Feature & Figur

Ikuti Pesantren Ramadhan, Inilah Kegiatan Santri di Bantarsari

Sejumlah santri di bantarsari ikuti pesantren Ramadhan. Seperti apa kegiatannya? Ramadhan Indah, Ramadhan Ceria, itu adalah tema Pesantren Ramadhan Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) Tahfidul Qur’an I Dusun Cimeneng Desa Kamulyan Kecamatan Bantarsari dibawah asuhan Usatadah Hj. Siti Syar’iyah. Ibu satu ini memang pejuang sejati, selain menjadi Kepala Madrasah Diniyah beliau juga adalah aktivis Muslimat NU di Kecamatan Bantarsari.

Selain itu, beliau merupakan Bendahara Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kecamatan Bantarsari. Ia menjadi penggagas dan inisiator kegiatan Pesantren Ramadhan di MDT Tahfidul Qur’an. Kegitan merupakan agenda rutin yang sudah berjalan enam tahun dari mulai tanggal 1 – 21 Ramadan 2021.

Sudah menjadi momen yang paling membahagiakan ketika Ramadhan datang dan menyapa, bulan yang kehadiranya selalu dinanti, datangnya selalu ditunggu dan hari – harinya selalu mempunyai cerita yang tidak kunjung usai. Keberkahannya terasa untuk rahmatalil ‘alamin.

Iya, sejenak kita kembali kembali rutinitas ramadhan bulan yang penuh dengan janji kemwahan pahal abagi mereka yang menjalankan titah kebaikan dengan menjalani perintah dan menjauhi larangan Allah Swt.

Baca Juga : Lakmud IPNU-IPPNU Bantarsari Ikhtiar Mencetak Kader Militan

Menurut Hj, Syar’iyah, “Kegiatan ini adalah bagian dari pembiasaan dan pengenalan karakteristik santri pesantren kepada santri MDT yang bukan berbasis santri pesantren. Semua kegiatan dikemas seperti halnya di pesantren agar kelak ketika mereka pergi ke pesantren sudah mampu beradaptasi dengan lingkungan pesatren seperti jadwal mengaji, solat jama’ah, makan, mandi dan jam besuk orang tua sangat dibatasi.

Pesantren Ramadhan Bantarsari
Dalam Kegiatan Pesantren Ramadhan, para santri benar-benar dikenalkan dengan dunia santri yangs sesungguhnya,

Bahkan bagi santri yang pulang harus melalui prosedur izin dari pengurus. Hal ini didasari atas kesepakatan bersama antara pengurus dan wali santri” (16/04).

Lalu, bagaimana mereka yang sekolah formal? Pada waktu jam sekolah formal santri diperbolehkan untuk belajar disekolah, karena pada saat ini musim pendemi jadi sekolah formal menggunakan sistem Dalam Jaringan (Daring) dengan fasilitas yang disediakan oleh pihak MDT sebagai penyelenggara kegiatan Pesantren Ramadhan.
“Sebelum ada pendemi mereka berangkat dan pulang kembali dari asrama pesantren Ramadhan, santri tidak diperkenan pulang kerumah selama 21 hari“, terang Hj Siti Syar’iyah.

Beberapa Kitab Yang Dikaji

Kegiatan Pesantren Ramadan tahun 2021 ini diikuti oleh 60 Santri putra dan putri dari kelas 1-4 MDT. Rasa kemandirian dan keberanian satri dalam mengikuti kegiatan ini sangat tinggi sehingga kegiatan ini berjalan dengan maksnimal, adapun kitab – kitab yang dikaji dalam pesantren Ramadhan ini adalah kitab “ Pasaran”.

Dalam bahasa pesantren atau kita yang dibaca saat Ramadhan saja. Kitab Pasaran itu seperti Safinah, Taklim, Usfuriyah dan Sulam Taufik dan Arbain Nawawi. Pengajian kitab ini diasuh oleh 8 Ustad dan Usatadah dengan jadwal yang tersistematis. Adapun pembayaran pesantren Ramadhan ini hanya 100 ribu selama 21 hari dengan yang diperutukan untuk fasilitas makan 2 kali (buka dan sahur), penginapan serta bisayarah untuk ustad / ustadah.

Kegiatan ini merupakan inovasi baru dari MDT untuk mengenalkan dunia pesantren kepada santri–santrinya. Harapannya mereka akan mengetahui betapa nikmatnya belajar di pesantren dan pada akhirnya mereka akan bangga dengan predikat menjadi santri. Dalam hal ini adalah santri yang berilmu, bertaqwa serta berakhalakul karimah.

Kontributor: Mafoel Pratama
Penyunting: Naely Rokhmah

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

nine − 6 =

Baca Artiikel Rekomendasi Lainnya
Close
Back to top button