Panitia Muktamar NU Ke-35 Siapkan 6 Titik Penginapan Siap Pakai untuk Ribuan Muktamirin. Berikut Rinciannya

NUCOM, Jombang – Panitia pelaksana Muktamar NU Ke-35 terus matangkan finalisasi sarana teknis. Fokus utama saat ini adalah 6 titik penginapan siap pakai untuk ribuan peserta muktamarin yang akan datang ke Tambakberas, Jombang.
Ketua Panitia Lokal Muktamar Ke-35 NU, KH. Abdurrozaq Sholeh atau Gus Rozaq memastikan seluruh fasilitas penginapan 100% siap.
“Insyaallah tempatnya sudah sangat layak. Untuk antisipasi MCK, kami juga sudah berkoordinasi dengan Pemkab Jombang untuk menyediakan MCK portable,” ujar Gus Rozaq, dalam rapat koordinasi di aula Kantor Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang Jumat, (17/6/2026) kemarin.
Total ada 6 titik penginapan di area Tambakberas dengan daya tampung lebih dari 3.000 orang. Mulai dari kampus terdekat Institut Agama Islam Bani Fattah Jombang (IAIBAFA) hingga Universitas KH. Abdul Wahab Hasbullah (Unwaha).
Berikut rincian Lokasi Penginapan, Kapasitas, Fasilitas Unggulan;
- Madrasah Muallimin Muallimat (MMA) Bahrul Ulum Tambakberas Jombang. 880 orang, 88 kamar, 97 kamar mandi. Terbagi 3 kampus
- MA Unggulan KH. Abd Wahab Hasbulloh Bahrul ‘Ulum. 21 kamar, Gedung 3 lantai, 27 toilet.
- Kampus Universitas KH. Abdul Wahab Hasbullah (Unwaha) kapasitas 650 orang, 53 ruang, Ada Rusunawa 30 kamar mandi dan lift
- MAN 3 Tambakberas. 620 orang, 62 ruang 62 MCK, ukuran ruang 7×9 m
- MTsN 3 Jombang 700 orang, 70 ruang 48 MCK, 14 ruang ber-AC
- Kampus Institut Agama Islam Bani Fattah Jombang (IAIBAFA). 1.000 orang 2 Aula besar, 25 ruang kuliah, halaman luas, 30 MCK
“Alhamdulillah 6 titik ini sudah siap. Ini untuk memastikan seluruh muktamirin nyaman selama mengikuti agenda di Tambakberas,” imbuh Gus Rozaq dalam rapat koordinasi antar panitia.
Rapat tersebut dihadiri PBNU, panitia lokal, perwakilan PWNU Jawa Timur, dan PCNU Jombang.
Dalam rapat itu, Panitia juga menetapkan logo dan tema besar hajatan akbar ini. Bertema “Menjaga Marwah, Memperkaya Khidmat untuk Kemaslahatan Bangsa”
“Logo ini sudah final dan bisa diunduh oleh seluruh warga Nahdliyin,” konfirmasi Sekretaris Panitia Pelaksana Muktamar sekaligus Waketum PBNU Bidang OKK, H. Amin Said Husni.
Filosofi Logo: Lingkaran Kesinambungan dan Menara Tambakberas
Logo Muktamar Ke-35 NU dirancang penuh makna. Dua unsur utama menjadi sorotan:
1. Lengkungan Angka 3 dan 5
Angka “35” dibentuk dari dua lingkaran yang saling terhubung. Lingkaran melambangkan kesinambungan perjuangan NU yang tidak ada awal dan akhir. Nilai dakwah, pendidikan, dan pengabdian diwariskan dari generasi ke generasi.
Bentuk melingkar juga bermakna “merangkul, bukan memisahkan”. Geraknya yang dinamis menunjukkan NU terus bergerak maju, namun tetap berporos pada Ahlussunnah wal Jama’ah dan tradisi pesantren.
2. Siluet Menara Emas PP. Bahrul Ulum Tambakberas
Menara berkubah emas di tengah logo menjadi penanda tuan rumah Muktamar. Ini simbol pusat ilmu, dakwah, dan peradaban Islam. Sekaligus bentuk penghormatan kepada sejarah panjang Pesantren Bahrul Ulum sebagai kawah candradimuka para ulama.
Penempatan menara di pusat menegaskan bahwa pesantren tetap menjadi poros peradaban Nahdlatul Ulama.
Dengan tema “Menjaga Marwah, Memperkaya Khidmat”, diharapkan Muktamar NU ke-35 melahirkan keputusan-keputusan strategis untuk kemaslahatan bangsa. (IHA)
Baca Juga: Tuan Rumah Muktamar NU ke-35 Siap Akomodasi Muktamirin 100 Persen





