Munas-Konbes 2026: NU Dukung Keberlangsungan MBG, 1000 Dapur Afirmasi Khusus Pesantren

NUCOM, KEDIRI – Munas dan Konbes NU 2026 di Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Kediri, resmi menegaskan sikap: NU mendukung penuh keberlangsungan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari pemerintah.

Dukungan ini utuh, sekaligus disertai afirmasi khusus untuk pesantren berupa 1000 dapur baru. Walau mendukung, NU tetap memberikan catatan dan saran perbaikan agar manfaatnya benar-benar tepat sasaran.

Keputusan ini jadi sorotan karena forum tertinggi NU di Ploso tidak hanya membahas jam’iyah, tapi langsung menyentuh hajat hidup rakyat dan santri: soal gizi, kesehatan, dan masa depan bangsa.

NU Dukung MBG: “Tujuannya Sangat Mulia”

Usai sidang pleno,KH Muhammad Nuh selaku Rais Syuriah PBNU sekaligus Sekretaris Steering Committee Munas-Konbes 2026 menyampaikan:

“Atas tujuan yang sangat mulia itu, maka kami memberikan apresiasi terhadap keberlangsungan MBG.” akunya mengonfirmasi kepada wartawan pada, Selasa (22/6/2026)

Alasannya sederhana bahwa MBG menyasar gizi anak, santri, dan generasi penerus.

“Itu selaras dengan misi NU – khidmah kepada umat,” sambungnyw.

NU Kritis dan Konstruktif: 6 Catatan Perbaikan

Dukung 100% bukan berarti tutup mata. Muhammad Nuh menegaskan Munas-Konbes mencermati dinamika dan penolakan di masyarakat.

Hasil Munas mengesahkan rumusan Komisi Rekomendasi yang dipimpin Prof. Kacung Marijan. Sidang dipimpin Katib Aam PBNU, KH Akhmad Said Asrori.

Berikut ini 6 rekomendasi utama:

1. Evaluasi Menyeluruh & Libatkan Stakeholders.
Pemerintah perlu evaluasi berkesinambungan bersama Badan Gizi Nasional agar program tepat sasaran, efisien, transparan, bebas korupsi, dan menggerakkan ekonomi lokal.

2. Dapur Pesantren jadi SPPG khusus
Tetapkan dapur pesantren sebagai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi khusus pesantren yang memenuhi standar gizi, keamanan pangan, dan akuntabilitas. Jika perlu, siapkan SOP dan SDM dari pesantren.

3. Regulasi Teknis yang Adaptif
Susun regulasi fleksibel sesuai karakter pesantren: jadwal makan, distribusi berbasis asrama, penggunaan ompreng, dan model layanan sesuai pola santri.

4. Sederhanakan Persyaratan dan Perluas Pendampingan
Pesantren harus bisa memenuhi standar SPPG tanpa terbebani ketentuan administratif yang tidak relevan dengan konteks pesantren.

5. Integrasi dengan Ekonomi Lokal dan Pesantren
Libatkan koperasi, petani, peternak, nelayan, UMKM, dan badan usaha pesantren dalam rantai pasok. Ini akan menjamin keberlanjutan MBG jangka panjang.

6. Pesantren Siapkan Tata Kelola
Pesantren perlu memperkuat tata kelola dapur, keamanan pangan, standar gizi, sistem administrasi, dan pelaporan yang akuntabel. Susun model SPPG khusus yang padukan standar nasional dengan kekhasan pesantren.

Intinya dari 6 rekomendasi Munas-Konbes NU yakni dukung programnya, kawal pelaksanaannya. Transparan, akuntabel, tepat sasaran, tanpa menghilangkan karakter pesantren.

Kabar Gembira: Pesantren Dapat Afirmasi Khusus

Poin yang paling ditunggu warga pesantren adalah Munas mengapresiasi program MBG khusus untuk pesantren.

“Termasuk adanya afirmasi secara khusus MBG untuk pesantren,” ujar KH Muhammad Nuh.

Ini sejalan dengan upaya pemerintah agar santri menjadi benteng akhlak bangsa dengan mendapat gizi terbaik.

Gus Imin Jawab: 1000 Dapur MBG untuk Pesantren Sudah Dimulai

Sebulan sebelumnya, Senin 26/5/2025, Menko PM Abdul Muhaimin Iskandar (Gus Imin) sudah menindaklanjuti. Dari Ponpes Syaikhona Cholil Bangkalan, pesantren tertua dan tempat lahirnya ide NU, dia telah meluncurkan pembangunan 1000 dapur MBG berbasis pesantren. Pengasuh Ponpes KH Imam Buchori Cholil menyambut baik program maslahat tersebut.

“Alhamdulillah hari ini kita mulai membangun 1000 dapur untuk seluruh pesantren kita di seluruh Indonesia,” kata Gus Imin mengutip portal resmi pkb.id

Dijelaskan adapun Target konkretnya bahwa1000 dapur standar Badan Gizi Nasional (BGN). Dari Setiap dapur melayani sekitar 3.000 porsi/hari untuk santri maka Total 3.000.000 santri se-Indonesia makan bergizi gratis

“Programnya Makan Bergizi Gratis, tapi dampak ekonominya luar biasa,” tegas Ketua Umum PKB itu.

Dia menjelaskan bahwa ekosistem ini nantinya melibatkan petani, pengusaha, pesantren, santri, ulama

“Jadi ekonomi produktif yang berputar di daerah dan pesantren,” terangnya

Gizi Anak, Investasi Masa Depan

Dari Ploso Kediri dan Bangkalan, Madura benang merahnya sama yakni NU hadir untuk kemaslahatan umat.

MBG didukung karena tujuannya mulia. Dan Pesantren dapat afirmasi karena pesantren adalah pusat pendidikan akhlak dan intelektual.

Munas-Konbes 2026 memberi contoh adab bernegara: dukung program baik pemerintah, tapi tetap jadi mitra kritis yang mengawal agar programnya benar dan bermanfaat.

Munas-Konbes NU di Ploso sudah memutuskan. Gus Imin sudah mulai membangun. Sekarang giliran warga Nahdliyin mengawal bersama.

Jika MBG berjalan baik maka 3 juta santri mendapat manfaat, selain kenyang dan sehat, petani sekitar pesantren laku, pesantren kuat, NU senang, Indonesia pun semakin kuat. (IHA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button