Badan Otonom NU

LKD Fatayat NU Cilacap Selatan Optimalkan Organisasi

Latihan Kader Dasar (LKD) menjadi program pendidikan dasar di Fatayat NU sebagai Badan Otonom Nahdlatul Ulama (NU).  dan kali ini diselenggarakan oleh Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat NU Cilacap Selatan pada hari Ahad (29/05/2022) digelar di Aula Kelurahan Tegalkamulyan Cilacap Selatan. Mengusung tema “Upaya Mencetak Kader yang Militan, Istiqomah, Berakhlakul Karimah dan Berdedikasi Terhadap Organisasi” LKD diharapkan bisa optimalkan organisasi.

Hadir pada pembukaan LKD MWCNU Cilacap Selatan, Ketua-ketua Badan Otonom NU (Banom) Se- MWCNU Cilacap Selatan, Lurah Tegalkamulyan dan jajaran pengurus Pimpinan Cabang (PC) Fatayat NU Cilacap sebagai pemateri.

Ketua PC Fatayat NU Cilacap, Tun Habibah mengatakan, Latihan Kader Dasar (LKD) merupakan upaya menjalankan organisasi melalui kaderisasi dan merupakan proses wajib yang harus dilalui oleh setiap anggota Fatayat.

Tun Habibah menjelaskan, bahwa ada enam materi yang diberikan kepada peserta. Diantaranya, materi Aswaja dan Ke-NU-an, Organisasi dan manajemen organisasi, Ke-Fatayat-an dan Garfa, ke-Administrasi-an, Kepemimpinan dan Gender.

Tun Habibah berharap agar kader Fatayat NU Cilacap Selatan setelah mengikuti LKD ini bisa menjadi kader yang Militan, bisa bergerak dan menggerakkan anggotanya dengan cara pendekatan yang santun, sehingga mereka akan tertarik untuk ikut berkhidmat bersama di Fatayat NU.

Artikel Terkait

Baca Juga LKD Fatayat Nusawungu Perkuat Kader Perempuan

Hal senada juga diungkap oleh Ketua PAC Fatayat NU Cilacap Selatan, Alfi Fajriati. Ia juga berharap dengan LKD ini jalannya kepengurusan akan berjalan lebih optimal lagi.

“Latihan Kepemimpinan Dasar ini sebagai penguat perjuangan dan tonggak awal kepengurusan yang baru untuk menjalankan proses kepengurusan dengan optimal. Karena di Cilacap Selatan banyak anggota Fatayat yang baru yang harus selalu dibimbing dan didampingi dalam setiap langkah geraknya,” ungkapnya.

“Berjuang di kota lebih sulit daripada di desa. Hal ini disebabkan keadaan di kota yang sudah bercampur dengan budaya luar. Banyaknya budaya dan agama yang beragam ditambah jiwa solidaritas dan juga kepedulian sosial sangat jauh berbeda dengan di desa,” kata Alfi.

Dalam laporannya Alfi menjelaskan  bahwa kegiatan LKD hari itu diikuti oleh 25 orang peserta. Mereka merupakan utusan dari masing-masing Ranting yang ada di Kecamatan Cilacap Selatan dan pengurus PAC Fatayat yang belum pernah mengikuti LKD. Jumlah Ranting yang ada di Kecamatan Cilacap Selatan sendiri ada 5 yaitu ; Kelurahan Tegalkamulyan, Kelurahan Cilacap, Kelurahan Sidakaya, Kelurahan Tambakreja dan Tegalreja.

Pesan Dari MWCNU Cilacap Untuk Peserta LKD

Penegurus MWCNU Cilacap Selatan yang diwakili oleh Sekretaris Sunarko, S.Pd dalam sambutannya menyampaikan pentingnya menjaga nilai-nilai ajaran Ahlussunnah Waljama’ah dan mengembangkannya dimasyarakat.

“Pengkaderan adalah sarana bagi kader Fatayat NU untuk meningkatkan mutu dan kualitas masing-masing yang nantinya sebagai upaya mencetak kader-kader yang militan, istiqomah dan berakhlakul karimah. Harapan kami dari MWCNU Cilacap Selatan Fatayat lebih maju dan senantiasa bersinergi dengan NU maupun Banom yang lainnya untuk berkhidmat bersama-sama di Cilacap Selatan,” ungkap beliau.

Ditemui di tempat yang sama, Kasatkoryon Banser Cilacap Selatan Taufik Ari Prasetyo mengatakan mengungkapkan harapannya agar Kader NU selalu menjaga kekompakan agar tidak mudah dipecah-belah

“Jangan sampai sebagai kader Nahdliyin kemudian suka memecah belah, tidak memiliki jiwa kekompakan. Yang sedang diterapkan di Cilacap Selatan adalah rasa kebersamaan saling bersinergi antar Banom saling kerjasama dan sama-sama kerja. Karena kalau dari pengurus tidak bergerak maka akan mati semua pergerakan yang ada.
Pemateri LKD Fatayat NU

Menurut Taufik, berjuang di kota lebih berat ketimbang di desa. Hal ini dikarenakan banyaknya rintangan yang harus dihadapi oleh Kader NU di kota.

“Ini berbeda sekali dengan di desa. perjuangan di Kota jauh lebih sulit dan lebih banyak rintangan serta hambatan. Kuncinya harus saling membantu satu sama lain. Tidak ada artinya sebuah jabatan kalau kita hanya berpangku tangan saja dan tidak mau bergerak,” imbuh Taufik yang juga ketua UPZIS MWCNU Cilacap Selatan.

Taufik juga berharap agar kegiatan pengkaderan seperti ini bisa terus berkesinambungan.

“Bagaimanapun juga kita warga Nahdliyin yang secara struktural adalah kader-kader yang berjenjang sehingga hadirnya NU dimasyarakat akan tetap eksis memberikan manfa’at dan kemaslahatan untuk semuanya,” tandasnya. ( Fathin Amamah )

Editor : Khayaturrohman

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

11 − two =

Baca Artiikel Rekomendasi Lainnya
Close
Back to top button