Cerita Masquroh Fatayat NU Sidareja Ikut LKD Gendong Bayi

NU CILACAP ONLINE – Senyum di wajah Masquroh menyamarkan sembab di matanya saat pelukan hangat jajaran pengurus Pimpinan Cabang (PC) Fatayat NU Cilacap bergantian mendekap tubuhnya sembari mengucap selamat. Sesosok bayi mungil dalam gendongannya sesekali menggeliat seolah ikut mengucap,” Selamat ibu, kamu hebat telah melewati dua hari LKD dengan luar biasa”.

Suasana Gedung Sekretariat Bersama (Sekber) Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Sidareja selama dua hari itu terasa berbeda oleh kahadiran puluhan pemudi Fatayat NU yang mengikuti Latihan Kader Dasar (LKD) termasuk Masquroh.

Masquroh adalah satu di antara 50 peserta Latihan Kader Dasar (LKD) inisiasi Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat NU Sidareja dan hari itu, Rabu (9/7/2025) adalah hari kedua. Masquroh dan semua peserta telah melewati semua sesi sampai akhir dan berhak ikut proses baiat.

Hari sudah sore saat baiat yang dipimpin Ketua PC Fatayat NU Cilacap Tun Habibah berlangsung. Suasana Gedung Sekber MWCNU Sidareja tempat berlangsungnya LKD diwarnai suara tangis haru peserta. Tak terkecuali Masquroh.

Masquroh, Ketua Pimpinan Ranting (PR) Fatayat NU Tegalsari, Kecamatan Sidareja bukanlah satu-satunya peserta LKD yang membawa anak. Dalam pantauan NU Cilacap Online ada beberapa peserta yang membawa anak kecil, namun Masquroh adalah satu-satunya peserta yang membawa anak bayi yang baru berumur 10 bulan. Baca juga LKD PC Fatayat NU Cilacap Diminta Totalitas Berkhidmah

Kepada NU Cilacap Online, Masruroh mengaku tak terganggu selama mengikuti LKD meskipun bawa bayi. Sebaliknya, Ia merasa senang mendapatkan kesempatan mengikuti LKD.

“Mungkin sudah takdirnya ya, kebetulan momennya yang tidak memungkinkan untuk ditinggal di rumah karena tidak ada yang jaga. Ada kakak perempuan saya, tapi sedang sibuk menghadapi sidang skripsi, ada kakaknya sih, tapi masih kecil tidak bisa menjaga,” tutur Masruroh.

“Alhamdulillah saya berkesempatan mengikuti LKD. Di sini saya mendapatkan banyak ilmu dan pengalaman yang dapat saya aplikasikan saat Kembali ke ranting nanti,” akunya.

Masquroh yang baru setengah tahun mendapat amanah sebagai ketua Fatayat di rantingnya mengaku masih sangat minim pengalaman. Padahal begitu banyak tantangan yang ditemuinya di lapangan. Maka mengikuti LKD baginya adalah kesempatan emas untuk meningkatkan kualifikasi dirinya agar lebih maksimal dalam berkhidmah di Fatayat.

Kepada NU Cilacap Online Maskuro pun menceritakan pengalamannya berkegiatan di ranting. Ia menuturkan jika banyak anggotanya yang belum bisa baca Al Qur’an.

“Rutinan di ranting berjalan seminggu sekali. Kami mengisinya dengan ngaji Iqra buat teman-teman Fatayat yang belum bisa baca Alqur’an,” tutur Masquroh.

Untuk program ngaji Iqra, Masquroh mengajak anggota yang lancar membaca Alqur’an untuk mengajar temannya yang lain. Sementara untuk kegiatan doa-doa dan tahlil, Masquroh mengakalinya dengan mebuat teks dalam tulisan latin agar semua anggota bisa mengikuti.

“Saya menuliskan teks doa-doa dan tahlil lalu mengkopinya untuk dibagikan ke semua anggota. Jadi saat berkegiatan semua doa-doa yang biasa dibacakan teman-teman bisa mengikuti,” kata Masquroh.

Di akhir kegiatan sebelum ditutupnya LKD, panitia memberikan berbagai doorprize menarik bagi para peserta. Masquroh termasuk di antaranya. Panitia secara khusus memberikan hadiah atas partisipasinya yang luar biasa.

Apresiasi disampaikan oleh Ketua PC Fatayat NU Tun Habibah. “Selamat dan sukses sahabat, sehat sehat dan semangat terus berkhidmah di Fatayat,” ucap Tun Habibah saat memberikan hadiah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button