PCNU Cilacap Reposisi Lembaga; Perkuat Akuntabilitas

NU CILACAP ONLINE – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Cilacap resmi melakukan penyegaran organisasi melalui agenda Pengarahan dan Penyerahan Surat Keputusan (SK) Reposisi serta Pergantian Antar Waktu (PAW). Langkah ini diambil sebagai ikhtiar memperkuat sinergi dan akuntabilitas kinerja perangkat organisasi di bawah naungan PCNU Cilacap.

Pada momen ini, enam lembaga menerima SK Reposisi meliputi Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Nahdlatul Ulama (Lakpesdam NU), Lembaga Pendidikan Maarif Nahdlatul Ulama (LP Ma’arif NU), Lembaga Takmir Masjid Nahdlatul Ulama (LTMNU), Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU), Lembaga Kesehatan Nahdatul Ulama (LKNU) dan Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMINU).

Acara pengarahan ini berlangsung khidmat di Aula Pusdiklat PCNU Cilacap, Kesugihan, Jumat (15/05/2026), dihadiri oleh jajaran Syuriyah, Tanfidziyah, serta para pengurus lembaga yang baru dilantik.

Dalam arahannya, Katib Syuriyah PCNU Cilacap kiai Abdal Malik menekankan bahwa di era disrupsi ini, pengabdian di NU tidak cukup hanya dengan niat baik, tetapi harus dibarengi dengan manajemen yang profesional.

“Kinerja lembaga ke depan tidak boleh lagi hanya berbasis rutinitas. Harus berbasis data, memiliki perencanaan yang matang, dan hasilnya harus dirasakan langsung oleh masyarakat (impactful). Kita harus sinkron agar program antarlembaga tidak jalan sendiri-sendiri,” tegas beliau. Baca juga Tiga Program Unggulan PCNU Cilacap 2026 Apa Saja?

Membidik Kemandirian

Salah satu kejutan dalam pengarahan ini adalah instruksi khusus di sektor kesehatan. Wakil Ketua PCNU Cilacap, H. Fathudin, mengungkapkan bahwa PCNU Cilacap kini tengah serius menyusun Roadmap pembangunan Rumah Sakit NU (RSNU) Cilacap. Baca juga Penyusunan Renstra LAZISNU PBNU Libatkan NU Care Cilacap

“Cilacap ini wilayahnya sangat luas. Saat ini kita baru punya empat klinik. Target kita ke depan adalah menambah titik klinik baru dan memulai studi kelayakan (feasibility study) untuk pembangunan Rumah Sakit NU sebagai pusat layanan kesehatan primer bagi warga NU,” ungkapnya.

Mengingat Cilacap merupakan daerah dengan tingkat kerawanan bencana yang tinggi, LPBINU diminta meningkatkan profesionalisme melalui sistem komando yang jelas. Sementara itu, Lakpesdam dan RMINU mendapat mandat untuk menjaga pesantren sebagai pusat moderasi beragama di tengah gempuran ideologi di media sosial.

“Kita harus memegang kebenaran empiris. Jangan sampai warga kita terombang-ambing oleh hoaks di medsos. Pesantren harus jadi benteng terakhir kebenaran,” kata H. Fahrurrozi, Wakil Ketua PCNU.

Sementara, Ketua Bidang OKK PCNU Cilacap, H Munawar, menambahkan bahwa langkah reposisi ini adalah bagian dari skenario besar Grand Design PCNU Cilacap 2030. Visi besarnya adalah menciptakan kemandirian organisasi, baik dari segi tata kelola administrasi maupun kemandirian ekonomi.

Peta jalan tersebut mencakup penguatan kelembagaan, pengembangan potensi SDM melalui database yang kuat, hingga penguatan ekonomi organisasi secara mandiri. PCNU Cilacap optimis, dengan penyegaran ini, organisasi akan semakin tangguh dalam mengawal misi para muassis NU dan memberikan pelayanan terbaik bagi umat.

“Selamat bekerja kepada para pengurus yang menerima SK hari ini. Mari kita buktikan bahwa potensi SDM NU Cilacap yang besar ini mampu memberikan kontribusi nyata bagi umat dan bangsa,” pungkasnya. (Naeli Rokhmah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button