Innalillahi, Ulama dan Tokoh Toleransi Bali, KH Taufik As’adi bin Kiai Habib Adnan, Wafat

NU CIlacap Online – Kabar duka menyelimuti Pulau Dewata, masyarakat muslim Provinsi Bali kehilangan salah satu tokoh toleransi dan ulama terbaiknya, KH Taufik As’adi bin Kiai Habib Adnan, Wafat pada Ahad malam, (29/06/2025). Innalilahi Wainna Ilahi Raji’un…

Wafat Saat Menunaikan Shalat Magrib

KH Taufik As’adi Bin Kiai Habib Adnan yang lahir di Majenang, Cilacap pada tahun 1948 dan wafat dalam usia ke 77 tahun itu pertama kali di kabarkan oleh salah satu putrinya Ning Ema.

“Beliau alami pingsan saat menunaikan Shalat Magrib di rumah dan kami segera bawa ke Rumah Sakit Angkatan Darat (RSAD) Udayana Denpasar Bali dan saat diperiksa Pihak RSAD memastikan kalau beliau sudah tiada, Innalillahi Wainna Ilahi Rajiun, Tangis kami pun pecah saat itu,” Aku Ning Ema.

Ning Ema, anak ke empat dari pasangan KH Taufik As’adi dan ibu Nyai Hj. Nur Aini itu pun lalu memberi kabar melalui WA Grup keluarga besar termasuk keluarga yang di Majenang.

Kepergian sosok ulama yang dikenal gigih memperkuat toleransi dan kerukunan antarumat beragama ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, khususnya bagi umat Islam Bali.

Informasi berpulangnya KH Taufik As’adi mantan ketua MUI Provinsi Bali (2010-2020) yang juga menjabat Ketua Dewan Penasihat Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) tersebut pun cepat menyebar di berbagai grup WhatsApp, termasuk di kalangan Warga KAHMI Bali.

“Telah berpulang ke Rahmatullah pada hari Minggu 29 Juni 2025 sekira pukul 18.15 Wita (Maghrib),” demikian pesan duka berisi foto H Taufik As’adi, yang turut diterima di grup Ukhuwah Jurnalis Bali (UJB).

Jenazah almarhum disemayamkan di rumah duka di Jl. Gunung Slamet I, Perumnas Monang Maning, Denpasar, setelah dimandikan dan dishalatkan. Rencananya, almarhum akan dimakamkan siang ini, Senin, 30 Juni 2025, usai shalat dzuhur.

Dedikasi dan Konsistensi

Semasa hidupnya, KH Taufik tak hanya aktif dalam kegiatan dakwah, namun juga sangat konsisten dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan di Pulau Dewata.

KH Taufik adalah sosok yang tak pernah lelah menyuarakan pesan damai dan kerukunan di tengah heterogenitas pluralisme di Tanah Air, khususnya Bali.

“Dedikasi beliau untuk menjaga keharmonisan antar umat beragama adalah teladan nyata,” aku Ketua UJB, Mohammad Ridwan, mengenang almarhum sebagaimana mengutip kabarnusa.com

H Taufik juga senantiasa mengingatkan pentingnya kehadiran umat Islam sebagai Rahmatan Lil Alamin, rahmat bagi seluruh alam.

“Bapak Taufik, guru kami, teladan kami, sangat konsern dalam membina kerukunan antarumat beragama di Bali,” tambahnya.

Tokoh Toleransi Bali

Meskipun telah lanjut usia, KH Taufik As’adi tetap aktif menghadiri berbagai kegiatan, terutama saat masih menjabat sebagai Ketua Majlis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Bali.

Dalam berbagai kesempatan, selalu menegaskan bahwa Bali, yang telah dikenal sebagai pulau toleransi dalam kehidupan beragama, harus terus dijaga dengan menghindari segala perbuatan dan sikap yang dapat merusak keharmonisan.

“Mari membangun prinsip saling memahami bersama antar umat beragama dan komunikasi yang intensif antar pemuka agama,” ajak almagfurlah KH Taufik As’adi beberapa waktu lalu, sebuah pesan yang akan selalu dikenang dan menjadi panduan bagi masyarakat Bali.

Budayakan Silaturahmi

KH Taufik As’adi adalah seorang tokoh muslim Bali yang hobi silaturahim ini sangat menekankan sekaligus menegaskan hal ini pada keluarga bahwa budayakan silaturahmi, dalam hubungan, hal itu dalam rangka menjaga keutuhan bangsa.

“Keluarga kita itu banyak, besar dan tersebar di sana-sini, maka dalam kehidupan ini budayakan silaturahmi dan dalam menjaga hubungan itu untuk keutuhan bangsa, itu hal yang pokok!,” tegas almagfurlah saat silaturahmi keluarga di Salebu, Majenang pada Rabu, (25/06/2025).

Sebelumnya beliau pun bercerita dalam konteks akulturasi budaya, umat Islam dengan masyarakat Bali sudah menyama braya sejak berabad-abad silam.

“Jadi yang sama jangan dibeda-bedakan, yang beda jangan disama-samakan,” katanya.

Diapun pernah menuturkan sudah keliling ke kantong-kantong muslim di seluruh pelosok Bali. Seperti di Kecicang dan Yeh Banges Karangasem, Pegayaman dan Tegalllinggah Buleleng, Loloan Jembrana dan lainnya.

”Bahkan kampung muslim di Yeh Banges Desa Seraya Tengah Karangasem ada masjid tertinggi di mana tempat itu menjadi persinggahan ribuan burung yang bermigrasi dari Siberia ke Australia, ini luar biasa menjadi potensi pariwisata,” ungkapnya.

Wasiat Menebar Kedamaian

Almagfurlah KH Taufik As’Adi selalu mengingatkan pada kita tentang pentingnya kebersamaan, jiwa sehat dijaga dan dipelihara secara terus menerus sambil menebarkan kedamaian di manapun dan kapan saja.

“Jangan sampai kita mengalami keadaan yang kacau dan tidak terkendali, karena manusia adalah umat yang satu, dan jadilah hamba-hamba Allah yang bersaudara,” katanya.

Kepergian almagfurlah KH Taufik As’adi adalah kehilangan besar bagi umat Islam Bali bahkan Indonesia, namun wasiat semangat, dan menjaga keteguhan jiwa Islam, serta warisan toleransi yang ditinggalkannya akan terus hidup dan menjadi inspirasi.

Redaksi dan kerabat kerja NU Cilacap Online (NUCOM) turut belasungkawa sedalam-dalamnya atas wafatnya KH Taufik As’adi bin Kiai Habib Adnan Ulama dan Tokoh Toleransi Bali. Semoga beliau senantiasa mendapat kasih sayang Allah SWT.

Lahu Alfatihah.. (IHA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button