Ke Jepara, 150 Guru Ngaji Kesugihan Ikuti Diklat Metode Ibtidai

NU CILACAP ONLINE – Sebanyak 150 guru ngaji yang tergabung dalam Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kecamatan Kesugihan mengikuti kegiatan Diklat Pembelajaran Kitab kuning Metode Ibtidai di Jepara. Kegiatan ini dilaksanakan di Pondok Pesantren Nurul Ikhlas Jepara yang diasuh oleh KH Mujahidin Rahman Al Hafidz.
Rombongan dipimpin langsung oleh Ketua FKDT Kecamatan Kesugihan, K Mahruri, dan disambut hangat oleh KH Mujahidin beserta keluarga besar pesantren yang berlokasi di Jalan Sultan Hadlirin, RT 09 RW 04 Desa Langon, Kecamatan Tahunan Kabupaten Jepara Propinsi Jawa Tengah.
Diklat ini dilaksanakan dalam rangka tholabul ‘ilmi untuk memperdalam pemahaman metodologi pembelajaran kitab kuning yang nantinya akan diterapkan di masing-masing lembaga diniyah.
Metode Ibtidai sendiri adalah metode pembelajaran kitab kuning untuk anak-anak. Termasuk di dalamnya terdapat panduan menulis kalimat Arab dan Pegon (kalimat Jawa yang ditulis Arab).
Metode ini disusun oleh pengasuh pesantren Nurul Ikhlas KH Mujahidin Rahman Al Hafidz yang juga tuan rumah. Baca juga Resmi Dilantik, FKDT Cilacap Diminta Perkuat Soliditas
Ketua FKDT Kesugihan, K Mahruri, menyampaikan bahwa praktik pembelajaran kitab memang sudah banyak dilakukan. Namun, kegiatan ini menjadi penting karena para guru ingin memahami secara lebih mendalam sisi metodologinya.
“Praktik semacam ini sudah banyak, tetapi kita adalah segelintir orang yang ingin tahu bagaimana metodologinya, sehingga pembelajaran di lembaga kita bisa lebih baik,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia berharap melalui keikhlasan para guru ngaji, santri-santri yang dididik kelak dapat tumbuh menjadi generasi yang saleh dan salehah, bahkan memiliki kemampuan keilmuan yang lebih baik dibandingkan para ustadznya. Baca juga MWCNU Majenang Gelar Lomba Baca Kitab Untuk Santri
“Harapan kita, santri kita lebih pintar dari ustadznya. Jangan sampai ustadz merasa ewuh ketika santri lebih pintar,” tambahnya.
Agenda akhir tahun
Dalam kesempatan tersebut, K Mahruri juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh anggota FKDT, mengingat kegiatan ini menjadi agenda akhir tahun sekaligus penutup masa khidmah kepengurusan FKDT Kecamatan Kesugihan periode 2020–2025.
“Harapannya, kita bisa menghadapi segala problem sebagai tanda bahwa kita mampu menemukan solusi. Alhamdulillah, kita bisa berkumpul dengan orang-orang hebat untuk bersama-sama mencari jalan keluar,” tuturnya.
Rombongan guru ngaji berangkat dari Kecamatan Kesugihan menggunakan tiga armada bus pada Sabtu sore (27/12/2025) dan tiba di Jepara pada Minggu pagi (28/12/2025).
Selain mengikuti Diklat Metode Ibtidai, rombongan juga melaksanakan ziarah ke sejumlah makam wali dan ulama, di antaranya makam KH Badawi Hanafi Kesugihan, Syekh Syamsuddin di Pemalang, Habib Syekh Abu Bakar Pulau Panjang, serta Sunan Kalijaga di Kadilangu, Demak.
Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas guru ngaji sekaligus menambah semangat pengabdian dalam mengembangkan pendidikan diniyah di Kecamatan Kesugihan.





