Kajian MT As-Sa’adah Membuka Rangkaian HSN Karangpucung

NU CILACAP ONLINE – Kajian Islam Majelis Taklim (MT) As-Sa’adah secara resmi membuka seluruh rangkaian peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 tingkat Kecamatan Karangpucung, Kabupaten Cilacap. Acara pembukaan yang diselenggarakan bersamaan dengan Milad ke-4 MT As-Sa’adah ini dibuka langsung oleh Camat Karangpucung, Syihabur Ridlo Eka Suryawan, sebagai momentum untuk mempererat silaturahmi, memperkuat kerukunan antarumat Islam, serta meneguhkan peran penting perempuan dan keluarga dalam membentuk generasi muda yang berakhlakul karimah
Dalam sambutannya, Camat Karangpucung menyampaikan apresiasi kepada MT As-Sa’adah yang secara konsisten menyelenggarakan kegiatan keagamaan selama empat tahun terakhir. “Keberadaan majelis taklim memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan masyarakat, khususnya dalam membentuk karakter, memperkuat nilai-nilai keagamaan, dan menumbuhkan kepedulian sosial,” katanya di Pendopo Kecamatan Karangpucung (9/10/2026).
Lebih lanjut, dia menegaskan bahwa pembangunan suatu wilayah tidak cukup hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga harus diimbangi dengan pembangunan mental dan spiritual masyarakat.
“Sehebat apa pun pembangunan fisik yang dilaksanakan di wilayah kita, jika tidak diimbangi dengan pembangunan mental spiritual, maka akan pincang,” tegas Syihab di hadapan para jamaah.
Menurutnya, majelis taklim menjadi salah satu ruang strategis bagi masyarakat untuk memperdalam pemahaman agama sekaligus memperkuat nilai-nilai kebersamaan. Melalui kegiatan pengajian yang dilaksanakan secara rutin, masyarakat diharapkan tidak hanya memperoleh pengetahuan keagamaan, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat. Baca juga Paradoks Pawai Budaya di Hari Kemerdekaan
Dalam kesempatan tersebut, Camat Karangpucung juga menyoroti pentingnya peran perempuan, khususnya para ibu, dalam menyukseskan pendidikan karakter bagi generasi penerus bangsa. Momentum Hari Santri Nasional, menurutnya, menjadi pengingat bahwa pembentukan generasi yang berakhlak mulia dan memiliki semangat kebangsaan harus dimulai dari lingkungan keluarga.
Syihabur Ridlo menyebutkan bahwa ibu memiliki kedudukan penting sebagai pendidik pertama bagi anak-anaknya. Nilai-nilai kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab, toleransi, serta kecintaan terhadap bangsa dan negara perlu ditanamkan sejak dini melalui keteladanan dan pembiasaan dalam kehidupan keluarga.
“Kaum perempuan, ibu-ibu semua yang hadir di kesempatan kali ini merupakan madrasah pertama bagi anak-anak kita. Di tangan ibu-ibu sekalian, karakter generasi penerus yang ada di Kecamatan Karangpucung ini akan dibentuk agar menjadi generasi yang berakhlakul karimah dan cinta kepada tanah airnya,” ujarnya.
Pesan tersebut sekaligus menegaskan bahwa peran perempuan tidak hanya terbatas pada lingkup rumah tangga, tetapi juga memiliki kontribusi besar dalam membangun kualitas sumber daya manusia. Melalui keterlibatan aktif dalam majelis taklim dan organisasi kemasyarakatan, kaum perempuan dapat menjadi penggerak dalam menanamkan nilai-nilai keagamaan, memperkuat keharmonisan keluarga, serta menciptakan lingkungan sosial yang damai dan penuh kepedulian.
Kehadiran Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Cilacap, Hj Rowakhidah, turut menambah semarak kegiatan tersebut. Kehadiran pimpinan GOW Kabupaten Cilacap itu dipandang sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan keagamaan dan penguatan peran perempuan dalam kehidupan bermasyarakat.
Sinergi antara majelis taklim, organisasi perempuan, pemerintah kecamatan, dan berbagai elemen masyarakat diharapkan dapat terus terjalin. Dengan demikian, kegiatan keagamaan tidak hanya menjadi sarana meningkatkan kualitas ibadah, tetapi juga menjadi wadah untuk memperluas jejaring silaturahmi, menumbuhkan kepedulian sosial, serta mendorong partisipasi perempuan dalam pembangunan masyarakat.
Mengakhiri sambutannya, Camat Karangpucung menyampaikan harapan agar MT As-Sa’adah terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Ia berharap majelis taklim tersebut dapat mempertahankan semangat istikamah dalam menyelenggarakan kegiatan keagamaan sekaligus menjadi sumber ketenangan dan kebahagiaan bagi para jamaah.
“Semoga di usia yang ke-4 ini Majelis Taklim As-Sa’adah akan semakin maju, semakin berkah, jemaahnya semakin bertambah, dan terus bisa memancarkan kebahagiaan serta kedamaian sesuai dengan namanya As-Sa’adah,” pungkasnya.
Kontributor: Nesy Faska Maulidia
Editor : Naeli Rokhmah





