Rais MWCNU Cipari, Fatayat Harus Tinggalkan Paradigma Lama

LKD PAC Fatayat NU Cipari

NU CILACAP ONLINE – Rais Syuriyah Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Cipari KH Mundzir berpesan bahwa Kader Fatayat NU Harus tinggalkan paradigma lama seperti sumur, dapur kasur. Hadirnya Fatayat menjawab fenomena bahwa sudah bukan waktunya lagi perempuan termarjinalkan.

Hal ini ia sampaikan saat menghadiri pembukaan Latihan Kader Dasar (LKD) inisiasi Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat NU Cipari.

Dalam sambutannya, Rais Syuriah MWCNU Cipari, KH Mohammad Mundzir, menekankan bahwa NU adalah organisasi keagamaan yang lentur, mengusung nasionalisme dan keagamaan (nasionalis-agamis) dalam satu tarikan nafas.

“Kita ini merasakan bahwa Indonesia sudah final, tidak perlu ideologi lain. Fatayat adalah kakaknya IPPNU, dan kelak akan meneruskan perjuangan Muslimat. Maka perempuan sudah tidak waktunya lagi termarjinalkan,” tegasnya.

KH Mundzir juga mengajak para peserta LKD untuk meninggalkan paradigma lama seperti “dapur, sumur, kasur,” karena saat ini perempuan memiliki banyak ladang untuk berkhidmat dan berkarya.

“Mari ikuti LKD dengan penuh tanggung jawab. Ilmu ini penting sebagai bekal agar menjadi Fatayat yang tidak mudah goyah, berkepribadian luhur, dan kuat iman serta takwanya,” imbuh beliau.

Kiai Mundzir mengutip Imam Syafi’i “Wallaahi hayatul fata bi taqwa.” (Sesungguhnya kehidupan seorang pemuda-pemudi adalah dengan iman dan taqwa). Baca juga LKD PAC Fatayat NU Adipala Ciptakan Kader Berdaya dan Berdedikasi

Gesit Berorganisasi tanpa Lalai Tugas Domestik

Sementara itu, Wakil Ketua Pimpinan Cabang (PC) Fatayat NU Cilacap, Heni Setiyaningsih, mengaku bangga atas penyelenggaraan LKD di Cipari. Ia menekankan pentingnya semangat organisasi tanpa melupakan peran domestik perempuan. Baca juga LKD Fatayat NU Cilacap Selatan Optimalkan Organisasi

“Fatayat harus gesit berorganisasi, namun juga tidak lalai dalam tugas sebagai ibu rumah tangga. Kegiatan ini pun kami dukung dengan dana hibah, semoga melahirkan kader yang militan dan cerdas,” ujar Heni. Baca juga LKD Fatayat NU Nusawungu Perkuat Kader Perempuan

Ia juga menyampaikan bahwa LKD menjadi syarat penting untuk menjadi pengurus Fatayat, serta mengajak seluruh peserta untuk memanfaatkan dua hari pelatihan ini sebagai momen belajar dan penguatan niat berkhidmat.

“Silakan berkegiatan sambil membawa anak, jangan pernah malu. Kita niatkan berkhidmat di Fatayat sebagai bentuk ibadah. Jadilah bintang dalam keadaan apapun,” pesan Heni.

LKD PAC Fatayat NU Cipari sukses terselenggara pada Kamis–Jumat (10–11 Juli 2025) bertempat di kantor MWCNU Cipari. Kegiatan ini diikuti oleh 70 peserta dengan harapan melahirkan kader-kader Fatayat yang militan, cerdas, dan berjiwa kepemimpinan.

Ketua PAC Fatayat NU Cipari, Nailus Sa’adah, menyampaikan bahwa LKD ini menjadi momentum penting untuk membekali para kader perempuan agar mampu berkhidmat secara maksimal dalam organisasi serta menjalankan peran strategis di masyarakat.

Kegiatan ini menandai keseriusan PAC Fatayat NU Cipari dalam membangun organisasi yang kuat, inklusif, dan mampu mencetak kader perempuan yang siap berkontribusi bagi umat, bangsa, dan negara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button