, sahabat, hingga bermuara langsung kepada Rasulullah SAW.
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an Surat At-Taubah ayat 122:
فَلَوْلَا نَفَرَ مِنْ كُلِّ فِرْقَةٍ مِنْهُمْ طَائِفَةٌ لِيَتَفَقَّهُوا فِي الدِّينِ وَلِيُنْذِرُوا قَوْمَهُمْ إِذَا رَجَعُوا إِلَيْهِمْ لَعَلَّهُمْ يَحْذَرُونَ
Artinya: “Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya.”
Kedua: Mengedepankan Adab di Atas Ilmu
Pondok pesantren salaf bukan sekadar tempat mentransfer wawasan kognitif ke otak, melainkan madrasah penyucian jiwa (tazkiyatun nafs). Di pesantren salaf, berlaku kaidah “Al-Adabu Fauqal ‘Ilmi”—adab berada di atas ilmu. Para santri diajarkan cara menghormati guru, memuliakan kitab, menyayangi sesama teman, serta hidup dalam kesederhanaan dan kemandirian.
Rasulullah SAW bersabda:
إِنَّمَا بُعِثْتُ لِأُتَمِّمَ مَكَارِمَ الْأَخْلَاقِ
Artinya: “Sesungguhnya aku diutus hanya untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.” (HR. Al-Baihaqi)
Ilmu yang berkah bukan dinilai dari seberapa pintar seseorang berdebat, melainkan dari seberapa tunduk jiwanya kepada kebenaran dan seberapa manfaat dirinya bagi masyarakat luas.
Ketiga: Penanaman Jiwa Ikhlas dan Khidmah
Kehidupan di pesantren salaf melatih para santri untuk memiliki keikhlasan yang tinggi melalui konsep khidmah (pengabdian). Mereka mengabdi kepada kiai, membantu pondok, dan belajar peka terhadap lingkungan sekitar tanpa mengharapkan imbalan materi.
Jiwa keikhlasan inilah yang melahirkan para ulama penggerak masyarakat, pejuang kemerdekaan, dan pribadi-pribadi yang kokoh mentalnya di tengah gempuran zaman yang semakin materialistis.
Sidang Jumat rahimakumullah
Di era modern dengan perkembangan teknologi yang masif ini, keberadaan pondok pesantren salaf justru semakin krusial. Pesantren salaf bertindak sebagai penyaring dan penyeimbang agar generasi muda tidak kehilangan kompas moralnya. Keberkahan ilmu yang lahir dari bilik-bilik santri adalah energi spiritual yang ikut menjaga kedamaian dan keselamatan bangsa ini.
Oleh karena itu, marilah kita dukung, kita muliakan, dan kita percayakan pendidikan generasi penerus kita kepada lembaga-lembaga pesantren yang konsisten menjaga warisan keilmuan Islam yang luhur ini.
Semoga anak cucu kita digolongkan sebagai hamba-hamba yang mencintai ilmu, menghormati ulama, dan memiliki akhlakul karimah.
أعوذ بالله من الشيطان الرجيم. بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ. وَالْعَصْرِۙاِنَّ الْاِنْسَانَ لَفِيْ خُسْرٍۙ اِلَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ ەۙ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِࣖ
بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ. وَتَقَبَّلَ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ. وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيمَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ.
Khutbah Kedua
الْحَمْدُ للهِ حَمْدًا كَثِيرًا كَمَا أَمَرَ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، إِرْغَامًا لِمَنْ جَحَدَ بِهِ وَكَفَرَ. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، سَيِّدُ الْخَلَائِقِ وَالْبَشَرِ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الْمَحْشَرِ.
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللهِ، اتَّقُوا اللهَ تَعَالَى وَاعْلَمُوا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيهِ بِنَفْسِهِ، وَثَنَّى بِمَلَائِكَتِهِ الْمُسَبِّحَةِ بِقُدْسِهِ. فَقَالَ تَعَالَى مُخْبِرًا وَآمِرًا: إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا.
اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدَنَا إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدَنَا إِبْرَاهِيمَ، وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدَنَا إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدَنَا إِبْرَاهِيمَ، فِي الْعَالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ.
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، وَالْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ. اللَّهُمَّ أَعِزَّ الْإِسْلَامَ وَالْمُسْلِمِينَ، وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَالْمُشْرِكِينَ، وَانْصُرْ عِبَادَكَ الْمُوَحِّدِينَ. اللَّهُمَّ احْفَظْ عُلَمَاءَنَا، وَكُبَرَاءَنَا، وَمَشَايِخَنَا، وَبَارِكْ فِي أَعْمَارِهِمْ وَعُلُومِهِمْ. اللَّهُمَّ احْفَظْ أَوْلَادَنَا وَطَلَبَتَنَا وَسَنَادَتَنَا فِي كُلِّ مَكَانٍ وَبَارِكْ فِي أَوْقَاتِهِمْ لِخِدْمَةِ الدِّينِ.
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ، وَاللهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ.
Download Khutbah Jumat bahasa Jawa
Editor bahasa: Khayaturrohman





