Ranting NU

Kiai Maghfuri Terpilih Sebagai Ketua NU Ranting Kamulyan

Kiai Maghfuri terpilih sebagai Ketua Tanfidziyah Ranting NU Kamulyan, Bantarsari, Cilacap, Jawa Tengah dalam Musyawarah Ranting (Musran); Jumat (08/7/2022) di Masjid Roudlotul Banin dusun Cimeneng.

Sementara itu, sidang Ahwa penetapan Rais Syuriyah mengamanatkan kepada Kiai Nurudin Amin  sebagai Rais Syuriyah Ranting NU Kamulyan masa Khidmat 2022-2027. Kiai Nurudin Amin melanjutkan kepemimpinan Syuriyah yang sebelumnya dijabat oleh Kiai Durori Marsikin.

Gus Furi mengatakan, ke depan dengan kepengurusan yang baru Ranting NU Kamulyan harus lebih baik dan lebih maju.

“Apa yang sudah dilaksanakan oleh kepengurusan yang lama, akan kami tindaklanjuti dan giatkan kembali dengan semangat baru,” katanya.

Terpilihnya Kiai Maghfuri atau yang akrab disapa Gus Furi sebagai Ketua Tanfidziyah Ranting NU Kamulyan masa khidmat 2022-2027 merupakan amanah kedua.

“Sebelumnya, Kiai Maghfuri juga menjabat sebagai Ketua NU Ranting Kamulyan masa Khidmat 2017-2022,” ungkap sekretaris MWCNU Bantarsari, Ngadino S.Pd.

Ngadino menjelaskan, Musyawarah Ranting Nahdlatul Ulama (Musran NU) adalah forum permusyawaratan tertinggi di struktur organisasi Pengurus Ranting NU.

“Ini amanah AD ART NU yang harus kami laksanakan. Di MWCNU Bantarsari, semua Ranting NU akan melaksanakan Musran. Alasannya karena masa khidmatnya sudah habis. Targetnya di bulan September 2022 sudah selesai semuanya,” katanya.

Musran NU memiliki tugas dan wewenang untuk; memilih Rais Syuriyah dan Ketua Tanfidziyah Ranting NU; melaksanakan persidangan guna membahas dan menetapkan program kerja, menetapkan Tim Formatur untuk penyusunan struktur Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (NU).

Selanjutnya Ngadino berpesan agar setelah kepengurusan nanti terbentuk segera menyusun program lima tahun kedepan yang sinergi dengang program MWCNU dan PCNU sebagai landasanya

Musyawarah Ranting NU Kamulyan berjalan sukses. Mewakili pengurus MWCNU Bantarsari, Ngadino menyampaikan terima kasih kepada jajaran PRNU Kamulyan masa khidmat 2017-2022, atas pengabdianya kepada NU dengan senantiasa njagani warganya tetap berada pada Rumah Besar NU.

“Menjadi pengurus atau tidak hanya soal jabatan. Karena yang terpenting adalah bagaimana kita menjadi manfaat untuk orang banyak, yang salah satunya adalah hari ini kita diberi amanah melalui kepengurusan NU,” katanya.

Kontributor: Mungalim
Editor: Munawar AM

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

5 × three =

Baca Artiikel Rekomendasi Lainnya
Close
Back to top button