Trending

Harun Arrosyid: Perhatikan Tata Cara Mandi Junub dan Tayamum

NU CILACAP ONLINE – Bagaimana tata cara mandi junub dan tayamum? Apa saja syarat rukunnya? Kiai Haun Arrasyid mengkaji tentang mandi junub dan tayamum di hadapan Fatayat NU Nusawungu dengan mengkaji kitab Bidayatul Hidayah.

Harun Arrosyid adalah ketua Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor (PAC GP Ansor) Nusawungu. Kiai muda ini menegaskan agar para pengurus dan anggota Fatayat NU Nusawungu benar-benar memperhtkan tentang Tata Cara Mandi Junub dan Tayamum.

Mandi Junub

Mengutip kitab Bidayatul Hidayah, Harun Arrosyid  mengatakan tata cara mandi junub yaitu membasuh kedua tangan sebanyak tiga kali dan menghilangkan kotoran yang menempel di tubuh.

“Kemudian berwudlu sebelum mandi junub. Setelah itu menyiramkan air ke kepala sambil berniat mandi junub dalam hati. Setelah itu menyiram tubuh sebelah kanan sebanyak tiga kali, lanjut menyiram tubuh sebelah kiri tiga kali. Kemudian siram tubuh bagian depan tiga kali dan tubuh bagian belakang tiga kali,” tutur kiai Harun.

Baca juga Pahala Istri Mengajak Duluan Kepada Suami 

“Fardlunya mandi jinabat atau junub adalah niat menghilangkan najis atau hadats besar dan meratakan air keseluruh anggota tubuh,” tegasnya.

Kajian rutin kitab Bidayatul Hidayah berjalan di Pimpinan Anak Cabang Fatayat Nahdlatul Ulama (PACFNU) setiap Ahad Wage. Kajian berlangsung di masjid  Nurul Iman Banjareja, Ahad (15/10/23).

Tayamum

Pada sesi kajian kitab Bidayatul Hdayah selanjutnya, Kiai Harun Arrosyid mengungkap alasan dan penyebab pelaksanaan tayamum.

Jika hendak bertayamum, perhatikan syaratnya, di antaranya tayamum harus sudah masuk waktu shalat. Debu yang digunakan untuk tayamum adalah debu yang suci yang tidak bercampur dengan benda lain.

“Debunya yang tipis dan lembut. Satu tayamum untuk satu shalat. Jika hendak melakukan ibadah lain seperti membaca Al qur’an atau ibadah lain harus melakukan tayamum lagi,” katanya.

Menurut Harun Arrosyid, jika mengenakan aksesoris di tangan, sebaiknya dilepaskan dulu, untuk menambah sempurnanya tayamum.

Tata cara melakukan tayamum yaitu tempelkan kedua telapak tangan di atas debu yang suci tersebut dengan merapatkan jari disertai dengan niat bertayamum.

“Tiup debu yang berada ditangan agar tidak terlalu tebal. Usapkan kedua tangan tangan keseluruh wajah, usahakan merata seluruh wajah,” jelas Kiai Harun.

Selanjutnya, letakan kedua tangan dengan posisi jari yang direnggangkan untuk menyentuh debu. Kemudian letakkan tangan kiri diatas punggung tangan kanan. Usapkan punggung tangan kanan jari sampai kesiku lalu gerakan memutar tangan kiri ke bagian tangan kanan disisi yang lain dan kembali menyatukan kedua telapak tangan yang didahului dengan mengusap jempol. Lakukan sebaliknya pada tangan kanan yang mengusap tangan kiri. Kemudian pertemukan kedua telapak tangan dan usap sela-sela jari.

Penyebab Tayamum

Masih menjelaskan kitab Bidayatul Hidayah, Harun Arrosyid  mengatakan, ada 6 penyebab pelaksanaan tayamum, yaitu tidak menjumpai atau menemukan air setelah berusaha semaksimal mungkin mencarinya; ada udzur atau halangan karena sakit; ada halangan untuk bisa sampai ke tempat yang terdapat airnya; jumlah air sedikit yang hanya cukup untuk menghilangkan haus diri sendiri dan keluarga; air dikuasai oleh orang lain, dan orang tersebut tidak mau memberi atau menjual dengan harga yang sangat mahal; dan adanya luka atau sakit yang tidak boleh terkena air.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button