Khutbah

Khutbah Rasulullah Akhir Bulan Sya’ban Menyambut Ramadhan

Khutbah yang disampaikan oleh Rasulullah Muhammad Shallalhu ‘Alaihi Wasallam di akhir bulan Sya’ban untuk menyambut bulan Ramadhan di hadapan para Sahabatnya sepantasnya kita baca kembali, atau dijadikan naskah materi Khutbah Jumat. Apalagi, di akhir bulan Sya’ban sekaligus menyambut bulan Ramadhan tahun ini, bulan yang penuh keutamaan dan keistimewaan.

Berikut ini ulasan Khutbah Rasulullah Akhir Bulan Sya’ban Menyambut Ramadhan yang dinukil dari sebuah hadits.

Rasulullah Muhammad bersabda yang artinya: ”Wahai manusia, sungguh telah dekat kepadamu bulan yang agung, bulan yang penuh dengan keberkahan, yang didalamnya terdapat satu malam yang lebih baik (nilainya) dari seribu bulan, bulan yang mana Allah tetapkan puasa di siang harinya sebagai fardhu, dan shalat (tarawih) di malamnya sebagai sunah. Barang siapa mendekatkan diri kepada Allah di bulan ini dengan satu kebaikan (amalan sunnah), maka pahalanya seperti dia melakukan amalan fardhu di bulan-bulan yang lain. Barangsiapa melakukan amalan fardhu di bulan ini, maka pahalanya seperti telah melakukan 70 amalan fardhu di bulan lainnya.

Penggalan Hadits Khutbah Akhir Bulan Sya’ban di atas mengandung 6 (enam) intisari keutamaan amalan dan pahala bulan Ramadhan, sebagai berikut:

  1. Akan segera datang bulan Ramadhan dengan keutamaan dan keistimewaanya;
  2. Tentang Malam Qadar, Lailatul Qadar, di malam-malam Ramadhan yang ditentukan;
  3. Ditetapkannya Kewajiban Puasa Ramadhan sebulan penuh bagi umat Islam;
  4. Sunnah menjalankan Shalat Tarawih selama malam-malam bulan Ramadhan;
  5. Amalan Sunnah lain yang bertujuan mendekatkan diri kepada Allah SWT, termasuk Iktikaf;
  6. Kualitas pahala amaliyah / ibadah Sunnah yang setara dengan pahala amaliyah / ibadah wajib;

Penggalan Hadits dalam Khutbah Rasulullah menyambut bulan Ramadhan selanjutnya, berbunyi: Inilah bulan kesabaran dan balasan atas kesabaran adalah surga, bulan ini merupakan bulan kedermawanan dan simpati (satu rasa) terhadap sesama. Dan bulan dimana rizki orang-orang yang beriman ditambah. Barang siapa memberi makan (untuk berbuka) orang yang berpuasa maka baginya pengampunan atas dosa-dosanya dan dibebaskan dari api neraka dan dia mendapatkan pahala yang sama sebagaimana yang berpuasa tanpa mengurangi sedikitpun pahala orang yang berpuasa.

Beberapa keistimewaan bulan Ramadhan

Beberapa keistimewaan bulan Ramadhan disampaikan langsung oleh Rasulullah Muhammad SAW di hadapan para Sahabatnya, sesuai hadits di atas, di antaranya:

  1. Ramadhan adalah bulan kesabaran, bagi siapa saja yang menjalaninya dengan penuh kesabaran, dengan iman dan ihtisaban, berpeluang mendapatkan pahala Surga;
  2. Ramadhan adalah bulan kedermawanan di mana setiap muslim dipersilakan untuk memperbanyak amal shadaqah, infaq dan jariyah, sebagai implementasi solidarits dan tenggang rasa’
  3. Di Bulan Ramadhan, rizki orang-orang yang beriman akan ditambah kuantitas dan kualitas atau keberkahannya
  4. Perintah untuk berbagi, memberi, termasuk yang utama adalah memberi makan (makanan berbuka puasa) pada orang yang sedang berpuasa dengan jaminan pahala dan pengampunan dosa yang telah lalu;
  5. Pahala Orang yang berpuasa tidak berkurang hanya karena saat berbuka memakan makanan pemberian orang lain;

Baca Juga: Dermawan Di Bulan Ramadhan Mengasah Kepekaan

Dalam hadits yang menyuratkan tentang khutbah akhir bulan sya’ban dan menyambut kedatangan bulan Ramadhana, ada pertanyaan Sahabat dan Jawaban Rasulullah (yang artinya):

Mereka (para sahabat) berkata : “Wahai Rasulullah! tidak semua dari kami mempunyai sesuatu yang bisa diberikan kepada orang yang berpuasa untuk berbuka.”

Rasulullah menjawab: “Allah akan memberikan pahala ini kepada orang yang memberi buka puasa walaupun dengan sebiji kurma, atau seteguk air, atau setetes susu”.

Dialog singkat Rasulullah SAW dengan para Sahabat menyiratkan bahwa pahala bulan ramadhan dari amal-amal yang bisa dilakukan, berlaku untuk setiap muslim baik yang miskin maupun yang kaya; baik yang mampu maupun yang faqir tak berpunya. Semua berpeluang untuk mendapatkannya.

Isyarat tersebut jelas terbaca di penggalan hadits di atas; “walaupun sebiji kurma” yang diberikan kepada orang yang sedang berpuasa. Jika mungkin, benar-benar memberikan sebiji kurma. Jika tidak, kita bisa manganalogikan dengan jenis makanan khas yang ada di sekitar kita untuk diberikan kepada orang yang sedang berpuasa. Atau sekadar seteguk air sebagaimana dalam penggalan hadits di bawah nanti;

Khutbah Rasulullah Akhir Bulan Sya’ban Menyambut Ramadhan

Kasih Sayang Ramadhan

Ramadhan bulan penuh kasih sayang. Allah SWT mengasihi dan menyayangi hambaNYA yang ihlas menjalankan puasa.

Inilah bulan yang permulaannya (sepuluh hari pertama) Allah SWT menurunkan rahmat, yang pertengahannya (sepuluh hari kedua) Allah SWT memberikan ampunan, dan yang terakhirnya (sepuluh hari ketiga) Allah membebaskan hamba-Nya dari api neraka. Barangsiapa yang meringankan hamba sahayanya di bulan ini, maka Allah akan mengampuninya dan membebaskannya dari api neraka.

Ramadhan adalah pancaran Kasih Sayang Allah SWT kepada hambaNYA dan Kasih Sayang Rasulullah SAW kepada umatnya. Dijanjikan-NYA Rahmat, Ampunan dan Pembebasan dari ancaman siksa api neraka berlangsung abadi sejak pertama kali disampaikan Rasulullah SAW, hingga kini, hingga kiamat nanti.

Mengharap Ridha dan Menjadi Ahli Surga

Bagian akhir penggalan Hadits dalam Khutbah Rasulullah Akhir Bulan Sya’ban Menyambut Ramadhan berbunyi (yang artinya): “Dan perbanyaklah melakukan 4 (empat) hal di bulan (Ramadhan) ini, yang 2 (dua) hal dapat mendatangkan keridhaan Tuhanmu, dan yang 2 (dua) hal kamu pasti memerlukannya. Dua hal yang mendatangkan keridhaan Allah yaitu Syahadah (Laa Ilaaha illAllah) dan beristighfar kepada Allah, dan dua hal yang pasti kalian memerlukannya yaitu mohonlah kepada-Nya untuk masuk surga dan berlindung kepada-Nya dari api neraka . Dan barang siapa memberi minum kepada orang yang berpuasa (untuk berbuka), maka Allah akan memberinya minum dari telagaku, dimana dengan sekali minum ia tidak akan merasakan haus sehingga ia memasuki surga“.

Dua hal ini, mengharap Ridha Allah dan memohon dijadikan Ahli Surga sangat dianjurkan untuk diamalkan selama bulan Ramadhan dengan amaliyah dan ibadah. Dalam hadits di atas dinyatakan; 4 hal amalan yang perlu diperbanyak selama bulan Ramadhan;

  1. 2 amalan yang ditujukan untuk mendapatkan Ridha Allah SWT, yaitu memperkuat persaksian, memperbanyak kalimat Tauhid La Ilaaha IllAllah…., dalam pengertian berdzikir, memperbanyak dzikir, dan beristigfar, memperbanyak permohonan ampunan;
  2. 2 amalan yang bisa mengantarkan kebutuhan kita untuk menjadi ahli surga; yaitu memperbanyak doa untuk hal tersebut, memohon dijadikan ahli surga sekaligus dijauhkan dari siksa api neraka; dan memperbanyak sedekah, infaq, termasuk menunaikan zakat fitrah.

Demikian sedikit ulasan mengenai Khutbah Rasulullah Akhir Bulan Sya’ban Menyambut Ramadhan yang dinukil dari sebuah hadits yang selengkapnya berbunyi demikian;

أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ أَظَلَّكُمْ شَهْرٌ عَظِيْمٌ، شَهْرٌ مُبَارَكٌ، شَهْرٌ فِيْهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ، جَعَلَ اللهُ صِيَامَهُ فَرِيْضَةً، وَقِيَامَ لَيْلِهِ تَطَوُّعًا، مَنْ تَقَرَّبَ فِيْهِ بِخِصْلَةٍ مِنَ الْخَيْرِ، كَانَ كَمَنْ أَدَّى فَرِيْضَةً فِيْمَا سِوَاهُ، وَمَنْ أَدَّى فِيْهِ فَرِيْضَةً كَانَ كَمَنْ أَدَّى سَبْعِيْنَ فَرِيْضَة فِيْمَا سِوَاهُ، وَهُوَ شَهْرُ الصَّبْرِ، وَالصَّبْرُ ثَوَابُهُ الْجَنَّةُ، وَشَهْرُ الْمُوَاسَاةِ، وَشَهْرٌ يَزْدَادُ فِيْهِ رِزْقُ الْمُؤْمِنِ، مَنْ فَطَّرَ فِيْهِ صَائِمًا كَانَ مَغْفِرَةً لِذُنُوْبِهِ، وَعِتْقَ رَقَبَتِهِ مِنَ النَّارِ، وَكَانَ لَهُ مِثْلَ أَجْرِهِ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْتَقِصَ مِنْ أَجْرِهِ شَيْءٌ،


قَالُوْا: لَيْسَ كُلُّنَا نَجِدُ مَا يفطرُ الصَّائِمُ. فَقَالَ : يُعْطِي اللهُ هَذَا الثَّوَابَ مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا عَلَى تَمْرَةٍ أَوْ شَرْبَةَ مَاءٍ أَوْ مَذقَةَ لَبَنٍ، وَهُوَ شَهْرٌ أَوَّلُهُ رَحْمَةٌ، وَأَوْسَطُهُ مَغْفِرَةٌ، وَآخِرُهُ عِتْقٌ مِنَ النَّارِ، مَنْ خَفَّفَ عَنْ مَمْلُوْكِهِ غَفَرَ اللهُ لَهُ، وَأَعْتَقَهُ مِنَ النَّارِ، وَاسْتَكْثِرُوْا فِيْهِ مِنْ أَرْبَعِ خِصَالٍ، : خِصْلَتَيْنِ تَرْضْوَنِ بِهِمَا رَبَّكُمْ، وَخِصْلَتَيْنِ لَا غِنًى بِكُمْ عَنْهُمَا، فَأَمَّا الْخِصْلَتَانِ اللَّتَانِ تَرْضَوْنَ بِهِمَا رَبَّكُمْ فَشَهَادَةُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَتَسْتَغْفِرُوْنَهُ، وَأَمَّا اللَّتَانِ لَا غِنَى بِكُمْ عَنْهُمَا فَتَسْأَلُوْنَ اللهَ الْجَنَّةَ وَ تَعُوْذُوْنَ بِهِ مِنَ النَّارِ، وَمَنْ أَشْبَعَ فِيْهِ صَائِمًا سَقَاهُ اللهُ مِنْ حَوْضِيْ شَرْبَةً لَا يَظْمَأُ حَتَّى يَدْخُلَ الْجَنَّةَ

Semoga bermanfaat untuk kita semua.

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

2 × 3 =

Back to top button