Lembaga NU

Lembaga Falakiyah NU, Sejarah dan Peran Dalam Ilmu Falak

Lembaga Falakiyah NU. Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama (LFNU) adalah merupakan Lembaga yang memiliki tugas dan program serta melaksanakan kegiatan-kegiatan untuk mengembangkan Ilmu Falak secara teoritis maupun praktis seperti masalah Ru’yat dan Hisab.

Lembaga Falakiyah NU juga melaksanakan kaderisasi guna memenuhi kebutuhan kader NU yang mahir dalam bidang Ilmu Falak.

Sejarah Lembaga Falakiyah

Pasca Muktamar Lirboyo 1999, kepemimpinan Lajnah Falakiyah dipegang oleh Drs KH Ghozalie Masroeri hingga sekarang. Pada Muktanar Jombang 2015, diputuskan bahwa seluruh Lajnah dinamakan ulang menjadi Lembaga dan berada di bawah naungan Tanfidziyah PBNU. Sehingga nama Lajnah Falakiyah pun berubah menjadi Lembaga Falakiyah.

Baca Juga : Kiai Di Majenang Raya Ngaji Digital Aplikasi Ilmu Falak 4.0

Aktivitas yang digelar makin banyak dan beragam. Misalnya dalam bentuk penyelenggaraan Diklatnas (pendidikan dan latihan dasar tingkat nasional) Hisab Rukyat LFNU, yang digelar secara berturut-turut pada tahun 2001 (Cirebon), 2002 (Jepara) dan 2006 (Semarang).

Diklatnas ini bertujuan untuk membentuk dan melatih kader-kader muda di bidang falakiyah, baik laki-laki maupun perempuan. Salah satu alumni Diklatnas 2001 tercatat sebagai generasi terawal kader falak perempuan, yakni Ulya Faruqiyyah, yang menelurkan namanya saat mengukur ulang kembali arah kiblat bagi Masjid Uswatun Hasanah di Bintaro, Tangerang Selatan (Banten).

Selain Diklatnas, juga digelar Silatnas (Silaturahmi Nasional) LFNU sebagai ajang pertemuan dan silaturahmi antar kader falak LFNU dan membahas aneka ragam masalah dalam ranah falakiyah. Telah terselenggara dua kali kegiatan Silatnas, masing-masing pada tahun 2007 (Brebes) dan  2010 (Makassar).

Kegiatan Penyerasian Hisab Nasional juga terus diselenggarakan secara rutin, dengan tujuan untuk membentuk data yang akan digunakan membangun Almanak NU bagi tahun-tahun tertentu. Kegiatan ini  mengambil tempat berpindah-pindah mulai dari Surakarta, Bandungan Semarang, Gresik hingga yang terakhir (2016) di Jepara.

Catatan menonjol lainnya pada era ini adalah mulai digelarnya identifikasi dan pendataan tempat-tempat rukyat yang dikelola LFNU.

Hingga saat ini telah terdata sekitar 120 titik rukyat LFNU, yang tersebar di pulau-pulau Jawa, Sumatra, Sulawesi, Halmahera serta kepulauan Bali dan Nusa Tenggara. Era ini juga ditandai dengan pembangunan observatorium bergerak khas Nahdlatul ‘Ulama yang dinamakan NUMO (Nahdlatul ‘Ulama Mobile Observatory). Kendaraan ini menjadikan Lembaga Falakiyah sebagai salah satu organisasi astronomi terawal yang memiliki fasilitas tersebut.

Baca Juga : 70 Istilah Dalam Kamus Ilmu Falak Yang Perlu Diketahui

Berikut ini Susunan Pengurus Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama Cilacap Masa Hidmah 2018-2023:

Ketua : KH. Maslahudin Syukur, S.Pd.I
Wakil Ketua : Toha, S.Ag
Wakil Ketua : Masrukhan, S.Ag, M.Pd.
Sekretaris : Rahmatulloh, S.Sy.
Wakil Sekretaris : Masruri, S.Ag, M.Si.
Wakil Sekretaris : Nihayatul Minani, S.H.
Bendahara : Imam Gustamto
Wakil Bendahara : Nur Shodiq
Wakil Bendahara : Muslikhuddin, S.Sy

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

1 × 1 =

Pilih Artiikel Menarik Lainnya
Close
Back to top button