Ranting NU

Jamaah Yasin Tahlil Sabtu Kliwon NU Padangjaya Harlah Ke 21

Sejumlah anggota Jamaah Yasin Tahlil Sabtu Kliwon Ranting NU Padangjaya menggelar peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-21, dihadiri Ustadzah Mumpuni Handayayekti; bertempat di Musholla Nurul Qubro As-Sa’adah Desa Padangjaya, Kecamatan Majenang Kabupaten Cilacap, Kamis (20/1)

Jamaah Yasin Tahlil Sabtu Kliwon Ranting NU Padangjaya merupakan organisasi atau jamiyah dengan aktifitas utama pembacaan Surat Yasin dan Tahlil; juga Shalawat di bawah kordinasi Pengurus Ranting NU dan Muslimat NU Padangjaya. Pelaksanaan kegiatan pembacaan Surat Yasin (Yasinan) dan Tahlil (Tahlilan) setiap Sabtu Kliwon dan merupakan kegiatan rutinan selapanan.

Pembacaan Shalawat oleh Muslimat NU Ranting Padangjaya menandai pembukaan Harlah ke 21; Jamiatul Mukaromah memimpin lantunan bacaan shalawat. Kemudian menyusul pembacaan Surat Yasin dan Tahlil oleh Hj Ida Nur Aini, selaku Ketua Jamaah Yasin Tahlil Sabtu Kliwon, diikuti oleh seluruh jamaah.

Dalam sambutannya, Ustadzah Yelis mengungkapkan mengucapkan rasa syukur tak terhingga; karena setelah sekian lama selama dua tahun kegiatan yasin tahlil ini tidak dilaksanakan.

“Kita patut bersyukur, karena Jamaah Yasin Tahlil Sabtu Kliwon bisa melewati masa pandemi covid-19. Dan Alhamdulillah kini mulai bisa dilaksanakan walau dengan standar protokol kesehatan yang ketat. Mulai sekarang ayo tingkatkan kembali semangat Yasinan, Tahlilan juga Shalawatan bersama-sama,” ajaknya.

Bantuan Peralatan Sekolah Muslimat NU Ranting Padangjaya

Bantuan Peralatan Sekolah

Sementara itu, Ny Jumiati, pegiat Muslimat NU Ranting Padangjaya turut mengucapkan selamat atas peringatan Hari Lahir (Harlah) ke 21 Jamaah Yasin Tahlil Sabtu Kliwon Ranting NU Padangjaya.

“Pada usia ke 21 tahun ini, kita semua harus tetap berusaha untuk istiqomah. Para Jamaah Yasin Tahlil Sabtu Kliwon Ranting NU Padangjaya hendaknya semakin bersemangat melaksanakan amaliyah Aswaja ini,” tuturnya bersemangat.

Dalam rangkaian Harlah ke 21 Jamaah Yasin Tahlil Sabtu Kliwon Ranting NU Padangjaya disampaikan bantuan peralatan sekolah untuk siswa tidak mampu. Hal serupa pernah terlaksanakan juga oleh Muslimat NU Ranting Padangjaya.

Sejumlah 10 siswa menerima bantuan peralatan sekolah. Bantuan diserahkan oleh oleh Hj Ida Nur Aini,  Hj Maslahah, Mugiwati dan Mastuqo Yani. Mendampingi penyerahan bantuan, Slamet Riyadi, selaku pengurus UPZIS MWCNU Majenang.

Sementara itu, Ny Sulastri, salah satu orangtua siswa penerima manfaat pemberian paket bantuan peralatan sekolah, menyampaikan ungkapan terima kasihnya. Ia mengerti dan memahami bahwa bantuan tersebut merupakan bagian dari pentasyarufan KOIN NU.

“Kepada pengurus Ranting NU Padangjaya atas bantuannya. Semoga Koin NU/Gocap semakin maju dan bermanfaat untuk banyak orang,” katanya.

Baca Juga

Taushiyah Harlah Ke 21

Ustadzah Mumpuni HandayektiHadir bersama Jamaah Yasin Tahlil Sabtu Kliwon dan memberikan taushiyahnya Ustadzah Mumpuni Handayekti. Sebagai pembicara Ia menghimbau agar dalam pelaksanaan Yasinan dan Tahlilan atau di luar kedua kegiatan tersebut untuk membiasakan membaca Al Qur’an

“Membaca Surat Yasin itu bagian dari membaca Al Qur’an. Dan alangkah lebih baik jika semua Jamaah Yasin membiasakan membaca Al Qur’an secara istiqomah, di rumah dan di berbagai kesempatan. Karena itu bernilai ibadah” ungkap Mumpuni, alumni program AKSI sebuah stasiun televisi swasta di Indonesia.

Ustadzah Mumpuni juga menyinggung tentang pentingnya berinfaq. Bagi Ustadzah Mumpuni, berinfaq itu meskipun secara dhohir mengeluarkan harta dan bentuk rizki lainnya.

“Pentingnya berinfaq bagi kita karena nilai manfaatnya yang kembali kepada diri kita. Salah satu manfaat melaksanakan infaq adalah sebagai wasilah datangnya rizki yang berlipat lipat. Dan itu sudah menjadi janji Allah SWT bagi yang berinfaq,” tegas Mumpuni.

Turut hadir dalam Harlah ke 21 Jamaah Yasin Tahlil Sabtu Kliwon antara lain Hj Ida Nur Aeni, Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Qubro As sa’adah, Slamet Riyadi Pengurus UPZIS MWCNU Majenang, dan Mastuqo Yani, salah satu Wakil Katib Syuriyah Pengurus Cabang Istimewa NU (PCINU) Kuwait yang berasal dari Majenang.

Kontributor/Foto: Mujib Tohir/Slamet Riyadi
Editor: Munawar AM

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button