Cilacap, Tuan Rumah Peringatan HAI 2026 Ke-60 Tingkat Nasional, Kepala Dinas PDK Cilacap, Paiman: “Literasi Terus Berkembang, Mengikuti Perubahan Zaman”

Kabupaten Cilacap pada 24-25 September 2026 menjadi tuan rumah Peringatan Hari Aksara Internasional (HAI) Tingkat Nasional ke-60. Bukan sekadar tuan rumah seremoni. Selama dua hari, Plaza Sudirman menjelma menjadi ruang perjumpaan, ruang belajar, dan ruang apresiasi bagi seluruh ekosistem pendidikan nonformal Indonesia.
Perayaan nasional yang diinisiasi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Direktorat Pendidikan Nonformal dan Informal (PNFI) bersama UNESCO dan Pemerintah Kabupaten Cilacap ini mengusung tema: “Literasi untuk Sesama, Semesta, dan Sejahtera.”
Tema itulah yang kemudian dibedah secara mendalam oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Cilacap, H. Paiman, S.Ag., M.Pd.
“Enam puluh tahun perjalanan Hari Aksara Internasional bukan sekadar perjalanan panjang sebuah peringatan, tetapi menjadi pengingat bahwa literasi terus berkembang mengikuti perubahan zaman,” tegas Paiman dalam laporan panitia penyelenggara.
Bagi Kepala Dinas PDK Kab. Cilacap, Paiman, kalimat itu bukan sekadar sambutan. Itu adalah refleksi.
Dulu literasi dimaknai sebagai bisa membaca dan menulis. Hari ini, literasi adalah kemampuan memahami informasi di tengah banjir hoaks, kemampuan berpikir kritis di tengah algoritma, kemampuan belajar sepanjang hayat, kemampuan peduli pada semesta, dan kemampuan mengubah pengetahuan menjadi kesejahteraan.
“Literasi harus hadir dalam kehidupan,” ujarnya.
Sebuah penegasan bahwa arah kebijakan nasional hari ini menempatkan literasi sebagai perisai masyarakat menghadapi perubahan sosial, disrupsi digital, krisis lingkungan, dan ledakan kecerdasan artifisial.
Ketika Gong Dipukul, Gerakan Dimulai
Pagi itu, acara dibuka dengan penampilan seni budaya. Kemudian dentuman gong. Dipukul oleh Direktur PNFI Dr. I Gusti Made Ardana, S.Pd., M.T. yang mewakili Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed., didampingi Plh. Sekda Cilacap Annisa Fabriana, S.H., M.Si yang mewakili Plt. Bupati Ammy Amalia Fatma Surya, serta Dirjen Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Tatang Muttaqin, S.Sos., M.Ed., Ph.D.
Begitu gong berdentang, hadirin diajak menyusuri jantung acara: 20 stand literasi.
Di sanalah makna sesungguhnya ditemukan. Bukan di panggung megah, melainkan di lapak-lapak sederhana milik PKBM, TBM, LKP, HIMPAUDI, Paket A, B, C, Tutor dan Relawan, hingga UMKM dan perguruan tinggi UNUGHA dan INSIMA.
Ada Dharma Wanita Kementerian, Dharma Wanita Dinas Pendidikan, DPW Jawa Tengah, PKBM Terpadu Annisa, Forum LKP dan HIPKI, HARPI, PKHP Banjarnegara, SKB Desa Binaan, dan PKBM Al Fikri. Semuanya berbaur.
“Setiap stand adalah cerita. Setiap karya adalah pengalaman. Setiap komunitas adalah bagian dari gerakan literasi,” kata Paiman.
Dan memang, setiap stand bercerita. Tentang ibu-ibu TBM yang menulis buku pertamanya di usia 50 tahun. Tentang warga belajar Paket C yang kini menjadi pengusaha UMKM. Tentang tutor yang mengajar tanpa tanda jasa.
Berikut ini rangkaian inti peringatan HAI 2026 di Plaza Sudirman Cilacap yang terbagi dalam dua hari penuh gagasan, yakni:
Hari Pertama, 24 September, fokus pada “Membangun Literasi Lingkungan yang Inklusif dan Berkeadilan”. Literasi dimaknai sebagai kepedulian. Bahwa membaca saja tidak cukup jika kita buta terhadap kerusakan lingkungan.
Hari Kedua, 25 September, diisi aktivitas HIMPAUDI dan Forum TBM, dilanjutkan dua talkshow penting, yakni “Mengikat Keberagaman yang Inklusif Melalui Kekuatan Aksara” dan “Literasi Digital dan Kemanusiaan Bidang Pendidikan Non Formal”.
Dua tema yang menjawab tantangan zaman: bagaimana aksara merawat keberagaman bangsa, dan bagaimana teknologi tetap harus manusiawi.
Inilah yang membuat HAI di Cilacap berbeda. Kegiatan ini tidak berhenti pada seremoni.
“Semoga kolaborasi yang terbangun tidak berhenti ketika panggung dibongkar dan stand ditutup. Karena sesungguhnya, setelah peringatan selesai, gerakan literasi justru harus dimulai,” ujar Paiman.
Ia menutup laporannya dengan rendah hati: Yang baik adalah hasil kerja kita bersama. Yang kurang adalah ruang bagi kami untuk terus belajar.
Lalu, dua pantun yang oleh Kepala Dinas PDK kAb. Clacap dihadiahkan untuk Indonesia:
Ke Cilacap membawa lentera,
Singgah sejenak di Sudirman Plaza.
Literasi untuk sesama, semesta, sejahtera,
Bersama belajar, membangun bangsa.
Membaca aksara membuka jendela,
Menulis gagasan menyalakan cahaya.
Mari bergerak bersama Indonesia,
Literasi tumbuh, masyarakat berdaya.
Dari Cilacap, pesan itu kini menggaung bahwa Literasi tidak pernah berhenti dan akan terus berkembang, karena zaman pun tidak pernah berhenti berubah.***(IHA)





