KLHU Azzahra Diresmikan, Kemenhaj Cilacap Jadikan Percontohan

NU CILACAP ONLINE – “Saya berkomitmen agar inovasi Klinik NU Azzahra Husada ini sebagai percontohan klinik dan rumah sakit di Cilacap, akan melaporkan ini ke Kementrian Haji dan Umrah, serta mengkomunikasikannya kepada seluruh Biro Haji dan Umrah di Kabupaten Cilacap,” kata Kepala Kantor Kementrian Haji dan Umrah (Kemenhaj Cilacap H Banu Tolib saat peresmian Klinik Layanan Terpadu Kesehatan Haji dan Umrah, Kamis (15/10/2026)
Klinik NU Azzahra Husada mengukir sejarah baru dalam dunia pelayanan kesehatan di Indonesia dengan meresmikan inovasi Layanan Terpadu Kesehatan Haji dan Umrah. Klinik ini menjadi Klinik Pratama pertama di Indonesia yang secara khusus menyediakan fasilitas layanan kesehatan haji dan Umrah secara terpadu.
Kepala Kantor Kementrian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Cilacap, H Banu Tolib menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Klinik NU Azzahra Husada Kesugihan Cilacap atas inovasi baru yang cepat luar biasa kepada Klinik NU Azzahra Husada Kesugihan dalam memberikan layanan kesehatan haji dan Umrah di Kabupaten Cilacap.
“Ini merupakan satu-satunya Klinik Pratama di Indonesia yang sudah berkomitmen kuat dalam melayani para tamu Alloh, semoga langkah cepat dan responsif ini memberikan dampak yang besar bagi pelaksanaan haji di Kabupaten Cilacap pada khususnya, dan Indonesia pada umumnya.” demikian tandasnya.
“Secara khusus, atas nama Kementrian Haji dan Umrah, kami memberikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Klinik NU Azzahra Husada ini, atas kesigapan dan respon luar biasa untuk lebih meningkatkan pelayanan bagi Jamaah Haji asal Kabupaten Cilacap.” pungkasnya, disambut tepuk tangan meriah dari semua yang hadir.
Pertama di Indonesia
Dalam sambutan pengantar peresmian, Ketua Umum Pimpinan Pusat Persatuan Kedokteran Haji Indonesia (Perdokhi), Dr. dr. H. Syarif Hasan Lutfi, menyoroti pentingnya keberadaan layanan ini bagi calon jamaah. Menurutnya, Indonesia sebagai negara dengan jumlah jamaah haji terbesar di dunia juga memiliki persentase angka kematian jamaah yang tergolong tinggi.
“Pemerintah melakukan pengetatan syarat mampu (istito’ah), terutama dalam bidang kesehatan, sehingga diperlukan layanan kesehatan yang lebih menjamin kenyamanan ibadah haji,” tegas Syarif Hasan Lutfi.
Layanan Terpadu Kesehatan Haji dan Umrah ini dirancang untuk mendukung regulasi pemerintah dalam memperketat penetapan syarat istito’ah kesehatan calon jamaah. Pengetatan ini sangat krusial mengingat terdapat 11 jenis penyakit yang dilarang masuk ke Arab Saudi dan akan diperiksa secara ketat di bandara. Ke depan, pembinaan kesehatan jamaah akan dilakukan secara menyeluruh sejak awal persiapan.
Perdokhi akan menyusun rekomendasi standar layanan kesehatan haji dan Umrah. Hingga saat ini, di Indonesia telah ada 9 Rumah Sakit dan Klinik Utama yang memfasilitasi layanan serupa, termasuk yang baru saja diresmikan oleh Menteri Haji dan Umrah di Rumah Sakit Islam Sidoarjo, Jawa Timur. Namun, Klinik NU Azzahra Husada menjadi pelopor di tingkat Klinik Pratama.
Sebagai bentuk kesiapan, Klinik NU Azzahra Husada telah menyiagakan dua dokter yang lulus standarisasi layanan kesehatan haji.
Hadir di tengah-tengah acara, Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Cilacap H Paiman Sahlan mengatakan jika jaminan kesehatan yang prima sangat dibutuhkan agar para jamaah dapat menjalankan ibadah dengan khusyuk dan lancar.
H Paiman berharap, inovasi ini dapat menginspirasi lahirnya layanan serupa di fasilitas kesehatan NU lainnya.Kehadiran Klinik Haji dan Umrah ini menjadi sangat penting karena secara terbuka memang dideklarasikan untuk fokus melayani kebutuhan tersebut. Semoga ikhtiar PCNU Cilacap ini menjadi legacy (warisan kebaikan) yang bermanfaat luas bagi umat,” tandasnya. (Taufik Hidayatullah)





