Badan Otonom NU

Muslimat – Fatayat NU Bantarsari Dorong Kreatifitas Perempuan

Sejumlah 60 (enam puluh) peserta Pelatihan dan Peningkatan Kualitas Hidup Perempuan bagi Muslimat NU dan Fatayat NU Bantarsari didorong agar menjadi perempuan yang lebih kreatif, inovatif, dan produktif.

H Ahmad Muslikhin SH anggota kimisi C DPRD Kabupaten Cilacap menyampaikan hal itu pada saat menyampaikan sambutan pembukaan Pelatihan dan Peningkatan Kualitas Hidup Perempuan PAC Muslimat dan PAC Fatayat NU Bantarsari.

“Melalui pelatihan ini kita berharap para kaum perempuan bisa lebih kreatif, mandiri, berdaya dan inovatif. Pelatihan ini nantinya akan sangat bermanfaat baik untuk kalangan sendiri. Untuk organisasi hingga membuka mampu mewarnai pasar makanan olahan. Kami ucapkan selamat mengikuti pelatihan. Ikuti hingga selesai agar nantinya mampu berkembang,” katanya.

Tidak kurang dari 30 (tiga puluh) peserta dari Fatayat NU pelatihan pembuatan roti dan aneka makanan olahan. Juga 30 (iga puluh) peserta dari unsur PAC Muslimat NU Bantarsari. Pelatihan diselanggarakan selama lima hari di BLK Komunitas Syarbini Hasan Kamulyan.

“Peserta pelatihan pembuatan roti berasal dari dua desa yaitu Bulaksari dan Desa Kamulyan, Bantarsari Cilacap. Kemudian, pelatihan dibagi ke beberapa dusun dengan tiap pelatihan sejumlah enam puluh peserta,” ungkap Ketua PAC Muslimat NU Hj Fulaichah.

pelatihan muslimat nu bantarsari

Pelathan pembuatan roti ini hasil kerjasama antara PAC Muslimat NU Bantarsari, PAC fatayat NU bantarsari dengan Kantor Dinas KB, PP dan PA Kabupaten Cilacap.

“Kami sampaikan terima kasih kepada seluruh peserta pelatihan. Juga kepada pohak Kantor Dinas KB & PP, H.A Muslikhin SH sebagai Angota DPRD Cilacap. Juga kepada pengurus Muslimat NU, Fatayat NU Anak cabang Bantarsari”, katanya.

Sebagai ketua PAC Muslimat NU Bantarsari, Hj Fulaichah berharap para peserta pelatihan pembuatan roti untuk bisa diteruskan setelah mengikuti pelatihan.

“Pelatihan ini perlu dikembangkan dalam bentuk produksi roti yang akan di berikan nanti, minimal bisa berkembang melalui organisasi, dari fatayat untuk muslimatatau sebaliknya. Sehingga tetap sinergi bersama, ” tambahnya.

Sementara itu, Ketua PAC Fatayat NU Bantarsari Shofrohatunnida saat di temui NU Cilacap Online mengatakan; sebagai perempuan harus bisa kreatif dalam pengelolaan makanan dan yang lainya. Juga harus meningkatkan kreatifitas. Perempuan juga harus produktif dan inovatif.

“Melalui pelatihan pembuatan roti dan makan olahan sejenis, banyak manfaat di kemudian hari. Maka dari itu kami melalui pelatihan ini mendorong kaum perempuan untuk lebih meningkatkan kreatifitas dan produktifitasnya”, ungkapnya kepada NU Cilacap Online.

Pelatuhan Pembuatan Roti Fatayat Muslimat NU Bantarsari

PAC Fatayat NU Bantarsari Shofrohatunnida berharap melalui pelatihan ini yaitu pembuatan berbagai macam roti, peserta mampu menciptakan berbagai macam jenis roti. banyak tidak hanya sebagai makanan penyaji, namun banyak kegunaan lain diantaranya bisa untuk sebagai makanan untuk munjung(jawa) hajatan dan lain sebaganya”, tambahnya.

Hadir Kepala Desa Bulaksari Bapak Sutarto, Kepala Desa Kamulyan bapak Mahmud serta Pimpinan BLK Komunitas Syarbini Hasan Agus Hidayaturrohman, dan pembina Pelatihan dari Dinas KB, PP dan PA.

“Terimakasih banyak kepada seluruh tim penyelenggara dalam pelatihan ini, merupakan pelaihan pembuatan roti ini perdana di desa bulaksari dan kamulyan, juga termikasaih kepada tim penamping dari kabupaten cilacap dan seluruh peserta pelatihan”, sambut Kepala Desa Bulaksari, Sutarto

Sutarto berharap dengan pelatihan ini peserta akan terus berkembang menghasilkan berbagai macam produk roti yang bisa digunakan untuk diri sendiri, dan bisa di jual ke masyarakat. Dengan pelatihan ini juga mampu membawa nama baik Desa, baik Desa Bulaksari maupun Desa Kamulyan.

Kontributor: Mungalim
Editor: Munawar AM

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button