Badan Otonom NU

Ansor Bersholawat Memperingati Hari Kebangkitan Nasional

Untuk memperingati Hari kebangkitan Nasional 20 Mei 2012, Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Cilacap menyelenggarakan kegiatan “Ansor Bersholawat Untuk Kebangkitan Nasional”. Kegiatan ini dilaksanakan di Lapangan Tugu Kroya Cilacap.

Demikian disampaikan Ibnu Tamyiz, Ketua PAC GP Ansor Kroya selaku panitia penyelenggara.  Kegiatan ini akan dimulai sejak Minggu Siang dengan penampilan Group Marawis.

Diharapkan, masyarakat pencinta Shalawat bisa mengikuti rangkaian kegiatan yang ada. Di malam harinya akan digelar Ansor Bersholawat Hari Kebangkitan Nasional bersama para Habaib di sekitar Karesidenan Banyumas dengan Imam Shalawat Habib Hussein bin Khalid Al Athos dari Magelang.

Setiap tanggal 20 Mei masyarakat Indonesia memperingati Hari Kebangkitan Nasional. Hari Kebangkitan Nasional atau yang disingkat Harkitnas lahir seiring berdirinya organisasi Boedi Oetomo pada 20 Mei 1908.
Boedi Oetomo sendiri merupakan organisasi yang aktif bergerak di berbagai bidang seperti sosial, ekonomi, dan kebudayaan tanpa melibatkan unsur politik. Anggotanya pun adalah para cendekiawan Jawa yang terpelajar.

Penetapan Hari Kebangkitan Nasional, Hari Kebangkitan Nasional ditetapkan pada 20 Mei 1959 dan merupakan hari nasional yang bukan hari libur. Penetapan Hari Kebangkitan Nasional berdasarkan keputusan Presiden nomor 316 tahun 1959. Presiden Soekarno menetapkan pada 16 Desember 1959.

Sejarah Hari Kebangkitan Nasional atau sering disingkat HARKITNAS yang jatuh pada 20 Mei tiap tahunnya,, memperingati berdirinya Organisasi Boedi Oetomo yang pertama kali diperingati pada era pemerintahan Presiden Soekarno di Yogyakarta pada tahun 1948 Dan di ketuai oleh Ki Hajar Dewantara di susunan kepanitiaan

Dalam pidatonya,, Presiden Soerkarno mengimbau pada seluruh rakyat Indonesia yang terpecah oleh kepentingan politik agar bersatu untuk melawan Belanda. Soekarno juga menyampaikan bahwa Boedi Oetomo merupakan tonggak pergerakan Nasional.

Pada 20 Mei 1908, Boedi Oetomo didirikan oleh sejumlah mahasiswa School tot Opleiding van Indische Artsen (STOVIA),, yaitu Soetomo,, Mohammad Soelaiman,, Gondo Soewarno,, Goenawan Mangoenkoesoemo,, Raden Angka Prodjosoedirdjo, Mochammad Saleh, Raden Mas Goembrek, Soeradji Tirtonegoro, dan Soewarno.

Tokoh Kebangkitan Nasional antara lain Soetomo, Soekarno, Dr Cipto Mangunkusumo, Suwardi Suryaningrat (Ki Hajar Dewantara), Danudirja Setiabudi (Douwes Dekker), dan Wahidin Soedirohoesodo…

Walaupun Boedi Oetomo bukan organisasi pergerakan nasional yang pertama di Indonesia,, menurut Mohammad Hatta dalam tulisannya di majalah Star Weekly, pada 17 Mei 1958, Boedi Oetomo sudah mengandung ”Kecambah Semangat Nasional”.

Soewardi Soerjaningrat saat menjalani masa pembuangan di Belanda menulis sebuah artikel di Nederlandsch-Indie Oud & Nieuw terbitan tahun ketiga, 1918-1919.  Di awal artikelnya Soewardi menulis, “..Tanpa ragu kini saya berani menyatakan bahwa tanggal 20 Mei adalah Hari Indisch-nationaal (Indisch-nationale dag) atau Hari Kebangkitan Nasional…” Soewardi adalah orang pertama yang menyatakan bahwa hari lahir Boedi Oetomo adalah Hari Kebangkitan Nasional.

Artikel Terkait

One Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

four − four =

Back to top button