Berita

Haul Auliya dan Muassis NU Untuk Peringati Harlah NU ke 98

Memperingati Harlah NU ke 98, Haul Auliya dan Muassis NU akan digelar oleh Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah. Acara ini akan digelar pada 9 Rajab 1442 H atau  bertepatan dengan tanggal 21 Pebruari 2021.

Dilansir dari NU Online Jateng, dalam Haul Auliya dan Muassis NU ini, Mudir Aam Idarah Aliyah Jamiyah Ahlit Thariqah Al-Mu’tabarah an-Nahdliyah  (Jatman) KH Habib Umar Muthohar akan menyampaikan maidloh hasanah dan orasinya.

Kepada NU Online Jateng, Ketua PWNU Jateng KH Muhammad Muzamil, mengatakan dalam memperingati harlah NU, PWNU Jateng mengacu pada regulasi PBNU, bilangan atau hitungannya menggunakan acuan perhutungan tahun qomariyah.

“NU lahir pada tanggal 16 Rajab 1344, sekarang tahun 1442 Hijriah, jadwal pelaksanaan resepsi harlah yang diselenggarakan PWNU Jateng dimajukan 1 minggu, yakni 9 Rojab 1442,” kata Kiai Muzamil.

Disampaikan, untuk melaksanakan agenda Harlah ke-98, PWNU telah membentuk panitia dan menyiapkan rangkaian rencana kegiatan yang akan dilaksanakan sehari penuh di Sekretariat PWNU Jateng, Jl Dr Cipto 180 Semarang.

“Agenda kegiatan yang disusun meliputi halaqah dengan tema ‘Menyebarkan Nilai-nilai Aswaja dan Spirit Kebangsaan’ dengan menampilkan Menteri Agama Gus Yaqut Cholil Qoumas sebagai pembicara kunci. Sedang nara sumbernya adalah Agus Sanyoto ( Sejarawan dan Budayawan NU) dan Prof KH Noor Achmad ( guru besar Hukum Islam Universitas Wahid Hasyim ,” jelasnya.

Dikatakan, kegiatan itu berlangsung pagi sampai siang. Setelah itu bakdal dzuhur dilangsungkan khatmil Qur’an sebanyak seribu kali dan melibatkan seluruh PCNU se-Jateng dengan menggunakan fasilitas zoom meeting yang pembacaan doa khatamannya dilaksanakan di PWNU Jateng pada waktu  sore hari.

Dia menambahkan, resepsi puncak harlah dilaksanakan malam harinya, bakda Isya dengan agenda haul akbar muassis, masyayikh, dan warga NU yang sudah meninggal dan diakhiri dengan mauidlah hasanah serta orasi harlah NU oleh habib Umar Muthohar.

“Agenda halaqah dan haul dilaksanakan di aula PWNU Jateng, jumlah yang hadir dibatasi sesuai dengan prosedur protokol kesehatan, bagi masyarakat yang akan mengikuti agenda ini bisa berpartisipasi melalui fasilitas zoom meeting,” terangnya.

Doa Untuk Auliya dan Bangsa

Sementara itu, Rais PWNU Jawa Tengah, KH Ubaidillah Shodaqoh menghimbau kepada pengurus NU di semua tingkatan  untuk agendakan pembacaan doa-doa khusus untuk keselamatan nahdliyin, bangsa, dan negara saat memperingati hari lahir (harlah) NU dalam waktu dekat ini.

“Kepada pengurus NU di tingkat cabang, MWC, ranting, dan anak ranting kami harapkan agar dalam memperingati harlah NU tahun ini mangagendakan pembacaan doa-doa khusus untuk keselamatan warga NU, bangsa, dan negara di tengah munculnya berbagai problem ini,” kata kiai Ubaid kepada NU Online Jateng di Semarang, Rabu (27/1).

Kyai Ubaid menyampaikan, ada dua momentum peringatan Harlah NU yakni momentum berdasarkan kalender masehi yang jatuh setiap tanggal 31 Januari dan kalender hijriah jatuh tanggal 16 Rajab. Namun berdasarkan Anggaran Dasar Nahdlatul Ulama telah ditetapkan lahirnya NU berdasarkan kalender hijriah.

“Kami mempersilahkan pengurus NU menggelar kegiatan berdasarkan kalender Masehi atau Hijriah. PWNU sendiri akan menggunakan momentum peringatan Harlah NU berdasarkan kalender Hijriah yakni Harlah ke-98 NU yang jatuh 16 Rajab 1442 H atau pada tanggal 27 Pebruari 2021 mendatang,” jelasnya.

Dia menambahkan, terkait materi atau teks doa yang akan dibaca dalam rangkaian kegiatan harlah, dipersilahkan nahdliyin mengikuti bimbingan para kiai atau jajaran syuriyah di daerahnya masing-masing

“Para kiai pasti sudah memiliki doa dan wirid-wirid yang akan dibaca bersama jamaahnya untuk mencari jalan keluar dalam menghadapi berbagai macam problem seperti sekarang ini. Dalam teknis penyelenggaraan juga diharapkan untuk menyesuaikan dengan kondisi saat ini. Suasana hingar bingar supaya bisa dihindari”,  tegasnya.

Sementara itu Ketua PWNU Jateng Muhammad Muzamil menyampaikan harapannya agar warga NU Jateng menjadikan momentum Harlah ini untuk muhasabah.

“Hasil muhasabah ini selanjutnya dapat dijadikan bahan untuk memperbaiki diri sehingga berbagai kekeliruan dapat diperbaiki selama dalam perjalanan perkhidmatan kepada NU pada masa berikutnya,” pungkasnya.

content repost Naeli Rokhmah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

one + sixteen =

Pilih Artiikel Menarik Lainnya
Close
Back to top button